Connect with us

Internasional

Kapal Supertanker Iran Lolos Blokade AS, Melaju ke RI

VLCC milik Iran membawa 1,9 juta barel minyak senilai Rp3,8 triliun dan berhasil menghindari blokade AS dan terdeteksi di perairan Indonesia.

Logompn

Published

on

Kapal Supertanker Iran Lolos Blokade AS, Melaju ke RI
Kapal Supertanker Iran Lolos Blokade AS, Melaju ke RI. Gambar: Anadolu Agency

MPN Indonesia 5 Mei 2026 - Sebuah kapal tanker super milik Iran dilaporkan berhasil menghindari blokade laut yang diberlakukan Amerika Serikat dan saat ini berlayar di perairan Indonesia, membawa lebih dari 1,9 juta barel minyak mentah.

Laporan ini disampaikan TankerTrackers pada Minggu (3/5) yang menyebut kapal tersebut merupakan jenis Very Large Crude Carrier (VLCC) milik National Iranian Tanker Company (NITC) dan tengah bergerak menuju kawasan Timur Jauh melalui perairan Indonesia.

“Sebuah kapal tanker super VLCC milik National Iranian Tanker Company (NITC) yang membawa lebih dari 1,9 juta barel minyak mentah (senilai hampir 220 juta dolar AS) berhasil menghindari Angkatan Laut AS dan mencapai Timur Jauh,” tulis akun X @TankerTrackers, dikutip MPN Indonesia pada Selasa (5/5).

Kapal tersebut diidentifikasi bernama Huge (9357183).

Nilai muatan minyak mentah tersebut diperkirakan hampir US$220 juta atau sekitar Rp3,8 triliun.

Pergerakan Kapal

Berdasarkan data pelacakan maritim, kapal terakhir terpantau di lepas pantai Sri Lanka lebih dari sepekan lalu sebelum dilaporkan melintasi Selat Lombok di Indonesia dan bergerak menuju Kepulauan Riau.

Informasi pelacakan juga menunjukkan kapal tidak memancarkan sinyal Automatic Identification System (AIS) sejak Jumat (20/3), saat meninggalkan Selat Malaka.

Penghentian sinyal AIS disebut dalam laporan sebagai langkah yang kerap digunakan kapal-kapal tertentu untuk mengurangi pelacakan selama operasi maritim sensitif.

Laporan mengenai lolosnya kapal tanker Iran ini muncul di tengah kebijakan blokade yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap Iran sejak Senin (13/4).

Kebijakan tersebut berkaitan dengan pengaturan pelayaran di jalur Selat Hormuz yang mengalirkan sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas global.

Situasi Blokade

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Washington telah menguasai penuh Selat Hormuz dan menyebut blokade terhadap Iran sebagai “sangat berhasil”.

Baca Juga:  Indonesia-Australia Perkuat Hubungan, Prabowo: Tetangga yang Baik akan Saling Membantu

Meski demikian, sejumlah laporan menyebut beberapa kapal Iran masih dapat menembus pengawasan.

Media pemerintah Iran mengklaim sedikitnya 52 kapal, termasuk 31 kapal tanker minyak, berhasil melewati blokade dalam waktu 72 jam.

Di sisi lain, militer Amerika Serikat menyatakan telah mencegat atau memaksa sekitar 41 kapal terkait Iran untuk berbalik arah sejak kebijakan blokade diberlakukan.

Amerika Serikat juga menyatakan kebijakan tersebut telah menyebabkan kerugian miliaran dolar bagi Iran serta membatasi ekspor minyak negara tersebut.

Hingga laporan mengenai kapal tanker Huge ini beredar, belum terdapat tanggapan resmi dari pihak Amerika Serikat maupun Iran terkait pelayaran kapal tersebut di perairan Indonesia.

(ADN/NID/RAD)

Trending