Connect with us

Viral

Hasil Investigasi Kemenkes soal Dokter Magang Kalibata City, Tak Ada Indikasi Overwork

Hasil investigasi Kemenkes tidak menemukan indikasi overwork pada dokter internsip SZM yang bertugas di RS Sentra Medika Cisalak.

Logompn

Published

on

Hasil Investigasi Kemenkes soal Dokter Magang Kalibata City, Tak Ada Indikasi Overwork
Inspektur Investigasi Kemenkes Hendra Teja. Gambar: MPN Indonesia/BDR

MPN Indonesia 30 Juli 2026 - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan hasil investigasi terkait kematian dokter magang berinisial SZM yang terjatuh dari lantai 18 Tower Sakura, Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Minggu (26/7).

Investigasi dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya indikasi beban kerja berlebih selama korban menjalani program dokter magang di RS Sentra Medika Cisalak, Depok, Jawa Barat.

Hasilnya, Kemenkes menyatakan tidak ditemukan indikasi overwork dalam kasus tersebut.

Inspektur Investigasi Kemenkes Hendra Teja menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan, korban tidak mengalami kelebihan jam kerja selama menjalani masa dokter magang.

“Kita tidak menemukan adanya kelebihan jam kerja yang dialami dokter tersebut. Beliau juga tetap mendapatkan haknya untuk libur di hari Minggu,” ujar Hendra dalam konferensi pers di Kantor Kemenkes, Jakarta, Rabu (29/7).

Kemenkes juga menelusuri berbagai aspek lain, termasuk beban kerja, hak cuti dan sakit, serta lingkungan kerja di rumah sakit tempat korban bertugas.

Hasil Investigasi Lima Aspek

Investigasi Kemenkes dilakukan dengan menelaah lima aspek utama yang berkaitan dengan aktivitas dokter magang.

Dari lima aspek tersebut, empat dinyatakan tidak bermasalah, yaitu jam kerja, beban kerja, hak cuti dan sakit, serta lingkungan kerja di RS Sentra Medika Cisalak.

“Jadi intinya di sini dari segi jam kerja, beban kerja, izin sakit, cuti, dan lingkungan kerja, kita tidak melihat adanya penyimpangan atau anomali sampai saat ini,” ujar Hendra.

Jam kerja dokter magang diketahui dibatasi maksimal 40 jam per minggu untuk mencegah potensi eksploitasi.

Dalam pemeriksaan lingkungan kerja, Kemenkes juga tidak menemukan adanya penyimpangan yang signifikan. Hendra menyebut kondisi kerja tergolong suportif.

Baca Juga:  Viral! Petugas Pembersih Kaca Gedung di Surabaya Tewas usai Terombang-ambing di Gondola

“Jadi ibaratnya ini suportif, bahkan terkadang beliau mendapatkan konsumsi makan ketika bekerja,” ujar Hendra.

Namun, pada aspek kelima, yakni kondisi kesehatan, ditemukan bahwa korban memiliki masalah kesehatan jiwa.

“Tapi kita lihat yang kelima ada kondisi kesehatan yang memang perlu menjadi perhatian kita semua,” sambungnya.

Korban diketahui sedang menjalani terapi obat secara teratur sebelum peristiwa di apartemen Kalibata City tersebut terjadi.

Temuan ini menjadi aspek yang dinilai memerlukan perhatian dalam hasil investigasi.

Kronologi Kejadian di Apartemen Kalibata City

Peristiwa yang menewaskan dokter magang ini pertama kali diketahui oleh petugas keamanan apartemen.

Kapolsek Pancoran Kompol Mansur menjelaskan bahwa suara benturan keras terdengar dari luar gedung sebelum korban ditemukan.

“Sekuriti itu dengar ada semacam benda jatuh, suaranya ketahuan kan, dari ketinggian 18 mungkin ini nya keras sekali kan. Ditengoklah ke samping, ternyata betul ada salah seorang yang tergeletak,” kata Mansur kepada wartawan, Senin (27/7).

Setelah dilakukan pengecekan, korban diketahui merupakan penghuni salah satu unit di Tower Sakura lantai 18 apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

Polisi menduga korban meninggal dunia setelah melompat dari jendela unitnya.

Tindak Lanjut Kemenkes

Data Kemenkes mencatat bahwa sepanjang 2026 terdapat enam dokter magang yang meninggal dunia.

Kemenkes menyoroti pentingnya perhatian dari seluruh pihak, termasuk dokter pendamping selama masa internship.

Sebagai tindak lanjut atas kasus ini, Kemenkes mengambil langkah dengan meliburkan sementara sebanyak 10.564 dari 12.000 dokter magang di seluruh Indonesia mulai Kamis (30/7) hingga Jumat (14/8).

Selama masa tersebut, para dokter magang akan menjalani skrining kesehatan, baik fisik maupun kesehatan jiwa.

Langkah ini diambil untuk memastikan kondisi seluruh dokter magang tetap terpantau.

Baca Juga:  Kacab Dealer Motor di Jaksel Tilep Uang Rp572 Juta Gara-gara Terlilit 25 Aplikasi Pinjol

(AKM/NID/RAD)

Trending