Internasional
Iran Serahkan Proposal Berisi 14 Poin Perdamaian ke Pakistan untuk Akhiri Perang dengan AS
Konflik Iran-AS memasuki fase baru. Proposal 14 poin diajukan Iran, termasuk pencabutan sanksi dan penarikan pasukan.
MPN Indonesia 4 Mei 2026 - Iran menyerahkan proposal perdamaian berisi 14 poin kepada Pakistan sebagai mediator untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat (AS) sebagaimana dilaporkan oleh Tasnim News Agency pada Sabtu (2/5).
Proposal tersebut merupakan respons atas rencana sembilan poin yang diajukan AS, dengan fokus utama pada penghentian perang secara permanen, bukan sekadar perpanjangan gencatan senjata.
Langkah ini terjadi setelah Pakistan sebelumnya memediasi gencatan senjata pada awal April dan terus berperan dalam proses negosiasi.
Pengajuan proposal dilakukan Teheran melalui jalur diplomatik kepada Pakistan pada Kamis (30/4) malam, beberapa minggu setelah gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April 2026.
Iran Ingin Akhiri Perang
Dalam proposal tersebut, Iran menegaskan keinginan untuk menyelesaikan seluruh isu dalam waktu 30 hari, berbeda dengan usulan Washington yang menginginkan gencatan senjata selama dua bulan.
“Sekarang bola (keputusan) berada di tangan Amerika Serikat untuk memilih jalur diplomasi atau melanjutkan pendekatan konfrontatif,” ujar Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, dikutip MPN Indonesia melalui Al Jazeera pada Senin (4/5).
Presiden AS Donald Trump merespons dengan menyatakan masih mempelajari proposal tersebut, namun meragukan kemungkinan tercapainya kesepakatan.
Ia juga memperingatkan potensi kembalinya serangan jika situasi memburuk.
“Jika mereka melakukan sesuatu yang buruk, ada kemungkinan hal itu bisa terjadi,” ujar Trump kepada wartawan di Florida.
Isi Proposal yang Diajukan Iran
Proposal 14 poin yang diajukan Iran mencakup sejumlah tuntutan utama, beberapa di antaranya adalah:
- Jaminan tidak adanya aksi militer di masa depan
- Penarikan pasukan AS dari wilayah sekitar Iran
- Pencabutan blokade laut
- Pembebasan aset Iran yang dibekukan
- Pembayaran kompensasi perang
- Penghentian konflik di berbagai front, termasuk Lebanon.
Selain itu, Iran juga mengusulkan kerangka baru terkait pengelolaan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi minyak dan gas global.
Selat Hormuz masih berada dalam kondisi terblokir sejak konflik dimulai yang berdampak signifikan terhadap ekonomi global.
Iran menutup jalur tersebut sebagai respons atas serangan militer yang dilancarkan AS dan Israel, serta blokade laut terhadap pelabuhan Iran.
Hingga saat ini, kedua pihak masih terlibat dalam aksi militer terbatas di kawasan tersebut, termasuk penangkapan dan intersepsi kapal.
Dalam proses negosiasi, terdapat sejumlah perbedaan mendasar antara kedua pihak.
Iran menuntut pengakuan atas haknya untuk memperkaya uranium sebagai bagian dari komitmen dalam perjanjian Non-Proliferation of Nuclear Weapons (NPT), sementara AS menjadikan isu nuklir sebagai “garis merah”.
Dinamika Negosiasi
Meski gencatan senjata masih berlaku, situasi tetap rapuh.
Pasukan Garda Revolusi Iran dilaporkan berada dalam kondisi siaga menghadapi kemungkinan eskalasi.
Pernyataan dari unit intelijen IRGC menyebutkan bahwa ruang pengambilan keputusan bagi AS semakin sempit di tengah tekanan militer dan diplomatik.
Dengan berbagai kepentingan yang saling bertentangan, proses menuju perdamaian permanen masih menghadapi tantangan.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
