Connect with us

Viral

Kasus BMW Tabrak Ojol hingga Diamuk Massa di Jakbar Berakhir Damai

Kasus kecelakaan mobil BMW dengan driver ojol di Jakarta Barat berakhir damai setelah kedua pihak sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan.

Logompn

Published

on

Kasus BMW Tabrak Ojol hingga Diamuk Massa di Jakbar Berakhir Damai
Kasus BMW Tabrak Ojol hingga Diamuk Massa di Jakbar Berakhir Damai. Gambar: Instagram/@mauleee_

MPN Indonesia 24 Juni 2026 - Kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil listrik BMW dan seorang driver ojol di wilayah Jakarta Barat pada Senin (22/6) berakhir damai setelah kedua belah pihak sepakat menyelesaikan perkara secara kekeluargaan.

Peristiwa tersebut viral karena kendaraan BMW diduga melakukan tabrak lari hingga akhirnya diamuk massa.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat AKP Joko Siswanto menyampaikan bahwa penyelesaian dilakukan melalui mediasi yang difasilitasi pihak kepolisian pada Senin (22/6) malam.

“Sudah selesai kekeluargaan, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan masalah secara damai, itu kan musibah,” kata Joko saat dihubungi wartawan, Selasa (23/6).

Ia menjelaskan bahwa proses mediasi melibatkan pengemudi BMW berinisial ASW (26) dan pihak korban driver ojol bernama Sutiyo (53) yang diwakili oleh anaknya.

“Mediasinya di Kantor Laka Jakarta Barat, Daan Mogot. Pihak korban diwakili oleh anaknya, anak kandungnya, Alhamdulillah terselesaikan,” ujar Joko.

Kronologi Kecelakaan dan Dugaan Tabrak Lari

Peristiwa kecelakaan lalu lintas ini bermula saat mobil listrik BMW yang dikendarai ASW melaju dari arah utara ke selatan di Jalan Meruya Selatan.

Pada saat bersamaan, sepeda motor Honda Supra bernomor polisi B 6242 VDR yang dikendarai driver ojol melaju dari arah berlawanan, yakni selatan ke utara.

“Sebelum terjadi kecelakaan lalu lintas, kendaraan listrik sedan melaju dari arah utara ke selatan,” kata AKP Joko Siswanto.

Saat melintas di depan Universitas Mercu Buana, kendaraan BMW tersebut menabrak sepeda motor yang datang dari arah berlawanan hingga menyebabkan pengendara motor terjatuh.

Akibat kejadian tersebut, driver ojol mengalami luka ringan pada bagian tangan dan kaki serta sempat mengalami syok.

Baca Juga:  12+ Tempat Nobar 8 Besar Piala Dunia 2026 di Jakarta Barat

“Kondisi ojolnya luka ringan. Lecet-lecet. Enggak dirawat inap. Langsung pulang,” tutur Joko.

Setelah kecelakaan terjadi, mobil BMW sempat melanjutkan perjalanan yang kemudian memicu dugaan tabrak lari.

Sejumlah warga dan pengendara lain mengejar kendaraan tersebut hingga ke kawasan Kebon Jeruk.

Mobil akhirnya berhenti di pinggir jalan dekat akses menuju Tol Kebon Jeruk.

Mobil BMW Diamuk Massa

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, mobil BMW berwarna hitam terlihat mengalami kerusakan pada sejumlah bagian setelah diamuk massa.

Kaca bagian belakang pecah, sementara kaca samping retak akibat lemparan dan pukulan warga.

Kendaraan tersebut juga terlihat tetap melaju dengan kondisi rusak, termasuk adanya cone pembatas jalan yang tersangkut di bagian depan mobil.

Laju kendaraan terhambat karena kondisi ban depan yang terganggu.

Menurut keterangan kepolisian, tindakan pengemudi yang sempat meninggalkan lokasi bukan karena niat untuk melarikan diri dari tanggung jawab, melainkan karena rasa takut terhadap potensi tindakan massa di lokasi kejadian.

“Terkait kecelakaan itu tidak ada mens rea-nya (niat jahat), tidak ada motif. Itu musibah. Kami kedepankan kedua belah pihak untuk musyawarah,” ujar Joko.

Proses Mediasi dan Restorative Justice

Dalam penyelesaian kasus kecelakaan lalu lintas ini, kepolisian menerapkan pendekatan restorative justice dengan mempertemukan kedua pihak untuk mencapai kesepakatan bersama.

Proses mediasi berlangsung dengan melibatkan keluarga korban driver ojol dan pengemudi BMW.

“Intinya kedua belah pihak, baik BMW maupun dari keluarga ojol yang diwakili anaknya, sudah kami bantu untuk mediasi dan sepakat diselesaikan secara kekeluargaan,” kata Joko.

Ia juga menegaskan bahwa kepolisian tidak mengetahui secara rinci isi kesepakatan yang dicapai, termasuk terkait mekanisme ganti rugi.

Baca Juga:  Sadis! Pembunuh Ibu-Anak dalam Toren Air di Tambora Ternyata Tetangga Korban

“Dalam mediasi, kami hanya memfasilitasi tempat untuk musyawarah. Apa yang diminta dan disepakati, kami tidak tahu,” tuturnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending