Connect with us

Berita

Pemerintah Jabar Siapkan Rp1 Miliar untuk Biaya Pengobatan Korban Penganiayaan dan Penyekapan

Pemprov Jawa Barat menyiapkan Rp1 miliar untuk biaya pengobatan YTR, korban penyekapan dan penganiayaan di Bandung.

Logompn

Published

on

Pemerintah Jabar Siapkan Rp1 Miliar untuk Biaya Pengobatan Korban Penganiayaan dan Penyekapan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam konferensi pers di Mapolda Jabar. Gambar: YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL

Jawa Barat, MPN Indonesia 28 Juni 2026 - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk membiayai pengobatan korban berinisial YTR yang mengalami penyekapan dan penganiayaan di Bandung, Jawa Barat.

Hal ini disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam konferensi pers di Mapolda Jabar pada Jumat (26/6).

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan komitmen pemerintah daerah dalam menangani kasus yang berdampak pada kondisi kesehatan korban.

Ia menyebutkan seluruh layanan kesehatan akan ditanggung penuh oleh pemerintah.

“Pemda Provinsi Jawa Barat sudah memutuskan. Pertama, bahwa terhadap korban dijamin seluruh pelayanan kesehatannya sampai sembuh,” kata Dedi kepada awak media.

Berdasarkan perhitungan pemerintah, kebutuhan biaya pengobatan korban dalam dua pekan ke depan diperkirakan mencapai Rp1 miliar.

Angka tersebut telah disiapkan oleh Pemprov Jawa Barat sebagai bagian dari bantuan pemerintah terhadap korban penyekapan dan penganiayaan.

“Berdasarkan catatan keuangan yang saya miliki hari ini, maka dibutuhkan dalam dua minggu ini sebesar Rp1 miliar. Dan kami menyiapkannya,” ucapnya.

Penanganan Medis dan Alasan Pembiayaan

Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa keputusan pembiayaan penuh diambil karena dalam banyak kasus kriminal, korban menghadapi kendala pembiayaan pengobatan.

Ia menyebut tidak semua kasus penganiayaan dapat ditanggung oleh BPJS, sehingga pemerintah daerah memberikan bantuan pemerintah secara langsung.

“Setiap orang yang mengalami gangguan kesehatan, baik karena faktor alamiah maupun tindak pidana, sering kali menimbulkan dua hal. Yang pertama adalah BPJS tidak menjamin klaim terhadap peristiwa tersebut. Yang kedua, pihak keluarga berhenti bekerja karena harus fokus mengurus korban,” ujarnya.

Baca Juga:  Remaja di Medan jadi Korban Prostitusi Online, Korban Dibayar Rp150 Ribu Sekali Transaksi

Selain itu, dalam kasus seperti penyekapan dan penganiayaan, keluarga korban umumnya menghentikan aktivitas kerja untuk mendampingi korban selama perawatan.

Hal ini menjadi pertimbangan pemerintah Jawa Barat dalam memastikan dukungan tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga kebutuhan hidup keluarga.

Kondisi Korban dan Dukungan Keluarga

YTR saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung akibat luka berat yang dialaminya.

Dedi Mulyadi mengaku sempat mengunjungi korban, namun tidak bertemu secara langsung.

“Setelah saya datang ke sana, dan saya tidak sanggup untuk bertemu. Saya begitu melihat, tadinya sudah ingin melihat dan mengajak ngobrol, tapi begitu di pintu, saya mundur dan meminta dokter untuk berbicara,” ucapnya.

Pemerintah Jawa Barat memastikan keluarga korban tetap mendapatkan jaminan kebutuhan hidup selama mendampingi proses pengobatan.

Hal ini menjadi bagian dari bantuan pemerintah agar keluarga tidak mengalami tekanan ekonomi selama masa pemulihan korban.

“Terhadap keluarganya, sejak saya berkunjung sampai hari ini, kami pastikan tetap terjamin kehidupannya. Sehingga keluarga korban dalam keadaan tenang dan tidak memikirkan kebutuhan keseharian,” ucapnya.

Bantuan Tambahan dan Donasi Masyarakat

Dalam penanganan kasus ini, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa pemerintah mengalihkan hadiah sayembara sebesar Rp250 juta kepada keluarga korban.

Keputusan tersebut diambil setelah tersangka dalam kasus penyekapan ditangkap oleh Polda Jawa Barat.

“Karena yang melakukan penangkapannya adalah Polda Jabar, maka pemenang sayembaranya adalah Polda Jabar. Dan Pak Kapolda menyampaikan tidak mungkin Polda Jabar menerima sayembara, sehingga diserahkan kepada keluarga korban untuk bekal ke depan,” ungkap Dedi.

Dedi Mulyadi mengimbau masyarakat yang ingin memberikan bantuan agar tidak lagi menggalang dana untuk biaya pengobatan, karena seluruh kebutuhan medis telah ditanggung oleh pemerintah Jawa Barat.

Baca Juga:  Pria di Sleman jadi Tersangka usai Kejar Penjambret Tas Istrinya hingga Tewas

Namun, bantuan masyarakat dapat diarahkan untuk mendukung kehidupan keluarga korban dan masa depan YTR.

“Tidak usah lagi mencari donasi untuk biaya pengobatan. Namun masyarakat yang ingin membantu dipersilakan untuk mendukung kehidupan keluarga dan masa depan korban,” katanya.

(AKM/NID/RAD)

Trending