Politik
Gibran Ajak Anak Muda Bersatu Hadapi Krisis Global
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengajak generasi muda Indonesia untuk bersatu menghadapi krisis global yang semakin kompleks.
MPN Indonesia 23 Mei 2026 - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengajak generasi muda Indonesia, khususnya Pemuda Muhammadiyah, untuk bersatu menghadapi krisis global yang dinilai semakin kompleks.
Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Tanwir II Pemuda Muhammadiyah Tahun 2026 di Hotel Four Points by Sheraton, Badung, Bali, Kamis (21/5).
Dalam forum tersebut, Gibran menekankan pentingnya kolaborasi antargenerasi muda untuk mendukung pembangunan nasional di tengah tantangan geopolitik.
“Ini adalah momen-momen yang penuh dinamika, ini adalah krisis global, geopolitik yang tidak menentu, perang dagang, perang tarif, perubahan iklim, disrupsi teknologi, ini waktunya anak-anak muda, sesama anak muda saling bergandengan tangan,” kata Gibran.
Soroti Momentum Bonus Demografi
Gibran menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan global yang ada.
“Pemerintah tidak bisa sendiri, apalagi nanti kita ada bonus demografi, di mana sebagian besar penduduk kita ada pada usia yang produktif,” ujarnya.
Menurut Gibran, momentum bonus demografi menjadi fase krusial yang hanya terjadi satu kali.
Oleh sebab itu, kondisi tersebut harus dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing generasi muda Indonesia.
“Ini adalah saat yang sangat penting, sangat krusial, karena momen ini hanya datang satu kali dan tidak akan terulang lagi. Karena itu saya berpesan sekali lagi, anak-anak muda harus saling bergandengan tangan,” ujar dia.
Ajak Pemuda Terlibat dalam Pembangunan Wilayah 3T
Gibran mengajak Pemuda Muhammadiyah untuk lebih aktif terlibat dalam pembangunan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk Papua.
Gibran menyampaikan bahwa dirinya telah beberapa kali mengunjungi berbagai wilayah di Papua untuk memastikan program pemerintah menjangkau masyarakat di daerah terpencil.
Ia berharap Pemuda Muhammadiyah dapat melihat langsung kondisi lapangan sekaligus berkontribusi pada sektor pendidikan dan kesehatan.
“Kalau bisa mungkin kunjungan berikutnya kita ajak teman-teman Pemuda Muhammadiyah ke Papua, biar tahu keadaan real di sana seperti apa, bagaimana tantangannya di sana seperti apa,” ujarnya.
“Karena Pemuda Muhammadiyah pasti sangat konsen untuk masalah kesehatan dan pendidikan,” sambungnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
