Berita
Kecanduan Judi Online Meningkat, Pasien Rawat Inap di RSCM Naik 3 Kali Lipat
RSCM mencatat lonjakan pasien kecanduan judi online hingga tiga kali lipat pada 2024.
MPN Indonesia 16 November 2024 - Pasien yang menjalani perawatan akibat kecanduan judi online di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) menunjukkan peningkatan signifikan pada 2024.
Data yang dirilis oleh Dr. Kristiana Siste, Kepala Departemen Psikiatri RSCM, mencatat lonjakan baik pada pasien rawat jalan maupun rawat inap.
Lonjakan Pasien Rawat Jalan dan Inap
Menurut Dr. Kristiana Siste, jumlah pasien rawat jalan di RSCM meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, sementara pasien rawat inap tercatat naik hingga tiga kali lipat.
Data dari Januari hingga Oktober 2024 menunjukkan terdapat 126 pasien rawat jalan yang menjalani perawatan terkait kecanduan judi online, sementara pasien rawat inap berjumlah 46 orang.
“Dari Januari sampai Oktober 2024, ada sekitar 126 pasien dengan judi online yang dirawat jalan. Tapi untuk yang dirawat inap, itu ada sekitar 46 [orang],” ungkap Dr. Kristiana pada Jumat (15/11).
Dampak Kecanduan pada Otak
Dr. Kristiana menjelaskan bahwa kecanduan judi online dapat menyebabkan kerusakan pada area otak, terutama bagian depan yang bertanggung jawab atas pengendalian perilaku.
Penanganan terhadap pasien ini dilakukan secara menyeluruh, melibatkan pengobatan medis untuk mengurangi dorongan berjudi.
“Karena ada kerusakan otak, tata laksananya juga melibatkan obat-obatan untuk mengurangi keinginan bermain judi,” terangnya.
Selain pengobatan medis, terapi kognitif perilaku juga diterapkan untuk membantu pasien mengatasi pola pikir yang salah.
Terapi ini bertujuan melatih pasien dalam mengendalikan dorongan untuk berjudi.
“Lalu karena ada pikiran yang salah, dia seperti tidak terkontrol untuk bermain judi, ada psikoterapi yang namanya terapi kognitif perilaku,” tambahnya.
Teknologi Modern dalam Terapi: Transmagnetic Stimulation
Sebagai bagian dari pendekatan perawatan, RSCM turut menggunakan teknologi transmagnetic stimulation (TMS).
Terapi ini memanfaatkan gelombang elektromagnetik untuk mengaktifkan sistem pengendali di otak bagian depan, sehingga membantu pasien mengendalikan perilaku kompulsif mereka.
“Dialirkan gelombang elektromagnetik yang bisa mengaktifkan stop system di otak bagian depan, sehingga orang tersebut bisa mengendalikan perilakunya,” jelas Dr. Kristiana.
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
