Connect with us

Lifestyle

5 Misteri Gunung Kawi, Benarkah jadi Tempat Pesugihan?

Nama Gunung Kawi telah lama diselimuti berbagai cerita mistis. Salah satu yang paling kuat melekat adalah anggapan bahwa kawasan tersebut menjadi tempat untuk menjalankan ritual pesugihan demi memperoleh kekayaan.

Logompn

Published

on

5 Misteri Gunung Kawi, Benarkah jadi Tempat Pesugihan
5 Misteri Gunung Kawi, Benarkah jadi Tempat Pesugihan? | Gambar: Pemkab Malang

Jawa Timur, MPN Indonesia 10 Juli 2026 - Nama Gunung Kawi telah lama diselimuti berbagai cerita mistis. Salah satu yang paling kuat melekat adalah anggapan bahwa kawasan tersebut menjadi tempat untuk menjalankan ritual pesugihan demi memperoleh kekayaan, jabatan, atau kelancaran usaha secara instan.

Cerita mengenai tumbal, perjanjian dengan makhluk gaib, hingga pohon pembawa keberuntungan terus berkembang dari mulut ke mulut.

Namun, para juru kunci dan pengelola kawasan Gunung Kawi menegaskan bahwa tempat tersebut sebenarnya merupakan lokasi ziarah untuk mendoakan dan mengenang jasa para leluhur.

Misteri Tempat Pesugihan

Gunung Kawi sering dianggap sebagai salah satu tempat yang didatangi oleh orang-orang yang ingin mencari kekayaan melalui jalan mistis.

Dalam cerita yang berkembang di masyarakat, ritual pesugihan dilakukan pada malam-malam tertentu yang dianggap keramat, seperti malam Jumat Legi atau malam 1 Suro.

Ritual tersebut konon membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Orang yang ingin menjalankannya juga dipercaya memerlukan bantuan seorang pemandu spiritual yang disebut pangoyeg.

Pangoyeg diyakini memiliki kemampuan untuk menjadi perantara antara manusia dan entitas gaib.

Melalui perantara tersebut, seseorang dipercaya dapat menyampaikan permintaan mengenai kekayaan, jabatan, penglaris usaha, atau berbagai keinginan lainnya.

Wedhus Kendit sebagai “Syarat”

Salah satu bagian paling terkenal dalam mitos pesugihan Gunung Kawi adalah penggunaan wedhus kendit sebagai tumbal.

Wedhus kendit merupakan kambing yang mempunyai ciri khusus berupa corak putih melingkar pada bagian perutnya seperti sabuk.

Kambing tersebut konon menjadi salah satu syarat utama dalam ritual tertentu untuk memperoleh kekayaan atau jabatan.

Baca Juga:  Anak 10 Tahun Kayuh Sepeda demi Jenguk Ayah di Polres Situbondo: Kangen, Ibu Lagi Sakit

Misteri Perjanjian Mematikan

Di masyarakat juga berkembang istilah harta dibalas nyawa. Istilah tersebut menggambarkan kepercayaan bahwa kekayaan yang didapatkan melalui pesugihan pada akhirnya harus dibayar dengan nyawa.

Mahasiswa Universitas Brawijaya Muhammad Harun Rasyid Al Habsyi, yang pernah melakukan penelitian di Gunung Kawi, mengatakan bahwa bentuk pengorbanan yang dilakukan dapat berbeda-beda, tergantung pada tujuan orang yang menjalankan ritual.

Ada yang disebut mencari kekayaan, menginginkan jabatan, maupun berharap memperoleh penglaris untuk usahanya.

Pesarean Gunung Kawi

Salah satu lokasi yang sering dikaitkan dengan misteri Gunung Kawi adalah Pesarean Gunung Kawi.

Pesarean tersebut merupakan tempat peristirahatan terakhir Eyang Djoego atau Kiai Zakaria II serta murid sekaligus anak angkatnya, Raden Mas Iman Soedjono.

Eyang Djoego disebut sebagai cicit Pakubuwono I dan pernah menjadi pengawal Pangeran Diponegoro.

Ia wafat pada tahun 1871. Sejak saat itu, tradisi ziarah di kawasan pesarean terus berlangsung.

Para peziarah datang untuk melakukan tawasul, hingga membaca tahlil. Kawasan tersebut biasanya ramai dikunjungi pada malam 1 Suro dan malam Jumat Legi.

Dikutip MPN Indonesia dari detikJatim, menurut salah seorang penjaga makam, para pengunjung datang untuk berziarah dan mengenang jasa para leluhur.

Ia membantah adanya ritual pesugihan yang mensyaratkan tumbal, terlebih pengorbanan nyawa.

Misteri Pohon Dewandaru

Di depan makam Eyang Djoego terdapat sebuah pohon Dewandaru yang menjadi salah satu daya tarik utama Pesarean Gunung Kawi.

Pohon tersebut dipercaya berasal dari tongkat Eyang Djoego yang ditancapkan ke tanah.

Pohon Dewandaru diyakini dapat membawa keberuntungan. Orang-orang menantikan daun, buah, ranting, atau bagian pohon lainnya yang jatuh ketika mereka berada di bawahnya.

Menurut cerita yang berkembang, seseorang yang kejatuhan buah atau daun Dewandaru ketika sedang bertapa akan mendapatkan keberuntungan, kekayaan, atau keistimewaan tertentu.

Baca Juga:  Viral! Menu MBG Dua Sekolah di Tuban Ada Belatung

Akan tetapi, memperoleh bagian pohon yang jatuh bukanlah sesuatu yang mudah. Ada orang yang disebut harus menunggu hingga berbulan-bulan.

Walaupun cerita pesugihan telah melekat kuat, para juru kunci dan pengelola kawasan Gunung Kawi berulang kali membantah anggapan tersebut.

Mereka mengatakan Gunung Kawi merupakan tempat ziarah, bukan tempat untuk memperoleh kekayaan dengan menjalankan perjanjian gaib.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending