Lifestyle
Mengenal Gas Metana, Apakah Berbahaya bagi Manusia?
Gas metana atau CH₄ adalah salah satu senyawa hidrokarbon sederhana yang tidak berbau dan tidak berwarna, serta bersifat mudah terbakar.
MPN Indonesia 4 Mei 2026 - Gas metana atau CH₄ adalah salah satu senyawa hidrokarbon sederhana yang tidak berbau dan tidak berwarna, serta bersifat mudah terbakar.
Peningkatan produksi metana terjadi seiring tingginya tumpukan sampah organik, pembabatan hutan ilegal, penggunaan bahan bakar masif, hingga industri peternakan yang meningkat.
Kondisi ini berkontribusi pada meningkatnya gas rumah kaca di atmosfer yang berdampak pada pemanasan global.
Fenomena peningkatan gas metana ini terjadi di berbagai sektor dan lokasi, seperti tempat pembuangan akhir (TPA), lahan basah, hingga waduk.
Pengertian Gas Metana
Gas metana adalah CH₄ yang terbentuk dari satu atom karbon dan empat atom hidrogen.
Gas ini dapat terbentuk secara alami melalui mikroorganisme metanogenik di lingkungan tanpa oksigen serta proses fermentasi kotoran hewan, maupun dari aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar, limbah industri, dan pembusukan sampah di TPA.
Gas ini juga merupakan salah satu komponen utama gas alam dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi.
Sumber Gas Metana
Sumber gas metana berasal dari berbagai aktivitas, antara lain sektor peternakan seperti sapi, kambing, dan domba melalui proses fermentasi enterik, sendawa, serta kotoran hewan.
Dikutip MPN Indonesia dari laman Waste4Change, pada sektor peternakan tahun 2020, produksi metana dari aktivitas hewan ternak mencapai lebih dari 1000 ton per tahun.
Selain itu, sampah organik yang membusuk di TPA juga menghasilkan emisi tinggi.
TPA di Indonesia berpotensi menghasilkan sekitar 11.390 ton metana per tahun atau setara 239.199 ton karbon dioksida.
Lahan basah dan waduk turut menjadi sumber alami gas metana karena aktivitas mikroba di lingkungan anaerob.
Waduk di wilayah tropis seperti Indonesia diketahui dapat menghasilkan emisi 121–140 miligram per meter persegi per hari.
Dampak Gas Metana pada Lingkungan
Gas metana merupakan gas rumah kaca dengan kemampuan menangkap panas yang jauh lebih kuat dibanding karbon dioksida.
Mengutip laman Indonesia Asri, daya pemanasan gas metana dapat mencapai hingga 80 kali lipat lebih besar dibanding CO₂.
Kondisi ini mempercepat pemanasan global dan berdampak pada perubahan iklim.
Selain itu, gas ini tidak dapat diserap melalui proses fotosintesis sehingga terus terakumulasi di atmosfer.
Dalam kondisi ekstrem, gas ini juga dapat memicu kebakaran atau ledakan ketika bercampur di udara.
Dampak Gas Metana pada Manusia
Paparan gas metana dalam konsentrasi tinggi juga dapat mengurangi kadar oksigen di udara hingga 19,5 persen dan berpotensi menyebabkan gangguan pada tubuh.
Oleh sebab itu, dampaknya tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan fisik manusia seperti mual, sakit kepala, detak jantung meningkat, gangguan memori, hingga penglihatan kabur akibat paparan dalam jumlah besar.
Bagaimana Gas Metana Mencemari Udara?
Pencemaran udara oleh metana terjadi ketika gas ini dilepaskan ke atmosfer dan mengalami oksidasi menjadi uap air serta karbon dioksida.
Proses ini tidak hanya menambah gas rumah kaca secara langsung, tetapi juga memperkuat efek pemanasan global.
Akumulasi emisi dari berbagai sektor seperti peternakan, sampah, dan industri membuat kualitas udara menurun dan berdampak pada kesehatan masyarakat dan kondisi lingkungan sekitar.
Manfaat Gas Metana
Meski memiliki dampak buruk, gas metana juga dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.
Dalam Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), metana digunakan untuk menggerakkan turbin penghasil listrik.
Gas ini juga dimanfaatkan untuk pemanasan di negara beriklim dingin serta sebagai bahan baku industri kimia seperti metanol, kloroform, dan asam klorida.
Selain itu, berbagai sektor industri seperti makanan, tekstil, kertas, dan petrokimia menggunakan metana dalam proses produksi.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
