Connect with us

Berita

Kebakaran TPA Jatiwaringin Masuk Hari Ketiga, Ratusan Warga Kena ISPA

Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang telah memasuki hari ketiga dan menyebabkan 154 warga mengalami ISPA.

Logompn

Published

on

Kebakaran TPA Jatiwaringin Masuk Hari Ketiga, Ratusan Warga Kena ISPA
Asap pekat dari kebakaran TPA Jatiwaringin. Gambar: TikTok/@rafirmdhnktch

Banten, MPN Indonesia 3 Juli 2026 - Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, telah memasuki hari ketiga pada Kamis (2/7).

Hal ini menyebabkan penurunan kualitas udara hingga kategori berbahaya dan memicu ratusan warga mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Peristiwa kebakaran yang mulai terjadi sejak Selasa (30/6) siang itu telah menghanguskan sekitar 15 hektare area timbunan sampah, dengan proses pemadaman masih berlangsung melalui jalur darat dan udara.

Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 154 warga terdampak ISPA akibat paparan asap pekat dari kebakaran TPA Jatiwaringin.

“Ada 154 orang, tapi berobat jalan semua dan sudah diobati,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, saat dikonfirmasi pada Kamis (2/7).

Dampak Kualitas Udara

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) turut menurunkan tim ke lokasi kebakaran di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, untuk memantau kualitas udara dan memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur.

“Kami memahami kekhawatiran masyarakat, khususnya terhadap dampak asap dan penurunan kualitas udara. Sebagai bentuk respons cepat, KLH/BPLH telah menerjunkan tim teknis ke lokasi untuk melakukan verifikasi lapangan, mengawal proses mitigasi, dan memastikan penanganan berjalan sesuai protokol keselamatan,” jelas pihak KLH dalam pernyataan resmi.

Hasil pemantauan KLH menunjukkan konsentrasi partikulat halus PM2,5 di sekitar lokasi kebakaran mencapai 1.000 hingga 1.240 mikrogram per meter kubik, melampaui baku mutu harian nasional sebesar 55 mikrogram per meter kubik.

Kondisi ini menempatkan kualitas udara di wilayah sekitar TPA Jatiwaringin dalam kategori berbahaya dan berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Baca Juga:  Viral! Guru SD di Tangsel Dipolisikan Orang Tua usai Nasihati Murid

Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH, Rasio Ridho Sani, menyatakan kondisi di sekitar lokasi sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan.

“Pemantauan kualitas udara menunjukkan kondisinya sangat tidak sehat. Untuk itu kami harapkan masyarakat menggunakan masker dan alat pelindung untuk mengurangi dampak kesehatan seperti ISPA,” ujar Rasio dalam keterangannya, Kamis (2/7).

Selain itu, masyarakat diminta menghindari area sekitar lokasi kebakaran, dan petugas diwajibkan menggunakan alat pelindung diri.

Dampak kebakaran juga menyebabkan penutupan akses Jalan Raya Tanggul, Buaran Jati, Mauk, yang merupakan jalur penghubung antar kecamatan di Kabupaten Tangerang.

Penutupan dilakukan dari dua arah dengan pembatasan radius 500 meter dari arah Sukadiri dan 200 meter dari arah Rajeg.

Jalan tersebut hanya dibuka untuk kendaraan operasional darurat seperti pemadam kebakaran dan ambulans.

Upaya Pemadaman dan Kendala di Lapangan

Proses pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin masih menghadapi kendala, termasuk tingginya timbunan sampah yang mencapai 20 hingga 30 meter serta angin kencang yang mempercepat penyebaran api.

Selain itu, keberadaan gas metana dalam tumpukan sampah turut meningkatkan potensi perluasan api.

Gubernur Banten Andra Soni menyebutkan tinggi tumpukan sampah di lokasi tersebut setara gedung tujuh lantai.

“Karena kan memang harus sering dibasah, dibasahi ya. Asal tahu saja, TPA Jatiwaringin itu tingginya sampah sudah setara dengan gedung 7 lantai, jadi kita doakan ini tidak berlarut-larut,” ujarnya, Kamis (2/7).

Dalam penanganan kebakaran ini, berbagai pihak terlibat, termasuk Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Tangerang, BNPB, TNI, dan Polri.

Bantuan helikopter water bombing serta armada pemadam dari berbagai daerah turut dikerahkan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang juga mengirimkan tiga unit armada dengan sekitar 20 personel ke lokasi kebakaran di TPA Jatiwaringin.

Baca Juga:  Sempat Padam, Api Kebakaran Lahan di Pisangan Ciputat Nyala Lagi

“Setelah menerima permohonan bantuan, kami langsung melakukan mapping di lokasi. Mulai hari ini personel dan armada kami diberangkatkan untuk membantu proses pemadaman sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Mahdiar, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, dikutip MPN Indonesia melalui laman Pemerintah Kota Tangerang pada Jumat (3/7).

Dampak Kesehatan dan Wilayah Terdampak

Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat kelompok rentan seperti balita dan ibu hamil menjadi yang paling terdampak ISPA akibat kebakaran TPA Jatiwaringin.

Dari total 154 kasus ISPA, seluruh pasien menjalani rawat jalan, tetapi terdapat satu ibu hamil yang dirujuk ke rumah sakit karena gangguan pernapasan.

Wilayah yang terdampak paling parah meliputi:

  • Kecamatan Mauk
  • Kecamatan Rajeg
  • Kecamatan Sukadiri

Sebagai langkah penanganan, pemerintah daerah mendirikan empat posko kesehatan darurat dan menyiagakan 25 tenaga kesehatan secara bergantian di sekitar lokasi.

Seluruh puskesmas di Kabupaten Tangerang juga diinstruksikan untuk siaga mengantisipasi perubahan arah angin yang dapat memperluas dampak asap.

Kebakaran ini diduga dipicu oleh kondisi cuaca panas yang menyebabkan munculnya titik api pada timbunan sampah.

Penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan dan akan dilakukan setelah kondisi darurat terkendali.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending