Internasional
Donald Trump Wanti-Wanti Oman soal Selat Hormuz: Berperilaku seperti Negara Lain atau Saya Ledakkan!
Donald Trump melontarkan ancaman keras kepada Oman terkait laporan kerja sama dengan Iran dalam pengelolaan Selat Hormuz.
MPN Indonesia 29 Mei 2026 - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (27/5) di Gedung Putih mengeluarkan peringatan keras kepada Oman terkait laporan pembicaraan negara tersebut dengan Iran.
Pembicaraan itu disebut membahas kerja sama pengelolaan dan pengaturan pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang menangani lebih dari 20 persen lalu lintas minyak global.
Trump menanggapi pertanyaan wartawan tentang kemungkinan kesepakatan jangka pendek yang memungkinkan Iran dan Oman mengendalikan selat tersebut.
“Tidak ada yang akan mengendalikannya. Ini perairan internasional, dan Oman akan berperilaku seperti negara lain, atau kita harus meledakkannya,” ujarnya, dikutip MPN Indonesia melalui Al Jazeera pada Jumat (29/5).
Ancaman terhadap Oman dan Respons atas Laporan Kesepakatan
Dalam rapat kabinet di Gedung Putih, Donald Trump menegaskan bahwa Selat Hormuz merupakan perairan internasional dan tidak boleh berada di bawah kendali negara tertentu.
“Selat itu akan terbuka untuk semua orang,” ujarnya kepada wartawan.
“Itu bagian dari negosiasi yang sedang kita lakukan. Mereka ingin mengendalikannya. Tidak ada yang akan bisa mengendalikannya,” tambahnya.
Laporan televisi pemerintah Iran sebelumnya menyebut adanya draf tidak resmi perjanjian antara Iran dan Amerika Serikat yang mencakup ketentuan bahwa Iran dan Oman akan bersama-sama mengelola lalu lintas melalui Selat Hormuz dan memulihkan pelayaran ke tingkat sebelum perang dalam waktu satu bulan.
Draf tersebut juga dilaporkan memuat pencabutan blokade angkatan laut AS dan penarikan pasukan militer AS dari wilayah Iran.
Namun Donald Trump membantah klaim tersebut.
“Kita tidak sedang membicarakan pelonggaran sanksi atau pemberian uang,” katanya.
Pemerintahan Amerika Serikat pada hari yang sama juga memberlakukan sanksi terhadap badan baru Iran yang disebut berupaya mengendalikan pengiriman barang melalui selat tersebut.
Sebagian pihak berspekulasi bahwa Donald Trump keliru menyebut Oman dan sebenarnya bermaksud merujuk pada Iran.
Meski demikian, Departemen Luar Negeri AS membagikan komentar tersebut di media sosial dengan transkrip yang tetap merujuk pada Oman.
Hubungan Oman dengan AS
Oman selama ini dikenal sebagai mitra strategis Amerika Serikat dan telah menjalin hubungan lebih dari 50 tahun, bahkan dalam sejumlah catatan disebut lebih dari 200 tahun dalam konteks hubungan bilateral.
Kedua negara memiliki berbagai perjanjian kerja sama, termasuk kemitraan keamanan, perjanjian perdagangan bebas, serta kesepakatan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang dimulai pada 28 Februari, Oman sebelumnya berperan sebagai mediator.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun pembicaraan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan permanen.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
