Connect with us

Viral

Viral! Ayah Bakar Ijazah Anaknya yang Masih SMP, Diduga Kesal sang Anak Pulang Malam

Viral di media sosial sebuah video memperlihatkan seorang ayah membakar sejumlah dokumen pendidikan sang anak termasuk ijazah.

Logompn

Published

on

Viral! Ayah Bakar Ijazah Anak
Viral! Ayah Bakar Ijazah Anaknya yang Masih SMP, Diduga Kesal sang Anak Pulang Malam. Gambar: X/@B3doel___

Nusa Tenggara Barat, MPN Indonesia 17 Juni 2026 - Viral di media sosial sebuah video memperlihatkan seorang ayah membakar sejumlah dokumen pendidikan sang anak termasuk ijazah.

Peristiwa ini viral usai diunggah oleh sejumlah akun di media sosial, termasuk akun X @B3doel___.

“Merasa gagal mendidik anak, orang tua bakar ijazah juga perlengkapan sekolah sang anak,” demikian keterangan unggahan akun @B3doel___, dikutip MPN Indonesia pada Rabu (17/6).

Ijazah hingga Seragam Dibakar

Dalam rekaman yang beredar, terlihat berbagai dokumen sekolah seperti rapor, buku, hingga ijazah dibakar.

Selain itu, terdapat pula perlengkapan sekolah seperti seragam dan sepatu yang ikut dibakar.

Sambil merekam, orang tua tersebut menyampaikan perasaan kecewanya.

“Rasa kekecewaan orang tua gagal mendidik anak. Semoga tidak dialami sama teman-teman yang punya anak cewek masih sekolah. Cukup saya saja yang merasakannya,” ujar perekam video tersebut.

Pernyataan Kepala Desa Setempat

Dikutip MPN Indonesia dari Suara NTB, peristiwa ini terjadi di wilayah Pelangan, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Kepala Desa Pelangan, Akhmad Zainul Hafiz, membenarkan bahwa peristiwa tersebut terjadi di wilayahnya.

“Ya betul (di desa kami),” kata dia saat dikonfirmasi pada Senin malam (15/6).

Duduk Perkara

Kejadian bermula ketika anak tersebut keluar bersama pacarnya dan pulang sekitar pukul 21.00 lebih.

Orang tua menilai waktu kepulangan tersebut terlambat dan meminta pihak laki-laki untuk bertanggung jawab.

Situasi tersebut berujung pada keputusan untuk menikahkan anak yang saat itu masih berusia sekitar 15 tahun dan masih berstatus pelajar SMP.

Pihak desa melalui kepala dusun sempat berupaya mencegah pernikahan dini tersebut dengan alasan usia yang belum mencukupi.

Baca Juga:  Kronologi Penemuan Granat di Jatisampurna, Bermula dari Cari Burung

Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena orang tua bersikeras melanjutkan pernikahan.

(AKM/NID/RAD)

Trending