Connect with us

Lifestyle

Apa Itu Mindfulness? Cara Melatih Pikiran agar Tidak Cemas

Mindfulness mengajarkan kita untuk tetap berada pada saat ini dengan kesadaran penuh, bukan mencemaskan masa lalu ataupun masa depan.

Logompn

Published

on

Apa Itu Mindfulness Cara Melatih Pikiran agar Tidak Cemas
Apa Itu Mindfulness? Cara Melatih Pikiran agar Tidak Cemas. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 29 Juli 2026 - Di era modern yang penuh tekanan ini, kita sering kali mengabaikan berbagai pikiran karena menganggap tidak masalah apabila kita tidak terlalu menanggapi emosi kita sendiri.

Kita juga sering kali terbawa oleh masa lalu, baik yang suram maupun bahagia.

Padahal, kemampuan untuk bersikap lembut terhadap diri sendiri merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga kesehatan mental.

Mindfulness mengajarkan kita untuk tetap berada pada saat ini dengan kesadaran penuh, bukan mencemaskan masa lalu ataupun masa depan.

Apa Itu Mindfulness?

Menurut Giraldi (2019), mindfulness adalah kemampuan untuk tetap fokus serta memiliki kesadaran atas pengalaman yang kita miliki.

Mindfulness memiliki konsep dasar untuk tetap bersikap sadar serta menaruh perhatian sepenuhnya pada hal yang dilakukan saat ini, agar kita dapat fokus pada proses kesadaran diri serta kebebasan diri (Creswell, 2017).

Menurut Baer et al. (2006), mindfulness memiliki lima aspek. Pertama, observing atau mengobservasi, yaitu kemampuan seseorang untuk menganalisis serta memahami stimulus baik dari internal maupun eksternal.

Kedua, describing atau mendeskripsikan, yaitu sikap menandai serta mengekspresikan hal-hal yang telah diamati melalui kata-kata.

Ketiga, acting with awareness atau menyikapi dengan kewaspadaan, yaitu sikap hadir sepenuhnya dalam setiap momen yang dijalani.

Keempat, nonjudging of inner experience, yaitu sikap tidak menghakimi pemikiran ataupun perasaan yang muncul dalam diri.

Kelima, nonreactivity of inner experience, yaitu sikap tidak terbawa oleh perasaan serta pemikiran yang muncul (Ma’rifah, 2023).

Sering kali kamu tidak sadar bahwa dirimu sudah terlalu lelah menghadapi dunia yang penuh lika-liku, sehingga muncul pikiran seperti “Bagaimana nanti saat aku kesepian lagi?” atau “Aku takut masa depanku suram karena masa laluku.”

Baca Juga:  Sering Cemas Berlebih? Kenali Gejala dan Penyebab Anxiety Disorder

Pertanyaan-pertanyaan ini sering muncul ketika menghadapi berbagai masalah, baik besar maupun kecil, tanpa jawaban yang pasti.

Dengan berlatih mindfulness, kamu belajar mengondisikan pikiran hanya pada saat ini dengan kesadaran penuh yang berdampak pada ucapan dan tindakan.

Mindfulness menjadi perantara untuk mencapai kebahagiaan karena menyediakan kesadaran penuh terhadap pengalaman saat ini, yang menjadi dasar bagi kebahagiaan untuk berkembang.

Ketenangan batin muncul ketika kita menjalani sesuatu dengan kesadaran tersebut. Salah satu teori psikologi yang sejalan adalah teori humanistik dan holistik dari Maslow dan Rogers.

Maslow (1943) berpendapat bahwa masa lalu tidak menentukan masa depan seseorang, sejalan dengan mindfulness yang tidak berfokus pada pikiran berlebihan.

Hal ini bukan berarti mengabaikan kondisi sosial atau mental, tetapi bagaimana merespons sesuatu secara matang.

Teori humanistik menekankan pemenuhan kebutuhan psikologis dasar seperti cinta, rasa aman, dan aktualisasi diri.

Cara Sederhana Mengaplikasikan Mindfulness

Setelah memahami mindfulness, muncul pertanyaan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu teknik yang dapat digunakan adalah grounding.

Menurut Najavits (2007), teknik ini membantu menurunkan kecemasan dengan membuat seseorang terhubung dengan lingkungan sekitar (Yonaevy & Prananingrum, 2024).

Teknik grounding 5-4-3-2-1 cukup relevan untuk praktik mindfulness. Cara ini sederhana dan dapat dilakukan kapan saja.

Pertama, sebutkan lima benda yang kamu lihat di sekitarmu. Perhatikan warna, bentuk, serta apa yang kamu sukai atau tidak sukai dari benda tersebut.

Kedua, fokus pada empat hal yang dapat kamu rasakan, seperti lantai yang dipijak atau benda yang dipegang. Perhatikan teksturnya, apakah kasar atau halus, hangat atau dingin.

Ketiga, dengarkan tiga suara di sekitarmu, seperti percakapan, suara kendaraan, atau kicau burung. Amati keras atau pelannya suara tersebut.

Baca Juga:  Apakah Rebranding Diri Setelah Perceraian Membantu Proses Pemulihan Mental? Ini Penjelasan Psikolog!

Keempat, kenali dua aroma yang bisa kamu cium, seperti parfum atau makanan, serta alasan kamu menyukainya.

Kelima, fokus pada satu rasa yang bisa kamu kecap, seperti makanan atau minuman, atau bayangkan rasa favoritmu.

Dampak Positif Mindfulness

Mindfulness memberikan berbagai manfaat positif bagi diri sendiri dan lingkungan. Dengan kesadaran penuh, seseorang dapat merespons pikiran dan tindakan dengan lebih baik.

Dampaknya, kamu menjadi lebih rileks dalam menghadapi masalah dan tidak terus menyalahkan diri sendiri.

Kamu dapat bertumbuh dengan berfokus pada masa kini. Proses ini membutuhkan waktu, namun penting untuk mengenali dan menerima diri sendiri.

Mengelola pikiran berarti menghargai diri sendiri dan mengembangkan emosi positif sebagai sumber kebahagiaan. Kecemasan dapat berkurang ketika tidak memikirkan hal di luar kendali.

Artikel Karya Grace Adinda Chandra, Hanny Astriani, dan Laila Meiliyandrie Indah Wardani dari Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana.

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending