Connect with us

Berita

Wisatawan Membludak, Sampah di Jalur Gunung Rinjani Tembus 31 Ton

Gunung Rinjani menghadapi krisis lingkungan dengan 31 ton sampah ditinggalkan wisatawan dalam 7 bulan.

Actress 1299250

Published

on

Wisatawan Membludak, Sampah di Jalur Gunung Rinjani Tembus 31 Ton
Wisatawan Membludak, Sampah di Jalur Gunung Rinjani Tembus 31 Ton. Gambar : tv9lombok.co.id

MPN Indonesia 24 November 2024 - Gunung Rinjani kini menghadapi masalah serius terkait sampah yang ditinggalkan wisatawan.

Berdasarkan data Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), volume sampah di jalur pendakian selama periode April hingga Oktober 2024 tercatat mencapai 31.156,43 kilogram atau lebih dari 31 ton.

Lonjakan Wisatawan dan Dampak Lingkungan

Peningkatan kunjungan wisatawan menjadi salah satu penyebab utama tingginya volume sampah di Gunung Rinjani.

Kepala Balai TNGR, Yarman, menyebutkan bahwa data ini menunjukkan betapa besar tantangan pengelolaan sampah di kawasan konservasi tersebut.

“Tingginya tingkat kunjungan wisatawan berdampak pada peningkatan jumlah sampah,” ujar Yarman dalam pernyataannya di Mataram pada Sabtu (23/11).

Meski kunjungan wisata memberikan dampak positif pada perekonomian lokal—terutama melalui peluang kerja bagi pemandu, porter, dan penyedia jasa trekking—lonjakan wisatawan juga membawa konsekuensi negatif berupa pencemaran lingkungan.

Upaya Penanganan Sampah

Untuk mengatasi persoalan ini, Balai TNGR telah mengambil berbagai langkah, termasuk mendelegasikan pengelolaan sampah kepada Forum Citra Wisata Lingkar Rinjani.

Forum ini secara rutin menggelar kegiatan bersih-bersih, bekerja sama dengan penyelenggara trekking, kelompok pecinta alam, serta berbagai pihak terkait lainnya.

Selain itu, pendekatan pack in-pack out diterapkan di pintu-pintu pendakian, di mana wisatawan diminta membawa kembali sampah mereka.

Yarman juga mengajak semua pihak untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan Gunung Rinjani.

“Mari bersama-sama menjaga kelestarian Gunung Rinjani agar tetap bebas sampah,” imbaunya.

Masalah Sosial dan Kesadaran Lingkungan

Permasalahan sampah di Gunung Rinjani tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga menjadi isu lingkungan sosial.

Baca Juga:  Sidak Tambang di Raja Ampat, Kemenhut Ciduk 1 Perusahaan Tak Berizin

Volume sampah yang terus meningkat mencerminkan perlunya edukasi dan peningkatan kesadaran, baik di kalangan wisatawan maupun masyarakat lokal.

Sampah yang berserakan dapat merusak keindahan alami gunung sekaligus mengganggu keseimbangan ekosistem.

Di sisi lain, pendakian Gunung Rinjani memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar, seperti dari sektor jasa pendakian hingga akomodasi.

Oleh karena itu, menjaga kebersihan gunung menjadi tanggung jawab bersama agar kelestarian alam dan manfaat ekonomi dapat berjalan beriringan.

Kolaborasi untuk Masa Depan Rinjani

Mengatasi persoalan sampah di Gunung Rinjani memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak.

Tidak hanya Balai TNGR dan Forum Citra Wisata Lingkar Rinjani, tetapi juga peran aktif wisatawan, kelompok pecinta alam, dan penyedia jasa trekking.

Melalui kegiatan bersih-bersih rutin dan edukasi pengelolaan sampah, diharapkan kawasan Gunung Rinjani dapat menjadi contoh destinasi wisata yang ramah lingkungan.

Trending