Selebriti
Maudy Ayunda Buat Permintaan Maaf Terbuka soal Konten ‘Mindfulness’: Aku Menyadari Apa yang Aku Sampaikan Menyebabkan Kekecewaan
Maudy Ayunda kembali meminta maaf atas konten mindfulness yang menuai kritik. Ia mengakui masih perlu lebih peka dan mempertimbangkan perspektif lain.
MPN Indonesia 21 September 2026 - Maudy Ayunda kembali menyampaikan permintaan maaf melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu (20/9).
Permintaan maaf tersebut disampaikan setelah ia mendengar berbagai tanggapan dan merefleksikan konten yang sebelumnya dinilai tidak peka terhadap kondisi yang sedang dihadapi masyarakat.
“Beberapa waktu terakhir, aku mengambil waktu untuk mendengar, merefleksikan kembali apa yang aku sampaikan, dan memahami berbagai respons yang muncul setelahnya. Aku menyadari bahwa apa yang aku sampaikan telah menyebabkan kekecewaan dan kemarahan. Aku minta maaf….,” tulisnya dalam unggahannya, dikutip MPN Indonesia dari Instagram @maudyayunda, Senin (21/9).
Unggahan tersebut menjadi permintaan maaf kedua yang disampaikan oleh Maudy.
Sebelumnya, ia juga telah meminta maaf melalui kolom komentar pada video YouTube yang membahas topik serupa.
Maudy Ayunda Akui Ada Perspektif yang Belum Dipertimbangkan
Dalam pernyataan terbarunya, Maudy Ayunda mengakui masih ada perspektif dan konteks yang belum cukup dipertimbangkan saat membuat konten tersebut.
“Ada perspektif dan konteks yang belum cukup aku pertimbangkan, sehingga apa yang aku sampaikan terasa jauh dari realita dan pengalaman yang sedang dihadapi banyak orang,” tulisnya.
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya masih perlu banyak belajar dengan lebih banyak mendengar, meningkatkan kepekaan, memperluas empati, serta terbuka terhadap sudut pandang yang berbeda.
“Aku menyadari bahwa aku masih perlu banyak belajar. Aku perlu lebih banyak mendengar, lebih peka, lebih berempati, dan lebih terbuka terhadap perspektif yang berbeda dari pengalamanku sendiri,” tulis Maudy.
Selain itu, ia mengatakan suara, akses, platform, dan berbagai bentuk privilese yang dimilikinya membawa tanggung jawab.
“Aku juga sadar bahwa suara, akses, platform, dan berbagai bentuk privilese yang aku miliki membawa tanggung jawab. Dan ada saat-saat ketika aku bisa lebih hadir atau bersuara,” tulisnya.
Awal Mula Kontroversi Konten Mindfulness
Kontroversi bermula setelah Maudy mengunggah video di kanal YouTube pribadinya pada 21 Agustus 2026.
Dalam video tersebut, ia membagikan cara menghadapi banyaknya kabar buruk yang diterimanya dalam beberapa waktu terakhir.
Saat itu, ia mengatakan dirinya merasa dibombardir oleh berbagai berita buruk, baik dari tingkat internasional maupun di Indonesia.
“Aku, tuh, berasa kayak, ya, sudah beberapa bulan ini. Malah mungkin sudah setahun terakhir ini, ya, kita tuh kayak dibombardir dengan banyaknya bad news, internationally tapi juga mungkin specifically locally where we’re at di Indonesia,” ujarnya dalam video di kanal YouTube-nya.
Ia kemudian menjelaskan alasan membahas topik tersebut.
“Aku ngerasa kayaknya penting untuk ngomongin itu khususnya bagaimana kita melangkah, bagaimana caranya kita tetap peduli, dan juga bisa menjaga diri kita sendiri itu,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan cara yang diterapkannya untuk menghadapi banyaknya informasi yang diterima setiap hari.
Menurut penjelasannya, langkah-langkah tersebut dilakukan untuk membantu memahami kondisi emosional saat menerima banyak informasi.
Maudy Sempat Minta Maaf Sebelumnya
Setelah video tersebut diunggah, konten mindfulness yang dibagikan Maudy mendapat berbagai kritik dari warganet.
Konten itu dinilai tidak peka atau dianggap tone deaf terhadap situasi yang sedang terjadi di Indonesia.
Menanggapi kritik tersebut, Maudy sempat menyampaikan permintaan maaf melalui kolom komentar video YouTube.
“Aku minta maaf karena bagian ini belum cukup aku refleksikan di videonya,” tulisnya.
Ia juga menjelaskan bahwa video tersebut dibuat berdasarkan pengalaman pribadinya sebagai seseorang yang sering mengalami overthinking.
“Waktu membuat video ini, aku sebenarnya sedang berbagi refleksi tentang suatu struggle pribadi: bagaimana tetap peduli dan mengikuti apa yang terjadi, sambil menjaga diri supaya kita tetap bisa hadir dan engage dengan lebih berarti,” tulisnya.
Maudy menegaskan bahwa mindfulness bukan dimaksudkan sebagai alasan untuk tidak peduli terhadap keadaan yang sedang berlangsung.
“Aku sama sekali tidak ingin mindfulness menjadi alasan untuk tidak peduli atau menjauh dari realita yang ada. Apalagi ajakan untuk berdiam diri, ataupun melihat seolah keadaan baik-baik saja,” tulisnya.
Ia juga mengatakan praktik tersebut membantunya memahami kondisi yang dihadapi orang lain.
“Malah, mindfulness ini membuat aku bisa melihat sebab akibat secara jelas, membantu kita tetap peduli dan hadir, dan tetap peka terhadap apa yang dirasakan mereka yang terdampak,” tambahnya.
Pada unggahan permintaan maaf terbarunya, Maudy kembali menyampaikan permintaan maaf atas konten yang diunggahnya.
“Sekali lagi, aku minta maaf. Terima kasih untuk semua masukan dan perspektifnya. Aku tahu satu permintaan maaf tidak serta-merta menghapus kekecewaan yang sudah muncul. Tapi, aku akan berusaha lebih baik ke depannya,” tutupnya.
(ELG/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
