Connect with us

Berita

BGN Luncurkan Aplikasi Reviu MBG, Guru hingga Kaposyandu Bisa Awasi Kualitas Makanan

Badan Gizi Nasional (BGN) meluncurkan aplikasi reviu menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperkuat pengawasan kualitas makanan.

Logompn

Published

on

BGN Luncurkan Aplikasi Reviu MBG, Guru hingga Kaposyandu Bisa Awasi Kualitas Makanan
BGN Luncurkan Aplikasi Reviu MBG, Guru hingga Kaposyandu Bisa Awasi Kualitas Makanan. Gambar: Badan Gizi Nasional

MPN Indonesia 27 Mei 2026 - Badan Gizi Nasional (BGN) meluncurkan aplikasi reviu Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperkuat pengawasan kualitas makanan dalam program makan bergizi gratis.

Aplikasi reviu tersebut memungkinkan guru dan kepala pos pelayanan terpadu (Kaposyandu) melakukan penilaian langsung terhadap makanan yang diterima penerima manfaat di lapangan.

“Aplikasi ini dikembangkan agar penerima manfaat ikut terlibat dalam pengawasan kualitas MBG,” ujar Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, dikutip MPN Indonesia dari laman resmi MBG, Rabu (27/5).

“Dengan demikian Kepala SPPG dan seluruh mitra semakin serius menjaga kualitas makanan yang didistribusikan,” sambungnya.

Aspek Penilaian

Aplikasi reviu Menu MBG (Organoleptik) dirancang agar proses evaluasi kualitas makanan dapat dilakukan secara cepat dan terukur.

Pengguna aplikasi, yakni guru yang ditunjuk pihak sekolah dan Kaposyandu, memberikan laporan langsung setelah paket MBG diterima oleh kelompok penerima manfaat.

Indikator penilaian dalam sistem meliputi ketepatan waktu pengiriman makanan, aroma makanan, rasa makanan, hingga variasi menu yang disajikan.

Selain itu, aspek tampilan makanan juga menjadi bagian dari evaluasi kualitas yang dilaporkan.

BGN Terima 1.707 Laporan Menu MBG

Berdasarkan data Dashboard Reviu Menu MBG seluruh wilayah per Sabtu (23/5) pukul 21.31 WIB, tercatat sebanyak 1.707 laporan masuk dari berbagai daerah.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.705 laporan atau 99,88 persen menyatakan makanan layak dikonsumsi, sementara dua laporan menyebut makanan tidak layak konsumsi.

Dari sisi distribusi, sebanyak 1.672 laporan atau 97,95 persen menyebut makanan diterima tepat waktu maupun lebih awal.

Sebanyak 35 laporan mencatat adanya keterlambatan pengiriman makanan.

Dalam aspek kualitas sensorik, aroma makanan dinilai layak dalam 1.702 laporan atau 99,71 persen.

Baca Juga:  Kepala BGN Buka Suara usai Ramai Desakan Setop MBG karena Marak Kasus Keracunan

Pada aspek tampilan makanan, sebanyak 1.697 laporan atau 99,41 persen menyebut kondisi makanan sesuai standar.

Sementara dari sisi rasa, 1.688 laporan atau 98,89 persen menyatakan rasa makanan dapat diterima oleh penerima manfaat.

(AKM/NID/RAD)

Trending