Connect with us

Internasional

Rusia Serang Kyiv Ibu Kota Ukraina, Tembakkan Ratusan Drone dan Puluhan Rudal

Rusia melancarkan serangan besar ke Ukraina dengan 90 rudal dan 600 drone. Kyiv menjadi wilayah paling terdampak.

Logompn

Published

on

Rusia Serang Kyiv Ibu Kota Ukraina, Tembakkan Ratusan Drone dan Puluhan Rudal
Rusia Serang Kyiv Ibu Kota Ukraina, Tembakkan Ratusan Drone dan Puluhan Rudal. Gambar: AP/Evgeniy Maloletka

MPN Indonesia 26 Mei 2026 - Rusia melancarkan serangan besar-besaran ke ke berbagai wilayah Ukraina termasuk Kyiv, ibu kota Ukraina, pada Sabtu malam.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan ibu kota menjadi wilayah paling terdampak, dengan sedikitnya empat orang tewas di Kyiv dan wilayah sekitarnya serta hampir 100 orang mengalami luka-luka.

Angkatan Udara Ukraina melaporkan dari total 90 rudal dan 600 drone yang diluncurkan Rusia, sebanyak 55 rudal balistik dan jelajah serta 549 drone berhasil ditembak jatuh atau dicegat, sementara 19 rudal dilaporkan tidak mencapai target.

Namun, terdapat 16 serangan rudal langsung dan 51 serangan drone di 54 lokasi.

“Sayangnya, tidak semua rudal balistik berhasil ditembak jatuh. Kyiv menderita serangan paling banyak, dan Kyiv adalah target utama serangan Rusia ini,” kata Zelensky, dikutip MPN Indonesia melalui CNN World pada Selasa (26/5).

Dalam konflik internasional tersebut, Rusia disebut menggunakan rudal balistik hipersonik Oreshnik, yang menurut Amerika Serikat diklasifikasikan sebagai rudal jarak menengah dan mampu membawa beberapa hulu ledak konvensional atau nuklir.

Dampak Serangan di Kyiv dan Wilayah Lain

Bangunan tempat tinggal, pusat perbelanjaan, sekolah, gedung layanan darurat, gedung opera, museum, gedung kabinet Ukraina, dan Kementerian Luar Negeri dilaporkan mengalami kerusakan.

Museum Chernobyl di Kyiv dilaporkan hancur, sementara museum seni nasional dan gedung filharmonik Kyiv juga mengalami kerusakan.

Secara keseluruhan, sekitar 30 bangunan di kota itu rusak atau hancur.

Salah satu korban tewas terjadi setelah sebuah gedung apartemen sembilan lantai di distrik Shevchenko dihantam dan terbakar di lantai atas.

Di distrik yang sama, serangan udara di dekat tempat perlindungan di sebuah sekolah menghalangi pintu masuk dengan puing-puing dan menjebak beberapa orang di dalamnya.

Baca Juga:  Bertemu Putin, Prabowo Ucapkan Terima Kasih RI Didukung jadi Anggota BRICS

Layanan darurat dikerahkan untuk memadamkan api, membersihkan puing, dan mengevakuasi korban.

Selain Kyiv, wilayah Cherkasy, Kharkiv, Odesa, Poltava, Sumy, Zhytomyr, serta Kherson di selatan juga dilaporkan menjadi sasaran.

Dua kematian dilaporkan terjadi di wilayah Kherson.

Penggunaan Rudal Oreshnik 

Ini merupakan kali ketiga Rusia menggunakan rudal Oreshnik dalam perang di Ukraina.

Zelensky mengatakan rudal tersebut jatuh di dekat kota Bila Tserkva, sekitar 40 mil atau 64 kilometer dari pinggiran Kyiv, yang berpenduduk sekitar 200.000 jiwa.

Dikutip MPN Indonesia melalui Reuters, berdasarkan tinjauan rekaman oleh penyelidik Centre for Information Resilience Rollo Collins, hulu ledak Oreshnik tampak terpecah menjadi 36 submunisi.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan penggunaan Oreshnik dan rudal lainnya merupakan tanggapan atas “serangan teroris Ukraina terhadap sasaran sipil di wilayah Rusia.”

Serangan ini terjadi setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pembalasan atas dugaan serangan Ukraina di Starobilsk, kota yang diduduki Rusia di Luhansk timur.

Putin menuduh Ukraina melakukan tindakan “teroris” dan menyerang asrama mahasiswa.

Kantor berita Rusia TASS melaporkan jumlah korban tewas menjadi 18 orang, dengan tiga orang diyakini terjebak di bawah reruntuhan, sementara pejabat Rusia sebelumnya menyebut 21 orang tewas.

Militer Ukraina mengakui melakukan serangan di Starobilsk, namun menyatakan targetnya adalah fasilitas militer.

(ADN/NID/RAD)

Trending