Connect with us

Viral

Pilu! Kakek Ini Ikat Perut dengan Tali demi Tahan Lapar saat Jualan Kangkung

Seorang kakek yang berprofesi sebagai pedagang kangkung di Kabupaten Lebak, Banten, menjadi sorotan setelah video dirinya mengikat perut viral di media sosial.

Logompn

Published

on

Pilu! Kakek Ini Ikat Perut dengan Tali demi Tahan Lapar saat Jualan Kangkung
Pilu! Kakek Ini Ikat Perut dengan Tali demi Tahan Lapar saat Jualan Kangkung. Gambar: Instagram/@respek_peduli

Banten, MPN Indonesia 31 Juli 2026 - Seorang kakek yang berprofesi sebagai pedagang kangkung di Kabupaten Lebak, Banten, menjadi sorotan setelah video dirinya mengikat perut dengan tali plastik untuk menahan lapar viral di media sosial.

Diketahui, kakek tersebut bernama Madhalim, warga Desa Kertaraharja, Kecamatan Banjarsari.

“Saking Laparnya, mbah ikat perut dengan tali. Saking gak kuatnya, Mbah makan daun kangkung mentah demi ganjal perut,” demikian keterangan unggahan Instagram @respek_peduli, Jumat (31/7).

Jual Kangkung yang Diambil dari Rawa

Ketua Relawan Respek Peduli, Delima Humairo, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengunjungi kediaman Madhalim.

Menurut Delima, kondisi keluarga Madhalim sangat memprihatinkan sehingga membutuhkan perhatian lebih lanjut.

“Kita dari Respek Peduli sempat berkunjung ke rumah Pak Madhalim, kondisi keluarganya memang sangat memprihatinkan,” kata Delima kepada wartawan, Rabu (29/7).

Delima mengungkapkan bahwa tindakan mengikat perut dilakukan oleh Madhalim saat berjualan kangkung yang diambil dari rawa-rawa di sekitar tempat tinggalnya.

“Selain berjualan kangkung yang diambil di rawa-rawa dekat rumahnya, Pak Madhalim juga sering memungut rintikan sawit dan dijual untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Kondisi Tempat Tinggal dan Keluarga

Kakek Madhalim diketahui tinggal bersama istri dan anaknya di sebuah gubuk bekas pabrik kopra yang berdiri di atas lahan milik orang lain.

Kondisi tempat tinggal tersebut tidak layak dan berpotensi menimbulkan masalah, termasuk kemungkinan harus meninggalkan lokasi jika lahan kembali digunakan pemiliknya.

Situasi tersebut menambah beban hidup keluarga Madhalim, terlebih istrinya dalam kondisi sakit.

“Ada kabar bahwa pemilik tanah akan menggunakan tanahnya, artinya Madhalim harus meninggalkan rumahnya,” ungkap Delima.

Baca Juga:  Pria jadi Korban Tabrak Lari di Rawa Buntu, Pelaku Masih Belum Ditemukan

Respons Pemerintah Kabupaten Lebak

Pemerintah Kabupaten Lebak kemudian turun tangan setelah kisah tersebut viral.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Lebak, Lela Gifty Cleria, menyampaikan bahwa pihaknya telah mendatangi kediaman Madhalim dan menyalurkan bantuan.

“Madhalim tinggal bersama istri dan seorang putrinya di sebuah gubuk bekas pabrik kopra,” ujarnya.

“Bantuan yang kami salurkan berupa sembako, peralatan rumah tangga, kasur, serta family kit,” imbuh dia.

Lela menjelaskan bahwa Madhalim telah terdaftar sebagai masyarakat desil satu dan menjadi peserta BPJS Kesehatan melalui skema Penerima Bantuan Iuran.

Selain itu, istrinya juga terdaftar sebagai penerima Bantuan Pangan Nontunai dari pemerintah.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending