Ekonomi
Harga Minyak Dunia Hari Ini 3 Agustus 2026 Anjlok hampir 5%
Harga minyak dunia anjlok hampir 5 persen pada perdagangan awal Asia, Senin (3/8), setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda serangan baru terhadap Iran.
MPN Indonesia 3 Agustus 2026 - Harga minyak dunia anjlok hampir 5 persen pada perdagangan awal Asia, Senin (3/8), setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda serangan baru terhadap Iran.
Penundaan tersebut memunculkan harapan meredanya ketegangan di Timur Tengah dan dibukanya kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi distribusi minyak di pasar internasional.
Dikutip MPN Indonesia dari Reuters, harga minyak mentah Brent turun 4,08 dolar AS atau 4,64 persen menjadi 83,85 dolar AS per barel.
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate atau WTI AS merosot 4,01 dolar AS atau 4,74 persen menjadi 80,66 dolar AS per barel.
Dinamika Politik di Timur Tengah
Trump pada Sabtu (1/8) menyampaikan melalui platform Truth Social bahwa Iran dan sejumlah negara Timur Tengah meminta waktu untuk menyelesaikan kesepakatan mengenai Selat Hormuz dan program nuklir Iran.
Kesepakatan tersebut diharapkan dapat membuka kembali Selat Hormuz secara “segera, penuh, dan total” sekaligus “mengakhiri ancaman nuklir Iran”.
Sinyal diplomasi itu memengaruhi pergerakan minyak dunia karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran penting untuk pengiriman komoditas energi.
Kondisi Pelayaran Global
Meski mengalami penurunan tajam pada perdagangan Senin, kontrak Brent dan WTI masih membukukan kenaikan lebih dari 20 persen sepanjang bulan sebelumnya.
Kenaikan tersebut terjadi setelah konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas dan berdampak pada keamanan pelayaran di kawasan Teluk.
Serangan terhadap sejumlah kapal tanker di sekitar Oman pada bulan lalu meningkatkan kekhawatiran perusahaan pelayaran.
Kondisi tersebut membuat banyak perusahaan enggan memasuki kawasan Teluk untuk memuat minyak karena mempertimbangkan risiko terhadap keamanan kapal dan awaknya.
Data pelayaran menunjukkan dua kapal tanker yang mengangkut minyak Arab Saudi berhasil melintasi Selat Bab el-Mandeb dari Laut Merah selama akhir pekan.
Namun, aktivitas kapal di Selat Hormuz masih melambat setelah muncul laporan mengenai serangan terhadap sejumlah kapal tanker.
United Kingdom Maritime Trade Operations atau UKMTO melaporkan tiga serangan baru terhadap kapal tanker sejak Sabtu (1/8).
OPEC+ Menaikkan Kuota Produksi
Kelompok negara produsen minyak OPEC+ pada Minggu (2/8) menyetujui kenaikan kuota produksi sekitar 188.000 barel per hari mulai September.
Keputusan itu sekaligus menuntaskan pencabutan secara bertahap kebijakan pemangkasan produksi sukarela yang sebelumnya diterapkan.
Tambahan kuota produksi tersebut berpotensi meningkatkan pasokan di pasar.
Namun, pengaruhnya masih terbatas karena ekspor dari kawasan Teluk, Rusia, dan Kazakhstan tetap mengalami gangguan akibat konflik yang melibatkan Iran serta perang di Ukraina.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
