Connect with us

Berita

Banjir Bandang Terjang Tiga Desa di Tapanuli Selatan, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Banjir bandang melanda Tapanuli Selatan pada Sabtu (23/11), menewaskan dua orang, melukai puluhan, dan menghancurkan lima rumah.

Arthur

Published

on

Banjir Bandang Terjang Tiga Desa di Tapanuli Selatan, 2 Orang Dikabarkan Tewas
Banjir Bandang Terjang Tiga Desa di Tapanuli Selatan, 2 Orang Dikabarkan Tewas. Gambar : lensakini.com

MPN Indonesia 24 November 2024 - Banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada Sabtu dini hari (23/11).

Bencana ini menyebabkan dua warga meninggal dunia dan puluhan lainnya terluka.

Hujan deras dengan intensitas tinggi sejak Jumat malam (22/11) diduga menjadi pemicu utama peristiwa tersebut.

Wilayah Terdampak dan Kondisi Terkini

Menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tiga desa di Kecamatan Sayur Matinggi dan Kecamatan Batang Angkola terdampak langsung.

Desa yang paling parah mengalami kerusakan adalah Sipange Siunjam, Huta Padang, dan Hurase.

Kepala Desa Sipange Siunjam, M Yusuf, menjelaskan bahwa banjir terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, saat sebagian besar warga sedang beristirahat.

“Saat kejadian, hujan turun dengan intensitas ringan. Namun, banjir membawa material lumpur dan kayu hingga menghanyutkan lima rumah di desa kami,” kata Yusuf.

Selain menghancurkan rumah warga, banjir juga merusak fasilitas pendidikan, termasuk sebuah kompleks sekolah dasar di Sipange Siunjam yang mengalami kerusakan berat.

Hingga saat ini, proses evakuasi dan pembersihan terus dilakukan oleh tim gabungan.

Korban dan Kerugian

Dua korban meninggal dunia adalah Parlaungan Pulungan (70) dan Dirman Nainggolan (55).

Selain itu, puluhan warga mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan bervariasi.

Korban saat ini dirawat di rumah sakit, puskesmas, atau rumah masing-masing.

Kerusakan akibat banjir juga meluas ke desa-desa sekitar, seperti Hutapadang, Hurase, dan Sori Madingin PP.

Pemerintah daerah melalui BPBD, Dinas Sosial, dan TNI telah mendirikan posko pengungsian serta dapur darurat untuk membantu warga yang terdampak.

Penanganan dan Upaya Pemulihan

Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menyebutkan bahwa tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus bekerja untuk mencari korban, mengevakuasi warga, serta memulihkan wilayah terdampak.

Baca Juga:  Banjir Bandang Landa Cirebon, Diduga Imbas Tanggul Sungai Cipager Jebol

“Posko pengungsian telah beroperasi, dan bantuan logistik berupa makanan siap saji, air bersih, serta perlengkapan dasar mulai disalurkan kepada warga,” ujar Abdul dalam pernyataannya.

Pelayanan kesehatan menjadi prioritas utama, sementara perbaikan infrastruktur seperti jalan akses dan fasilitas umum tengah dilakukan.

BNPB juga mengimbau masyarakat di wilayah rawan bencana untuk tetap waspada terhadap potensi banjir bandang atau tanah longsor, terutama di musim hujan.

“Jika ada tanda-tanda bencana seperti hujan deras yang berkepanjangan atau sungai meluap, warga diimbau segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” tambah Abdul.

Antisipasi dan Mitigasi

BNPB mengingatkan warga untuk mengenali jalur evakuasi, menyimpan dokumen penting di tempat yang aman, dan selalu memprioritaskan keselamatan.

Di kawasan rawan bencana seperti Tapanuli Selatan, mitigasi menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak bencana di masa depan.

Hingga kini, data pasti terkait jumlah korban terdampak, kerugian material, dan kebutuhan mendesak masih dalam proses pendataan.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus berupaya mempercepat proses pemulihan agar warga dapat kembali menjalani aktivitas seperti biasa.

passion for media and technology. With experience in SEO writing and shares insights on the latest trends and developments in the digital world.

Trending