Connect with us

Politik

Optimis dengan Pertumbuhan Ekonomi RI, Purbaya: Enam Bulan ke Depan Orang Susah Makin Berkurang

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimis kondisi masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi akan membaik dalam enam bulan ke depan.

Logompn

Published

on

Optimis dengan Pertumbuhan Ekonomi RI, Purbaya Enam Bulan ke Depan Orang Susah Makin Berkurang
Optimis dengan Pertumbuhan Ekonomi RI, Purbaya: Enam Bulan ke Depan Orang Susah Makin Berkurang. Gambar: Instagram/@menkeuri

MPN Indonesia 24 Mei 2026 - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimis kondisi masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi akan membaik dalam enam bulan ke depan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam ajang Jogja Financial Festival 2026 pada Jumat (22/5).

“Saya pikir 6 bulan dari sekarang akan semakin kelihatan bahwa orang-orang yang tadinya susah itu, Pak, akan semakin berkurang dan berkurang lagi,” katanya, dikutip MPN Indonesia dari YouTube LPS_IDIC Official, Minggu (24/5).

Ia menekankan pergerakan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbeda dengan fondasi ekonomi.

“Jadi rupiah dan IHSG beda dengan fondasi ekonomi. Kadang-kadang ya, karena di situ ada ekspektasi juga ke depan seperti apa. Nilai tukar rupiah dipenuhi ekspektasi, nilai pasar saham juga dipenuhi ekspektasi,” ujar Purbaya.

Sebut Kondisi Ekonomi saat Ini Beda dengan 1998

Purbaya mengakui sejak akhir tahun lalu pasar keuangan domestik dipengaruhi berbagai sentimen negatif.

Beberapa faktor yang disebutkan meliputi evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI), pemangkasan outlook kredit oleh sejumlah lembaga pemeringkat global, serta tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Kondisi tersebut, menurutnya, membuat perekonomian Indonesia seolah-olah berada dalam situasi krisis seperti 1998.

Padahal, kata Purbaya, kondisi saat ini berbeda dengan krisis moneter 1998.

Ia memastikan pemerintah terus memperbaiki fondasi ekonomi nasional dan tidak berada dalam skema bantuan Dana Moneter Internasional (IMF).

“Dan sekarang boleh dibilang, walaupun enggak sempurna ya, kebijakan yang besarnya enggak ada yang salah. Kita enggak akan mengulangi 1998 lagi,” ucapnya.

“Karena waktu itu kan ada IMF. Kalau sekarang kan saya bukan IMF. Saya pinteran dikit dari IMF. Jadi enggak usah takut,” imbuhnya.

Baca Juga:  Purbaya: Perjalanan Pejabat ke Luar Negeri Dihilangkan, Kecuali Kepepet

Indeks Saham Diperkirakan akan Naik

Purbaya memperkirakan potensi kenaikan indeks saham dalam beberapa tahun mendatang masih terbuka.

Berdasarkan perhitungannya, dari titik terendah ekonomi, pertumbuhan dapat mencapai empat hingga lima kali lipat pada periode 2028-2030.

“Kalau kemarin let’s say terendahnya 7.000, kalau 4 kali nanti akhir tahun 2028-2029-2030, jadi prospek meningkatnya sangat baik,” pungkas Purbaya.

(AKM/NID/RAD)

Trending