Connect with us

Berita

Tak Terima Disalip, Pengemudi Yaris Pamer Benda Diduga Pistol di Jalan Tol

Tol Cikampek kembali heboh. Seorang pengemudi Toyota Yaris terekam mengangkat benda menyerupai pistol.

Arthur

Published

on

Tak Terima Disalip, Pengemudi Yaris Pamer Benda Diduga Pistol di Jalan Tol
Tak Terima Disalip, Pengemudi Yaris Pamer Benda Diduga Pistol di Jalan Tol. Gambar : Kolase Tangkapan Layar X/@neVerAl0nely

MPN Indonesia 16 November 2024 - Peristiwa di Jalan Tol Cikampek kembali menarik perhatian publik.

Seorang pengemudi Toyota Yaris dengan nomor polisi B 1098 FTN diduga memamerkan benda menyerupai pistol dalam sebuah insiden yang menjadi viral di media sosial.

Kejadian ini dilaporkan terjadi setelah pengemudi tersebut tidak terima disalip oleh kendaraan lain, sehingga memicu aksi yang dianggap membahayakan pengguna jalan lainnya.

Kronologi Kejadian

Insiden bermula ketika pengemudi Yaris berjalan lambat di lajur kanan, menghalangi kendaraan lain di belakangnya.

Saat salah satu kendaraan mencoba menyalip dari lajur kiri, pengemudi Yaris tersebut berpindah ke lajur yang sama, menghadang jalur kendaraan tersebut.

Ketika pengendara lain berusaha kembali ke lajur kanan, kendaraan Yaris itu terus menghalangi.

Puncaknya, pengemudi Yaris membuka kaca mobil dan mengangkat sebuah benda yang diduga pistol, seolah-olah berniat mengintimidasi pengguna jalan lain.

Tindakan ini sontak mengundang kecaman luas di media sosial.

Penyelidikan oleh Aparat

Polres Metro Bekasi Kota telah menerima laporan mengenai kejadian ini dan tengah melakukan penyelidikan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang menindaklanjuti insiden tersebut.

“Iya, sedang diselidiki,” ujar Ade Ary saat dimintai keterangan.

Fenomena Aksi Arogan di Jalan

Tindakan serupa, yang dikenal sebagai road rage, bukanlah hal baru di jalan tol maupun kawasan perkotaan.

Menurut Jusri Pulubuhu, praktisi keselamatan berkendara dan pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), perilaku seperti ini sering kali dipicu oleh rasa frustrasi atau keinginan untuk menunjukkan kekuasaan.

“Biasanya para pelaku ini berhubungan dengan kekuasaan, entah itu dari instansi pemerintah, organisasi tertentu, atau karena menggunakan kendaraan mahal,” ujar Jusri.

Baca Juga:  Gelar Karnaval Sound Horeg, Kades di Malang Minta Lansia dan Orang Sakit Ngungsi

Ia juga menambahkan bahwa perilaku arogan semacam ini kerap digunakan untuk mengintimidasi pengguna jalan lain, khususnya saat pengemudi merasa tersinggung atau kesal.

“Aksi ini bisa terus berulang jika pelaku tidak diberikan sanksi tegas,” jelasnya.

Jusri menegaskan perlunya penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku aksi arogan di jalan, termasuk mereka yang melibatkan senjata.

“Jangan ada restorative justice atau penyelesaian dengan minta maaf saja. Hal ini hanya akan memperburuk masalah yang sama di kemudian hari,” tuturnya.

Trending