Connect with us

Internasional

AS Serang Iran Lagi, Sasar Kapal dan Lokasi Peluncuran Rudal

Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap kapal dan lokasi peluncuran rudal Iran di wilayah selatan Iran pada Senin (25/5) waktu setempat.

Logompn

Published

on

AS Serang Iran Lagi, Sasar Kapal dan Lokasi Peluncuran Rudal
AS Serang Iran Lagi, Sasar Kapal dan Lokasi Peluncuran Rudal. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 26 Mei 2026 - Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap kapal dan lokasi peluncuran rudal Iran di wilayah selatan Iran pada Senin (25/5) waktu setempat.

Serangan itu dilancarkan di tengah berlangsungnya gencatan senjata sejak 8 April dan negosiasi perpanjangan kesepakatan antara kedua negara.

Serangan tersebut menargetkan lokasi peluncuran rudal serta kapal-kapal Iran yang disebut mencoba memasang ranjau di laut.

Militer AS menyatakan serangan itu dilakukan sebagai bentuk pertahanan diri untuk melindungi pasukannya dari ancaman Iran.

“Pasukan AS melakukan tindakan membela diri hari ini untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran,” kata Juru bicara Komando Pusat Militer AS (CENTCOM), Kapten Angkatan Laut Tim Hawkins, dikutip MPN Indonesia dari Fox News.

“Targetnya termasuk lokasi peluncuran rudal dan kapal-kapal Iran yang mencoba memasang ranjau. Komando Pusat AS terus membela pasukan kami sambil menahan diri selama gencatan senjata yang sedang berlangsung,” sambungnya.

Ledakan Terdengar di Sejumlah Wilayah

Media Iran sebelumnya melaporkan terdengar sejumlah ledakan di wilayah pesisir selatan, termasuk di kota pelabuhan Bandar Abbas.

Kantor berita Tasnim menyebut tiga ledakan terdengar di Bandar Abbas, sementara kantor berita Fars melaporkan suara serupa terdengar di dekat Sirik dan Jask.

Sementara itu, kantor berita Mehr menyatakan situasi di Bandar Abbas telah terkendali dan tidak ada alasan untuk khawatir.

Media pemerintah Iran melaporkan pejabat setempat melakukan penyelidikan setelah suara ledakan terdengar.

Konflik Iran vs AS-Israel

Pasukan AS dan Iran telah mematuhi gencatan senjata sejak 8 April, setelah perang pecah pada 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran.

Baca Juga:  Satu Pasukan UNIFIL Prancis Gugur di Lebanon

Iran merespons dengan menyerang Israel serta negara-negara sekutu AS di Teluk dan secara efektif menutup Selat Hormuz, yang menyebabkan lonjakan harga minyak global.

Laporan Axios menyebut draf nota kesepahaman yang sedang dibahas antara AS dan Iran mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Iran akan membersihkan ranjau dari Selat Hormuz dan mengizinkan kapal melintas tanpa pungutan tol.

Sebagai imbalannya, AS akan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran serta memberikan pengecualian sanksi terbatas yang memungkinkan Teheran menjual minyak selama periode 60 hari.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending