Viral
Momen Orang Utan Solo Safari Lepas dan Rusak Motor Warga
Orang utan bernama Didi lepas dari exhibit Solo Safari di Jebres, Solo. Satwa sempat berkeliaran sebelum berhasil dievakuasi sekitar pukul 16.40 WIB.
Jawa Tengah, MPN Indonesia 20 Agustus 2026 - Seekor orang utan bernama Didi lepas dari exhibit Solo Safari di Jebres, Kota Solo, Jawa Tengah, pada Selasa (18/8).
Satwa tersebut keluar setelah melepas pengaman elektrik dan memanjat tembok pengamanan berlapis.
Tim internal kemudian melakukan pencarian, mengevakuasi Didi sekitar pukul 16.40 WIB, serta mengembalikannya ke area Solo Safari.
General Manager Solo Safari, Miyana Harikna, mengatakan penyebab lepasnya satwa telah diketahui.
“Sudah (diketahui sebab lepasnya), karena dia pengamanan kami itu kan berlapis dan dia itu memang karena orang utan itu 90% bisa meniru orang toh, jadi dia itu sangat curious sekali untuk lihat dan menjalankan ini loh,” ujar Miyana dalam keterangannya.
Insiden tersebut terjadi di kawasan sekitar Universitas Sebelas Maret (UNS), Jebres, dan menjadi perhatian dalam berita lokal setelah video keberadaan satwa beredar di media sosial.
Kronologi Didi Berhasil Keluar
Miyana menjelaskan Didi berhasil keluar setelah memanjat tembok dan melepas sistem pengaman elektrik yang dipasang pada exhibit.
“Kalau detailnya ini memang kami tadi lagi sudah ketahuan bahwa dia itu memanjat sama melepas elektrik pengaman di situlah intinya,” ungkapnya.
Menurutnya, pengamanan di exhibit telah dibuat berlapis. Namun, rasa penasaran satwa membuat Didi mampu melepas sistem pengamanan tersebut.
Petugas mengetahui Didi tidak berada di exhibit sekitar pukul 15.10 WIB saat melakukan pengecekan rutin terhadap satwa.
Miyana mengatakan petugas penjaga tidak menemukan Didi di lokasi sehingga tim internal yang memiliki kompetensi dalam penanganan satwa langsung diterjunkan untuk melakukan pengamanan di lapangan.
Pencarian Berlangsung Sekitar 30 Menit
Tim Solo Safari melakukan pencarian di luar exhibit selama sekitar 30 menit sebelum menemukan Didi berada di jalan raya.
“Jadi sebenarnya hanya karena kan kita ada proses mencari sebentar tadi, kurang lebihnya itu 30 menit ya di luar kandang itu. Karena kurang lebih 16.40 satwa sudah berhasil di-rescue,” jelas Miyana.
Setelah kondisi dinyatakan terkendali, pihak pengelola melakukan evaluasi terhadap insiden tersebut.
Pergerakan Didi saat Melarikan Diri
Berdasarkan keterangan saksi dan rekaman video yang beredar, Didi bergerak di sejumlah titik di sekitar lokasi sebelum diamankan.
Satwa tersebut keluar dari area sekitar Pasar Semangka, kemudian menuju Rumah Makan Bengawan di Jalan Kyai H Masykur.
Dalam perjalanannya, Didi menjatuhkan satu sepeda motor hingga menimpa motor lain.
Setelah itu, Didi berjalan memasuki area rumah makan, lalu berpindah ke depan Mako SAR UNS dan bergerak ke arah sebuah rumah kos.
Didi kemudian naik ke kendaraan roda tiga milik Solo Safari sebelum akhirnya berhasil dievakuasi.
Relawan SAR UNS, Galih Pambuko, mengatakan satwa tersebut tidak masuk ke area kampus.
“Tadi enggak masuk ke wilayah kampus ya. Jadi cuma di depan situ, di depan gerbang. Kemudian tadi sempat mau masuk ke sini tetapi enggak jadi. Kemudian geser ke arah utara yang di dekat kos-kosan,” ujarnya.
Evakuasi Dilakukan Menggunakan Obat Bius
Tim penanganan satwa melakukan evakuasi menggunakan tembakan obat bius.
Galih mengatakan tembakan bius pertama belum melumpuhkan Didi sehingga petugas kembali melakukan tindakan yang sama.
“Iya, pakai tembak, pakai bius. Tadi biusnya saya lihat dua, dua kali ditembak pakai bius,” ujar Galih.
Setelah efek obat bekerja, Didi tetap berada di atas kendaraan roda tiga sehingga proses evakuasi tidak memerlukan pemindahan manual.
“Tadi orang utannya itu langsung naik ke kendaraan roda tiga. Jadi ada roda tiga itu tadi, dia naik dulu kemudian dibius. Setelah itu dia langsung pingsan di situ. Jadi evakuasinya enggak diangkat, tapi langsung masuk ke roda tiganya itu tadi,” jelas Galih.
Manajemen Sampaikan Permintaan Maaf
Marketing Manager Solo Safari, Danu Widi Kismara, mengatakan Taman Safari Indonesia Group segera mengerahkan tim internal setelah menerima informasi mengenai insiden tersebut.
“Setelah menerima informasi terkait kejadian, TSI (Taman Safari Indonesia) Group segera mengerahkan tim internal yang memiliki kompetensi dalam penanganan satwa untuk melakukan pengamanan di lapangan,” ujar Danu.
Setelah evakuasi selesai, pihak pengelola menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas kekhawatiran yang muncul akibat peristiwa di daerah tersebut.
“Kami menyampaikan permintaan maaf atas kekhawatiran yang timbul dan menegaskan bahwa keselamatan, keamanan, serta kenyamanan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap langkah penanganan,” ujar Danu.
Sementara itu, Miyana menyampaikan Didi merupakan orang utan jantan yang ditempatkan di mini island atau exhibit di tengah danau bersama satwa lain.
Setelah berhasil diamankan, satwa tersebut telah dikembalikan ke area Solo Safari, sementara manajemen melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan pascainsiden di Jawa Tengah.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
