Connect with us

Ekonomi

Bahlil Kembali Tegaskan Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik meski Konflik Timur Tengah Masih Memanas

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan harga BBM dan LPG subsidi tidak naik dan memastikan stok energi nasional berada dalam kondisi aman.

Logompn

Published

on

Bahlil Kembali Tegaskan Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik meski Konflik Timur Tengah Masih Memanas
Bahlil Kembali Tegaskan Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik meski Konflik Timur Tengah Masih Memanas. Gambar: YouTube/Sekretariat Presiden

MPN Indonesia 29 Juli 2026 - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kembali menegaskan bahwa harga BBM subsidi dan LPG subsidi tidak mengalami kenaikan meskipun konflik geopolitik di Timur Tengah masih berlangsung.

Pernyataan ini disampaikan di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (28/7).

Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga stabilitas kebijakan ekonomi nasional serta memastikan akses energi masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika global.

“Kami dapat memastikan bahwa untuk harga BBM subsidi tidak ada kenaikan, sesuai dengan apa yang sudah diputuskan seperti sekarang. Jadi tidak ada kenaikan untuk BBM subsidi, termasuk di dalamnya adalah LPG subsidi,” ujar Bahlil, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu (29/7).

Selain memastikan tidak adanya perubahan harga BBM subsidi dan LPG subsidi, Bahlil juga menyampaikan bahwa kondisi stok energi nasional berada dalam batas aman.

“Kami menyampaikan bahwa untuk stok BBM kita dan crude insyaAllah di atas standar minimum nasional, termasuk kondisi LPG,” kata Bahlil.

Fluktuasi Harga Minyak Dunia

Sepanjang tahun ini, harga minyak mentah dunia terus naik turun akibat situasi geopolitik di Timur Tengah yang masih memanas.

Harga minyak sempat menembus lebih dari US$100 per barel sebelum turun ke kisaran US$70 per barel pada bulan Juni.

Pada Jumat (24/7), harga minyak mentah kembali meningkat hingga menyentuh US$96,78 per barel lalu harga kembali mengalami penurunan pada perdagangan berikutnya.

Berdasarkan data Refinitiv pada Selasa (28/7) pukul 09.05 WIB, harga Brent tercatat di US$87,86 per barel, turun 0,57% dibandingkan penutupan sebelumnya di US$88,36 per barel.

Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) turun 0,77% menjadi US$81,97 per barel dari sebelumnya US$82,61 per barel.

Baca Juga:  Resmi! Pengangkatan CPNS dan PPPK Dipercepat, Ini Jadwal Terbarunya

(AKM/NID/RAD)

Trending