Connect with us

Politik

Prabowo Gandeng Kampus Nomor 2 Dunia untuk Bangun 10 Universitas Kedokteran di Indonesia

Presiden Prabowo Subianto menggandeng Imperial College London untuk mendampingi pembangunan 10 universitas kedokteran dan sains di Indonesia.

Logompn

Published

on

Prabowo Gandeng Kampus Nomor 2 Dunia untuk Bangun 10 Universitas Kedokteran di Indonesia
Prabowo Gandeng Kampus Nomor 2 Dunia untuk Bangun 10 Universitas Kedokteran di Indonesia. Gambar: Instagram/@sekretariat.kabinet

MPN Indonesia 23 Juni 2026 - Presiden Prabowo Subianto menggandeng Imperial College London untuk membangun 10 universitas kedokteran dan sains baru di Indonesia.

Rencana ini dibahas dalam pertemuan antara Prabowo dan delegasi Imperial College London di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (22/6).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan bahwa pembangunan 10 universitas tersebut menjadi agenda utama dalam pertemuan itu.

“Tadi juga dibicarakan terkait dengan rencana Bapak Presiden (Prabowo) mendirikan 10 medical and science university. Nantinya akan dibantu banyak oleh Imperial College,” kata Brian dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (22/6).

Skema Kemitraan Strategis

Pertemuan antara Prabowo Subianto dan delegasi Imperial College London turut dihadiri Wakil Rektor Imperial College, Amanda Wolthuizen.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas rencana kerja sama untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

Kolaborasi ini tidak diarahkan pada pembukaan kampus cabang, melainkan berbentuk kemitraan strategis.

Melalui skema tersebut, Imperial College London akan berperan sebagai mitra pendamping bagi pengembangan institusi pendidikan tinggi di Indonesia, terutama kampus-kampus baru.

Pendampingan itu mencakup penguatan kualitas dosen, standar pengajaran, kurikulum, penelitian, hingga desain fasilitas pendukung seperti rumah sakit pendidikan.

“Mereka akan menjadi seperti mentor untuk kampus-kampus kita, terutama kampus-kampus baru. Kualitas dosennya, kualitas penelitian, standar pengajaran, kurikulumnya, desain rumah sakit, dan seterusnya itu nanti akan disupervisi oleh profesor-profesor dari Imperial College,” ujar Brian.

Penguatan Pendidikan Tinggi dan Riset

Pemerintah bersama Imperial College London juga menjajaki sejumlah program kolaborasi untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, khususnya di bidang kedokteran dan sains.

Baca Juga:  Prabowo Sindir Pihak yang Sebut Dirinya Tolol: Saya Nggak Sebut Namanya, Kalian Sudah Tahu

Program tersebut mencakup penyusunan kurikulum, penguatan standar pengajaran, penelitian bersama atau joint research, serta keterlibatan profesor tamu dari kampus internasional.

Brian menjelaskan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekosistem pendidikan tinggi, riset, dan inovasi nasional.

“Nantinya kurikulumnya, penyiapan standar pengajarannya, kemudian joint research-nya, kemudian juga visiting professor akan banyak dilakukan bersama-sama dengan Imperial College dan juga kampus-kampus lainnya,” ujarnya.

Selain bidang pendidikan medis, kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan di sektor lain yang berkaitan dengan riset dan inovasi.

Pemerintah menilai kemitraan tersebut sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi yang berbasis penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Alasan Pemilihan Mitra

Pemilihan Imperial College London sebagai mitra didasarkan pada reputasinya sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik dunia.

Kampus tersebut menempati peringkat kedua dunia versi QS World University Rankings dan peringkat keempat dunia untuk pendidikan kedokteran.

Brian menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi peluang bagi Indonesia.

“Kita juga tahu untuk pendidikan medis, Imperial College ini peringkat keempat di dunia. Sehingga kalau kerja sama ini nanti bisa direalisasikan, ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk bersama-sama dengan kampus tersebut,” katanya.

Dampak dan Target Pembangunan Universitas

Keterlibatan Imperial College London diharapkan tidak hanya berdampak pada kampus yang dibangun, tetapi juga pada perguruan tinggi lain di seluruh Indonesia.

Brian menyatakan bahwa dampak kerja sama ini akan dirasakan secara luas.

“Kita berharap juga terjadi peningkatan kualitas kurikulum, pendidikan, kualitas dosen, dan lain-lainnya yang ada di Indonesia, khususnya pada 10 universitas medis yang akan dibangun oleh Bapak Presiden,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di sektor pendidikan nasional.

Baca Juga:  Ketua KPK Hingga Jaksa Agung Jadi Pengawas Danantara

“Tetapi kami yakin juga dampaknya pasti juga akan dapat dirasakan oleh kampus-kampus lainnya di seluruh Indonesia. Sehingga kunjungan ini, pertemuan tadi diterima langsung oleh Bapak Presiden, ini membuka pintu kerja sama strategis yang lebih luas di dunia pendidikan di Indonesia,” ujarnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending