Connect with us

Berita

Kementerian Kebudayaan Usulkan Rendang Layak jadi Warisan Budaya di UNESCO

Kementerian Kebudayaan Indonesia siap mengajukan rendang sebagai warisan budaya dunia ke UNESCO pada 2025.

Actress 1299250

Published

on

Kementerian Kebudayaan Usulkan Rendang Layak jadi Warisan Budaya di Unesco
Kementerian Kebudayaan Usulkan Rendang Layak jadi Warisan Budaya di Unesco. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 23 November 2024 - Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menyatakan keyakinannya untuk mengusulkan rendang, kuliner khas dari Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sebagai warisan budaya ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada 2025.

Persiapan Pengajuan Rendang ke UNESCO

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III, Undri, mengungkapkan bahwa saat ini persiapan tengah dilakukan untuk melengkapi materi pengajuan ke UNESCO.

Pernyataan ini disampaikannya di Padang pada Kamis (21/11) dalam acara penyerahan modul ajar Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (WTBOS) kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar.

Menurut Undri, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) sedang menyusun dan melengkapi dokumen penting mengenai rendang, termasuk sejarahnya.

“Sebetulnya, pada 2023 sudah diusulkan, namun beberapa bahan, terutama naskah tentang sejarah rendang, masih perlu dilengkapi untuk disempurnakan,” kata Undri.

Setelah dokumen tersebut dinyatakan lengkap, proposal akan ditinjau oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan sebelum akhirnya diajukan ke UNESCO.

Rendang sebagai Simbol Kebudayaan dan Identitas

Rendang tidak hanya dikenal sebagai makanan tradisional, tetapi juga menjadi simbol kebudayaan dan identitas masyarakat Minangkabau.

Undri menyebutkan bahwa rendang memiliki potensi besar sebagai alat kebudayaan yang dapat memperkuat citra Sumatera Barat di mata dunia.

“Saat ini, ketika orang mendengar Minangkabau, pasti berpikir tentang kuliner, terutama rendang,” ujar Undri.

Ia juga menyoroti bahwa rendang merupakan salah satu kuliner nusantara yang sudah mendunia, terutama karena keberadaan komunitas perantau Minangkabau di berbagai negara.

Selain itu, pengakuan internasional terhadap rendang diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Sumatera Barat.

Baca Juga:  Kemenbud Pastikan Buku Sejarah Nasional Tak Dijual, Bisa Diakses Gratis oleh Publik

Pada 2011, rendang bahkan dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia oleh CNN.

Dukungan dan Partisipasi Masyarakat

Pemprov Sumbar juga mencatat pentingnya peran masyarakat dalam mendukung pengajuan rendang ke UNESCO.

Saat ini, berbagai komunitas di Ranah Minang yang fokus pada pelestarian kuliner tersebut tengah didata.

Hal ini bertujuan untuk memperkuat argumen bahwa rendang adalah bagian tak terpisahkan dari budaya Minangkabau.

Salah seorang warga Kota Padang, Neti (55), menyatakan kebanggaannya terhadap upaya pemerintah mengusulkan rendang sebagai warisan budaya dunia.

“Sebagai warga Minangkabau, saya sangat bangga kuliner asli Sumbar diusulkan ke kancah internasional,” ujar Neti.

Tahapan Selanjutnya

Pengajuan rendang sebagai warisan budaya dunia memerlukan kelengkapan dokumen yang komprehensif.

Pada 2023, Pemprov Sumbar telah mengirimkan sejumlah berkas ke Kementerian Kebudayaan, namun masih ada beberapa aspek yang perlu disempurnakan.

Salah satunya adalah naskah tentang sejarah rendang yang menjadi elemen penting dalam pengajuan.

Jika semua persyaratan terpenuhi, rendang akan diajukan oleh Kementerian Kebudayaan ke Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan.

Setelah itu, proposal tersebut akan diteruskan ke UNESCO untuk mendapatkan pengakuan sebagai warisan budaya dunia.

Trending