Connect with us

Berita

Petugas Damkar Gugur saat Padamkan Tumpukan Sampah di Jaktim, Berawal dari Bocah Main Api

Petugas Damkar DKI Andriyono meninggal saat menangani kebakaran tumpukan sampah liar di Kramat Jati, Jakarta Timur.

Logompn

Published

on

Petugas Damkar Gugur saat Padamkan Tumpukan Sampah di Jaktim, Berawal dari Bocah Main Api
Petugas Damkar Gugur saat Padamkan Tumpukan Sampah di Jaktim. Gambar: Instagram/@damkarjakartatimur

MPN Indonesia 3 Agustus 2026 - Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta Andriyono meninggal dunia saat bertugas pada Sabtu (1/8).

Saat itu, ia tengah menangani kebakaran tumpukan sampah liar di lahan kosong Jalan Penggilingan Baru I, RW 03, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kebakaran diduga berawal dari aktivitas anak-anak yang bermain api di sekitar tumpukan sampah tersebut.

Kronologi Penanganan dan Gugurnya Andriyono

Laporan kebakaran diterima Dinas Gulkarmat DKI Jakarta pada pukul 07.02 WIB. Sebanyak 10 unit mobil pemadam dan 50 personel kemudian dikerahkan ke lokasi.

Operasi pemadaman dimulai pukul 07.11 WIB, api dilokalisasi pukul 11.35 WIB, dan proses pendinginan dimulai pukul 13.15 WIB.

“Dalam pelaksanaan operasi tersebut, almarhum (Andriyono) bertugas mencari sumber air sebagai bagian dari dukungan operasi dan tidak berada pada posisi penyerangan atau pemadaman api secara langsung,” kata Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Megantara dalam keterangan tertulis, Minggu (2/8).

Saat menyambungkan selang untuk penyemprotan air, Andriyono mengeluhkan nyeri di bagian dada.

Rekan kerjanya segera meminta bantuan medis sebelum petugas damkar tersebut dibawa ke rumah sakit.

“Rekan kerja kemudian segera meminta bantuan medis. Almarhum mendapat penanganan awal di lokasi sebelum dievakuasi ke Rumah Sakit Harapan Bunda,” ujar Bayu.

Andriyono yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Regu Kelompok C Sektor Cipayung diketahui memiliki riwayat penyakit jantung.

Tim medis melakukan resusitasi jantung paru atau RJP. Namun, Andriyono dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.30 WIB.

“Dinas Gulkarmat Provinsi DKI Jakarta menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum,” kata Bayu.

Baca Juga:  Ditinggal Ayah Ambil Barang, Balita 3 Tahun Terkunci di Mobil

Bayu juga memastikan seluruh hak Andriyono selama menjalankan tugas akan diberikan kepada pihak keluarga sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kebakaran Diduga Berawal dari Anak-Anak Bermain Api

Ketua RW 03 Kelurahan Dukuh, Irman Riyadi, mengatakan kebakaran diduga dipicu oleh anak-anak yang bermain api di sekitar pinggiran tumpukan sampah.

Mereka disebut meninggalkan lokasi setelah api mulai membesar.

“Perkiraan yang awal ini bahwa ada anak-anak. Anak-anak kecil itu main api di sekitar pinggiran, tapi ketika api itu membesar mereka ketakutan, mereka lari,” kata Riyadi kepada Kompas.com, dikutip MPN Indonesia pada Senin (3/8).

Proses pemadaman menghadapi kendala karena api telah menjalar hingga ke bagian bawah tumpukan.

Meskipun api di permukaan berhasil dipadamkan, asap masih muncul dari material sampah yang berada di lapisan bawah.

Tumpukan tersebut bukan tempat pembuangan sampah resmi warga.

Lingkungan setempat telah memiliki sistem pengelolaan sendiri, sedangkan lahan kosong yang digunakan sebagai lokasi pembuangan masih berstatus sengketa.

Menurut Riyadi, pengelola lokasi sebelumnya telah diingatkan agar tidak lagi membuang sampah di lahan tersebut.

Namun, aktivitas pembuangan masih berlangsung dalam kurun waktu sekitar satu tahun terakhir.

“Kurang lebih setahunanlah ini. Kita sudah informasikan kepada yang ngelola untuk tidak dibuang, tapi mereka tetap buang,” ungkap dia.

Pengawasan Lokasi Penumpukan Sampah akan Diperketat

Jajaran Kelurahan Dukuh bersama pengurus RT 013 dan RW 03 akan memperketat pengawasan di lokasi penumpukan sampah liar di Jalan Penggilingan Baru I.

Pengawasan dilakukan di bawah koordinasi lurah dengan melibatkan pengurus RT dan RW setempat sebagai pelaksana di lapangan.

Warga, khususnya anak-anak, juga diminta tidak bermain api, membakar sampah, menyalakan petasan, atau melakukan aktivitas lain yang dapat memicu kebakaran di sekitar lokasi.

Baca Juga:  Balita Meninggal karena Terjebak Kebakaran di Rumah

“Mohon anak-anak tidak memainkan api atau membakar apa pun di area ini agar tidak terjadi kebakaran seperti sekarang,” tegas Riyadi, dikutip MPN Indonesia melalui laman resmi Provinsi DKI Jakarta.

(AKM/NID/RAD)

Trending