Connect with us

Berita

KNKT Ungkap Ada Jeda 3 Menit antara Kecelakaan KRL-KA Argo Bromo dan KRL-Taksi di Bekasi Timur

KNKT mengungkap jeda tabrakan KRL dengan taksi hingga kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur hanya 3 menit 43 detik.

Logompn

Published

on

KNKT Ungkap Ada Jeda 3 Menit antara Kecelakaan KRL KA Argo Bromo dan KRL Taksi di Bekasi Timur
Stasiun Bekasi Timur. Gambar: X/@keretaapikita

MPN Indonesia 22 Mei 2026 - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap jeda waktu antara kecelakaan KRL Commuter Line dengan mobil taksi hingga tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur hanya berlangsung 3 menit 43 detik.

Fakta itu disampaikan Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis (21/5).

“Jadi 20:52:12 terjadi tabrakan, jadi antara tabrakan KA 5181 dengan taksi dan jeda waktu dengan KA Bromo Anggrek tabrakan dengan Commuter Line 5568 sekitar 3 menit 43 detik. Jadi memang cukup singkat antara tabrakan 5181 dengan tabrakan Argo Bromo,” ujar Soerjanto.

Penjelasan Kronologi Peristiwa

KNKT menjelaskan rangkaian kejadian bermula ketika KA 5568 Commuter Line masuk dan berhenti di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20.48.13 WIB untuk proses naik turun penumpang.

Setelah itu, pada pukul 20.48.29 WIB terjadi tabrakan antara KA 5181 Commuter Line dengan mobil taksi di perlintasan sebidang JPL Bekasi Timur jalur hilir.

Dalam situasi tersebut, rangkaian KRL sempat bergerak sejauh 1,69 meter sebelum kembali berhenti.

“KA 5568 setelah naik turun penumpang berjalan 1,69 meter, jadi cuma pendek saja, dan berhenti karena masinis melihat kerumunan masyarakat di jalur hulu,” kata Soerjanto.

Di tengah kondisi tersebut, KA Argo Bromo Anggrek tercatat mulai bergerak dari jalur 3 Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20.50.43 WIB.

Berdasarkan data KNKT, kereta tersebut mendapatkan sinyal keluar beraspek hijau sebelum akhirnya menabrak rangkaian KRL yang masih berada di area Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20.52.12 WIB.

Kondisi Persinyalan saat Kejadian

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mempertanyakan kondisi persinyalan ketika KA Argo Bromo Anggrek melintas menuju lokasi kejadian.

Baca Juga:  Deretan Fakta KRL Ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

“Berarti kesimpulan yang didapat oleh KNKT waktu terjadi tabrakan antara kereta dengan mobil, terus bergeraklah kereta Argo Bromo Anggrek dan terjadilah menabrak kereta Commuter Line itu sinyalnya sudah hijau Pak ya?” tanya Lasarus.

“Sinyalnya hijau Pak,” jawab Soerjanto.

Lasarus kemudian kembali mempertanyakan sistem pengamanan jalur kereta dalam situasi tersebut.

“Harusnya merah kan Pak ya? karena di depan ada obstacle,” ujar Lasarus.

Menanggapi pertanyaan tersebut, KNKT menegaskan paparan yang disampaikan dalam rapat masih berupa data faktual awal investigasi.

Sehingga data itu belum memuat analisis maupun kesimpulan penyebab kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.

KNKT juga menyampaikan proses investigasi masih terus berjalan dengan pendalaman berbagai data terkait rangkaian peristiwa kecelakaan kereta tersebut.

Investigasi dilakukan dengan prinsip no blame, no judicial, dan no liability yang difokuskan untuk peningkatan keselamatan transportasi.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending