Connect with us

Berita

KAI akan Bangun Rel dari Aceh sampai Lampung, Butuh Dana Rp350 T

PT KAI menyiapkan proyek rel kereta Sumatra dari Aceh hingga Lampung. Total investasi yang diperlukan mencapai Rp350 triliun.

Logompn

Published

on

KAI akan Bangun Rel dari Aceh sampai Lampung, Butuh Dana Rp350 T
KAI akan Bangun Rel dari Aceh sampai Lampung, Butuh Dana Rp350 T. Gambar: X/@keretaapikita

Aceh, MPN Indonesia 5 Juni 2026 - PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan membangun jaringan rel kereta api yang menghubungkan Banda Aceh, Aceh, hingga Bandar Lampung, Lampung, dengan total panjang hampir 1.700 kilometer.

Rencana ini disampaikan Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/6).

Proyek ini memerlukan investasi sekitar US$20–25 miliar atau setara Rp350 triliun dan menjadi bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat konektivitas antarwilayah di Pulau Sumatra.

“Totalnya itu Sumatra bisa sekitar 20 sampai dengan 25 miliar dolar, Rp350 triliun dari ujung ke ujung,” ujarnya dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube TVR Parlemen pada Jumat (5/6).

Pembangunan jaringan ini ditargetkan dapat meningkatkan kapasitas transportasi umum, mempercepat distribusi barang, serta mendukung pertumbuhan ekonomi regional.

Tahap Awal Proyek

Bobby menyatakan bahwa jaringan kereta di Sumatra saat ini masih terpisah-pisah dan belum terintegrasi dari utara ke selatan pulau.

“Kalau kita lihat yang existing sekarang itu hanya sepotong-sepotong dari Bandar Lampung sampai Palembang gitu ya. Kemudian dari Bandar Lampung itu sampai Lubuk Linggau,” jelas Bobby.

“Kemudian dari Medan juga sedikit. Dari Padang juga sedikit,” imbuhnya.

Tahap awal proyek akan difokuskan pada pembangunan jalur Banda Aceh–Besitang, Sumatra Utara.

“Nah prioritas kita yang pertama itu adalah menghubungkan antara Banda Aceh dengan Besitang, itu totalnya itu sekitar 478 km. Ini DED-nya kita lagi bikin,” tambah Bobby.

Proyek ini termasuk reaktivasi jalur mati dan pembangunan jalur baru yang tercantum dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS).

Baca Juga:  Belum Sebulan Menjabat, Bupati Way Kanan Lampung Ali Rahman Meninggal

Rencana Pembangunan dan Reaktivasi Jalur

Proyek KAI mencakup reaktivasi jalur lama dan pembangunan jalur baru di beberapa wilayah Sumatra:

Aceh dan Sumatra Utara:

  • Banda Aceh–Sigli: 80 km
  • Sigli–Bireuen–Lhokseumawe–Besitang: 398 km
  • Langsa–Besitang: bagian dari jalur utama 478 km

Sumatra Barat:

  • Naras–Sungai Limau
  • Kayu Tanam–Padang Panjang–Bukittinggi–Limbanang
  • Muarakalaban–Sawahlunto
  • Padang Panjang–Batubalik
  • Batubalik–Solok
  • Solok–Muarakalaban
  • Total reaktivasi: ±248 km

Pembangunan jalur baru dengan total panjang 1.110 km. Koridor yang direncanakan meliputi:

  • Rantau Prapat–Dumai
  • Duri–Pekanbaru
  • Pekanbaru–Rengat
  • Rengat–Jambi
  • Kertapati–Tarahan–Bakauheni
  • Lubuklinggau–Bengkulu

Sebagai upaya memperkuat sistem logistik nasional, KAI turut merencanakan pengembangan jalur angkutan batu bara Tanjung Enim Baru–Tarahan II.

Proyek tersebut meliputi pembangunan lintasan baru serta peningkatan kapasitas jalur yang sudah ada dengan total panjang sekitar 313 kilometer.

Biaya pembangunan jalur tunggal diperkirakan mencapai Rp20 miliar per kilometer.

Pemerintah telah membentuk tim khusus yang melibatkan Kemenko Infrastruktur, Kementerian Perhubungan, dan lembaga terkait untuk mengkaji aspek teknis serta skema pembiayaan proyek.

Waktu dan Tahapan Pembangunan

Presiden memerintahkan agar jaringan rel dibangun langsung dengan jalur ganda (double track) untuk mendukung mobilitas transportasi umum dan logistik.

“Penuh, (tersambung) penuh. Bahkan Presiden mintanya itu dua jalur nantinya,” tegas Bobby.

Pembangunan jaringan ini diperkirakan memerlukan waktu panjang dan kemungkinan dikerjakan bertahap melalui beberapa tahun anggaran.

Proyek ini masuk dalam roadmap transformasi KAI 2026–2030, dengan fokus pada peningkatan kapasitas, kenyamanan, dan integrasi sistem transportasi di Sumatra.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending