Connect with us

Viral

15 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang, Sopir Truk Traktor Akui Rem Tak Berfungsi

Kecelakaan Tol Cipularang KM 91 arah Jakarta melibatkan 15 kendaraan. Sopir truk mengaku rem tidak berfungsi saat lalu lintas melambat.

Actress 1299250

Published

on

15 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang, Sopir Truk Traktor Akui Rem Tak Berfungsi
15 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang, Sopir Truk Traktor Akui Rem Tak Berfungsi. Gambar: Dok. Ilsutrasi Canva

Jawa Barat, MPN Indonesia 8 Oktober 2026 - Kecelakaan beruntun melibatkan 15 kendaraan di Tol Cipularang arah Bandung menuju Jakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (7/10).

Insiden terjadi ketika lalu lintas melambat dan truk traktor UD menabrak kendaraan di depannya.

Sopir truk, Agung mengaku rem tidak berfungsi saat berusaha menghentikan kendaraan.

“Pas kejadian, ya, saya panik karena kondisi jalan saat itu sedang padat karena di depan ada perbaikan jalan. Memang itu perbaikan seperti itu sangat membahayakan. Rem ternyata enggak ada, ya, enggak bisa dihindarkan,” kata Agung, dikutip MPN Indonesia dari Kompas.com pada Kamis (8/10).

Kecelakaan Libatkan 15 Kendaraan

Kecelakaan terjadi di sekitar Kilometer 91 Tol Cipularang, Jawa Barat, arah menuju Jakarta.

Data yang tersedia mencatat lokasi kejadian sebagai KM 91+900 B.

Kepala Induk PJR Cipularang Kompol, Joko Prihantono menjelaskan kondisi lalu lintas sebelum kecelakaan.

Arus kendaraan dari Bandung menuju Jakarta saat itu mengalami perlambatan.

“Sementara diduga pengemudi kurang antisipasi,” kata Joko dalam keterangan terpisah, dikutip MPN Indonesia dari Tribrata News.

Truk traktor UD kemudian menabrak kendaraan yang berada di depannya.

Benturan tersebut membuat kendaraan lain terdorong hingga terjadi tabrakan berantai.

“Kendaraan datang dari arah Bandung menuju Jakarta, setiba di TKP terjadi perlambatan lalu lintas. Kemudian kendaraan satu, yaitu traktor head kurang antisipasi menabrak kendaraan dua hingga seterusnya,” ucapnya.

Joko juga menjelaskan rangkaian benturan yang menyebabkan seluruh lajur arah Jakarta tertutup.

“Lanjut datang kendaraan traktor head UD kurang antisipasi, menabrak Suzuki pikap dan Suzuki pikap terdorong menabrak light truck load bak dan seterusnya, sehingga terjadi tabrakan beruntun melibatkan 15 kendaraan dan mengakibatkan tertutupnya semua lajur B arah Jakarta,” ungkap Joko.

Baca Juga:  17 Ribu Botol Miras Dimusnahkan Polisi di Bogor, 4 Pelaku Ditetapkan sebagai Tersangka

Sebanyak 15 kendaraan tercatat terlibat dalam kecelakaan, yakni:

  1. Traktor head UD;
  2. Suzuki pikap;
  3. Light truck load bak;
  4. Suzuki APV;
  5. Dua unit Toyota Hiace;
  6. Honda Brio;
  7. Colt Diesel Box;
  8. Chevrolet;
  9. Toyota Innova;
  10. Mitsubishi pikap;
  11. Toyota Calya;
  12. Toyota Rush; dan
  13. Chery.

Kecelakaan tersebut membuat seluruh lajur arah Jakarta di lokasi kejadian tertutup.

PJR Induk Cipularang bersama Unit Laka Polres Purwakarta kemudian melakukan penanganan.

Petugas juga melakukan pendataan terhadap kendaraan dan pengemudi yang terlibat.

Unit towing dan kendaraan penyelamatan turut dikerahkan ke lokasi.

Satu Orang Mengalami Luka Berat

Kecelakaan tersebut tidak menyebabkan korban meninggal dunia berdasarkan laporan sementara.

Satu orang tercatat mengalami luka berat.

Joko mengidentifikasi korban luka sebagai pengemudi truk traktor UD.

Agung masih menjalani perawatan di IGD Radjak Hospital Purwakarta pada Rabu (7/10).

Kaki kirinya dipasang penyangga setelah mengalami patah tulang.

Ia juga mengalami sejumlah luka setelah kecelakaan.

Pelipis kirinya memar akibat terbentur setir.

“Ya, kondisinya saya masih syok sampai sekarang, saya juga masih kaget. Ini kaki sebelah kiri patah, enggak bisa digerakkan. Terus, ya, paling luka lecet-lecet, ini (pelipis kiri) memar kebentur setir,” kata Agung.

Agung juga mengeluhkan sesak pada bagian dada.

Ia mengatakan sempat terjepit di dalam kendaraan setelah tabrakan.

“Dada sesak, pengap setelah kecelakaan, ya, mungkin karena saya terjepit juga,” lanjutnya.

Agung mengatakan dirinya sempat tidak sadar ketika kecelakaan terjadi.

Ketika sadar, ia sudah berada dalam kondisi terjepit di kabin truk.

“Intinya pas begitu kecelakaan terjadi, saya juga di situ enggak sadar, pas sadar saya sudah kejepit,” ujarnya.

Arus Lalu Lintas Melambat sebelum Kecelakaan

Agung menjelaskan lalu lintas sedang padat saat truk mendekati lokasi kejadian.

Baca Juga:  Tiga Mobil Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Purbaleunyi, Ini Kronologinya

Menurut keterangannya, terdapat pekerjaan perbaikan di depan lokasi.

Kondisi tersebut menyebabkan kendaraan di depannya melambat.

Agung kemudian berusaha melakukan pengereman.

Namun, ia mengaku sistem pengereman truk tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Kondisi itu dirasakan ketika kendaraan mendekati lokasi kecelakaan.

“Pas awal berangkat dari Bandung itu mobil baik-baik saja, tapi pas di lokasi kejadian kebetulan remnya lumayan mendadak juga. Saya rem, saya kocok-kocok, enggak ada,” ujarnya.

Agung menduga gangguan pengereman berasal dari kebocoran minyak rem.

Dugaan tersebut merupakan keterangan dari pengemudi truk.

“Kalau penyelidikan pasti itu karena memang remnya blong, itu dari kebocoran minyak rem. Ada bocor di situ,” katanya.

Saat tabrakan terjadi, Agung menyebut kecepatan truk sekitar 40 kilometer per jam.

“Untung saat kejadian kecepatannya lumayan pelan sekitar 40. Itu kalau lagi kencang saya juga enggak tahu bakal seperti apa. Mungkin bisa ada korban jiwa,” ujarnya.

Truk yang dikemudikan Agung saat itu membawa makanan ringan.

Kendaraan tersebut melakukan perjalanan dari Bandung menuju Jakarta.

Perkara kecelakaan selanjutnya ditangani Unit Laka Polres Purwakarta.

(AKM/NID/RAD)

has a keen interest in media and tech. With SEO writing skills and breaks down the latest digital trends.

Trending