Connect with us

Viral

Kronologi Pemotor Tewas Tertabrak KA Sangkuriang di Jember

Seorang pengendara motor tewas setelah tertabrak KA Sangkuriang di perlintasan sebidang Desa Bedadung, Jember, Jawa Timur.

Logompn

Published

on

Kronologi Pemotor Tewas Tertabrak KA Sangkuriang di Jember
Ilustrasi Kereta Api. Gambar: X/@keretaapikita

Jawa Timur, MPN Indonesia 15 Mei 2026 - Seorang pengendara motor berinisial R (24) meninggal dunia setelah tertabrak KA Sangkuriang di perlintasan sebidang Desa Bedadung, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (13/5) sekitar pukul 17.45 WIB.

Insiden bermula saat korban melintas di rel tanpa memperhatikan kereta yang sudah dekat, sementara palang pintu di JPL 168 Km 205+5/6 petak jalan Kotok (KTK)-Arjasa (AJ) itu belum dijaga petugas.

Kanit Laka Satlantas Polres Jember Ipda Tommy Nuralamsyah membenarkan peristiwa kecelakaan tersebut.

“Memang betul sudah terjadi laka lantas di pintu perlintasan kereta api JPL 205 di Desa Bedadung, Kecamatan Pakusari yang melibatkan roda dua dan kereta api Sangkuriang relasi Banyuwangi-Bandung. Tepatnya pada pukul 17.45 WIB,” kata Tommy dalam keterangannya, Rabu (13/5).

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, kecelakaan diduga akibat kurangnya kewaspadaan korban saat menyeberangi rel.

“Kereta api ini dari Banyuwangi tujuan Bandung dan sesampai di TKP kami duga ada kelalaian dari pengendara roda dua yang menyeberangi perlintasan tanpa menoleh kanan dan kiri,” ujarnya.

Kronologi Pemotor Tewas Tertabrak KA Sangkuriang

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, peristiwa tersebut terjadi saat sepeda motor Honda Beat yang dikendarai korban melaju dari arah selatan menuju perlintasan sebidang kereta api.

Pada saat bersamaan, KA Sangkuriang melintas dengan relasi Banyuwangi-Bandung.

Manager Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyampaikan bahwa sebelum kejadian masinis telah memberikan peringatan.

“Masinis KA PLB 7046A (Sangkuriang) sebelumnya telah memberikan semboyan 35 atau isyarat peringatan secara berulang kali. Namun karena jarak yang sudah terlalu dekat, kejadian temperan tidak dapat dihindarkan,” kata Cahyo.

Baca Juga:  Santri Tewas Terlindas Mobil usai Nekat Nyebrang Jalan Tol Demi Cari Kayu Bakar

Akibat kecelakaan tersebut, korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Jenazah kemudian dievakuasi petugas bersama warga sekitar dan dibawa ke Rumah Sakit dr. Soebandi untuk penanganan lebih lanjut.

“Korban meninggal dunia di TKP dan saat ini berada di Rumah Sakit dr. Soebandi. Setelah ini kami akan ke rumah sakit untuk meminta visum dokter,” tambah Tommy.

Tommy juga menyatakan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung.

“Untuk keterangan lebih lanjut akan kami sampaikan setelah selesai meminta visum dan mengolah data,” tandasnya.

Seluruh petugas dan penumpang KA Sangkuriang dilaporkan dalam kondisi selamat.

Kereta sempat berhenti luar biasa untuk pemeriksaan sarana dan kembali melanjutkan perjalanan setelah dinyatakan aman.

Cahyo menyampaikan bahwa kereta api tidak dapat berhenti mendadak karena memiliki jarak pengereman yang panjang.

Ia juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang.

Keterangan KAI terkait Kondisi Perlintasan

Lokasi kecelakaan KA Sangkuriang diketahui telah dilengkapi pos jaga dan palang pintu.

Humas Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya, Alfaviega Septian, menjelaskan bahwa Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan telah membangun fasilitas tersebut bersamaan dengan proyek peningkatan jalur kereta api Jember-Kalisat.

“Namun, saat ini di lokasi JPL 168 tersebut belum tersedia personel atau SDM untuk pengoperasian palang pintu yang telah kami bantu pembangunannya,” kata Viega, Rabu (13/5).

Ia menambahkan bahwa pihaknya telah beberapa kali berkoordinasi dan bersurat kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Jember agar menyiapkan petugas penjaga perlintasan.

“Surat terakhir kami kirim pada 8 April 2026 lalu,” ujarnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending