Connect with us

Viral

Korban Meninggal Kecelakaan Bus ALS vs Truk Tangki BBM Bertambah jadi 19 Orang

Korban meninggal kecelakaan bus ALS dan truk tangki BBM di Musi Rawas Utara bertambah menjadi 19 orang setelah korban luka bakar berat meninggal dunia.

Logompn

Published

on

Korban Meninggal Kecelakaan Bus ALS vs Truk Tangki BBM Bertambah jadi 19 Orang
Korban Meninggal Kecelakaan Bus ALS vs Truk Tangki BBM Bertambah jadi 19 Orang. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 16 Mei 2026 - Korban meninggal dunia dalam kecelakaan bus ALS dengan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatra, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatra Selatan pada Rabu (6/5) bertambah menjadi 19 orang.

Usai menjalani perawatan intensif selama sembilan hari akibat luka bakar berat, Jumiatun (34) meninggal dunia pada Jumat (15/5) pagi di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang.

Kepala RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, Kombes Pol Budi Susanto, membenarkan kabar tersebut.

“Iya benar, korban kecelakaan bus ALS yang menjalani perawatan di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang tadi pagi meninggal dunia,” ujar Budi Susanto, Jumat (15/5).

Dengan meninggalnya Jumiatun, jumlah korban jiwa dalam kecelakaan bus ALS tersebut menjadi 19 orang.

“Dua korban meninggal dalam perawatan dan 17 korban lain terbakar dan identitasnya sore nanti kita umumkan,” jelas Budi.

Kronologi dan Kondisi Korban Kecelakaan

Kecelakaan bus ALS dengan truk tangki BBM terjadi pada Rabu (6/5) di Jalan Lintas Sumatra, wilayah Karang Jaya, Muratara, Sumatra Selatan.

Insiden tersebut adu banteng antara bus ALS dan truk tangki yang kemudian memicu kebakaran hebat.

Sesaat setelah benturan terjadi, bus dilaporkan meledak dan api membakar seluruh badan kendaraan, menyebabkan banyak penumpang terjebak di dalam.

Korban meninggal terdiri atas 14 penumpang bus ALS, satu sopir truk tangki, dan satu kenek truk tangki.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumsel awalnya menerima 16 kantong jenazah untuk proses identifikasi.

Dalam pemeriksaan lanjutan, ditemukan satu potongan tubuh tambahan sehingga jumlah korban meninggal saat itu bertambah menjadi 17 orang.

Baca Juga:  Bus Terbakar Hebat di KM 139 Tol Cipali, Seluruh Penumpang Selamat

Jenazah yang terbakar ditempatkan di ruang pendingin sebelum menjalani tahapan pemeriksaan lanjutan oleh tim DVI Pusdokkes Polri.

Proses identifikasi dilakukan dengan mengandalkan sampel tulang untuk pemeriksaan DNA, mengingat kondisi tubuh korban rusak parah akibat kebakaran, bahkan mencapai 99 persen.

Kondisi Korban setelah Perawatan

Jumiatun diketahui mengalami luka bakar hingga 90 persen di sekujur tubuhnya.

Ia dirujuk dari RSUD Rupit ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang pada Sabtu (9/5) malam untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Selama perawatan di ruang ICU, ia telah dua kali menjalani operasi debridement untuk mengangkat jaringan kulit mati serta benda asing di tubuhnya.

Menurut keterangan pihak rumah sakit, luka bakar yang dialami Jumiatun juga mengenai saluran pernapasan dan pencernaannya sehingga kondisinya terus menurun.

Sementara itu, suaminya, Ngadiono (44) yang juga menjadi korban kecelakaan tersebut, mengalami luka bakar sekitar 50 persen.

Kondisinya dilaporkan membaik, sudah dapat diajak berkomunikasi dan mengonsumsi makanan lunak, meski masih dalam pemantauan intensif dan berpotensi menjalani tindakan operasi lanjutan.

Selain Jumiatun, satu korban selamat lainnya, Muhammad Fahrul Hubaidi (32), sebelumnya meninggal dunia usai menjalani operasi di RSUD Rupit.

(AKM/NID/RAD)

Trending