Connect with us

Viral

Satpam Bundaran HI Tolak Tawaran Kerja dari Dedi Mulyadi, Ini Alasannya

Satpam proyek MRT di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Fiktor Harefa (27), menolak tawaran pekerjaan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Logompn

Published

on

Satpam Bundaran HI Tolak Tawaran Kerja dari Dedi Mulyadi, Ini Alasannya
Satpam Bundaran HI Tolak Tawaran Kerja dari Dedi Mulyadi, Ini Alasannya. Gambar: Instagram/@fiktorharefa_

MPN Indonesia 31 Juli 2026 - Satpam proyek MRT di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Fiktor Harefa (27), menolak tawaran pekerjaan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk bekerja di Gedung Sate, Bandung.

Keputusan tersebut diambil Fiktor setelah mempertimbangkan kenyamanan kerja, pengalaman sebelumnya, serta kondisi pekerjaannya saat ini.

Diketahui, Fiktor kini bertugas sebagai Komandan Regu (Danru) pengamanan proyek konstruksi MRT di depan Plaza Indonesia dan Hotel Pullman.

“Nah, jadinya saya sudah memutuskan kerja di Jakarta saja dulu. Saya pilih untuk tetap di sini saja,” kata Fiktor, Selasa (28/7), dikutip MPN Indonesia dari Kompas.com.

Fiktor mengaku sudah sangat nyaman dengan tempat kerjanya saat ini. Menurutnya, lingkungan kerjanya saat ini sangat baik.

“Alasannya ya sudah nyaman di tempat kerja yang ini sebenarnya. Iya sudah cukup nyaman sama orang-orangnya juga, sudah enak di sini, mau membereskan yang di sini,” ucap Fiktor.

Sempat Nganggur

Fiktor mengaku pekerjaannya saat ini menjadi aktivitas utama setelah sebelumnya sempat tidak memiliki pekerjaan tetap.

Ia mengungkapkan bahwa sebelum bekerja sebagai satpam proyek MRT sejak April 2026, ia sempat tidak memiliki pekerjaan tetap selama satu tahun di Jakarta.

“Sebelumnya itu saya pengangguran satu tahun. Saya di tempat saudara di Jakarta Barat dulu, kerja di konternya, konter HP. Bantu saudara dulu sekalian sambil nyari loker juga kemarin,” kata Fiktor.

Ia kemudian mendapatkan pekerjaan sebagai petugas keamanan di proyek MRT.

“Akhirnya saya diterima kerja jadi petugas keamanan di situ, di konstruksi proyek MRT,” ujarnya.

Diundang Dedi Mulyadi

Fiktor menjelaskan bahwa dirinya pertama kali dihubungi oleh staf Dedi Mulyadi melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (25/7). Pada awalnya, ia mengaku ragu dan meminta verifikasi.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Ungkap Alasan Beri Bantuan Berbeda pada Keluarga Satpam dan Keluarga Terduga Maling Ayam

“Pagi-pagi stafnya WA saya. Saya pastikan ini dari siapa. Terus saya minta kepastian kalau benar-benar ini dari Bapak KDM, dari stafnya. Setelah itu saya minta video call sama beliau langsung,” ungkap Fiktor.

Setelah memastikan komunikasi tersebut, Fiktor menerima undangan untuk datang ke Bandung. Ia menyewa mobil dan berangkat sendiri untuk memenuhi undangan tersebut.

Namun, ia memutuskan menolak tawaran kerja dari Dedi Mulyadi dan memilih tetap bekerja sebagai satpam di Bundaran HI.

“Saya sangat menghargai ke Pak Dedi juga, terima kasih banyak, sudah mengapresiasi saya juga,” ucapnya.

Sempat Viral

Nama Fiktor sebelumnya menjadi perhatian publik setelah terlibat konflik dengan pengemudi mobil Alphard yang menerobos lampu lalu lintas di kawasan Bundaran HI. Insiden tersebut berujung mediasi dan kesepakatan damai.

Setelah peristiwa tersebut, Fiktor kembali bekerja sejak Senin (27/7). Ia juga menyebut belum dapat memenuhi panggilan dari Bid Propam Polda Jawa Barat karena masih menjalankan tugasnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending