Connect with us

Berita

Lansia Tertemper Kereta di Tebet Pagi Tadi, KRL Bogor-Jakarta Sempat Terhambat

Lansia berinisial S (81) meninggal setelah tertemper KRL Bogor-Jakarta di Tebet, Jakarta Selatan. Perjalanan KRL sempat terganggu.

Logompn

Published

on

Lansia Tertemper Kereta di Tebet Pagi Tadi, KRL Bogor Jakarta Sempat Terhambat
Lansia Tertemper Kereta di Tebet Pagi Tadi. Gambar: Kolase Tangkapan Layar X/@Putra266035532

MPN Indonesia 20 Agustus 2026 - Seorang lansia berinisial S (81) meninggal dunia setelah tertemper KRL Bogor–Jakarta di Jalan H Barat, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (20/8), sekitar pukul 06.30 WIB.

Korban Warga Setempat

Korban diketahui merupakan warga sekitar yang sebelum kejadian sempat berada di pos penjagaan perlintasan bersama warga lain.

Peristiwa itu terjadi ketika palang perlintasan ditutup menjelang kereta melintas.

Penjaga perlintasan, Uta (30), mengatakan dirinya sedang memantau kedatangan kereta seperti biasa. Saat kereta mendekat, korban yang sebelumnya berada di pos sudah tidak terlihat.

“Saya lagi melihat ke sana, melihat kereta kan jagain. Terus pas kereta sudah dekat, tahu-tahu dia enggak ada, pas saya menengok sudah terseret,” kata Uta.

Warga sekitar, Een (57), juga mengatakan korban sempat duduk di pos sebelum kejadian. Ia bahkan sempat menawarkan kopi kepada korban beberapa saat sebelumnya.

“Sekitar pukul 06.15 WIB itu kita masih nganter kopi ke pos yang jaga. Dia (korban) lagi duduk di situ, memang biasanya nongkrong, enggak pagi, enggak sore. Namanya ngadem ya, orang sini banyak juga,” kata Een.

Saat ditawari minuman, korban menolak.

“Sempat saya tawarin ‘mau kopi enggak?’. Katanya ‘enggak usah’,” jelas Een.

Kronologi Kejadian

Menurut Een, sekitar pukul 06.30 WIB kereta datang dari arah Cawang menuju Tebet.

Penjaga kemudian menutup palang perlintasan agar kendaraan dan pejalan kaki tidak melintas.

Een mengatakan suara benturan terdengar sesaat setelah kereta mendekat. Awalnya warga tidak menyadari bahwa suara tersebut berasal dari korban yang tertemper.

Baca Juga:  Warga Serbu Lowongan Kerja PPSU di Balai Kota Jakarta, dari S1 hingga Ibu Rumah Tangga

“Sekitar pukul 06.30 WIB, yang jaga pada lihatnya ke arah kereta (Cawang), tutup palang tiba-tiba kedengeran suara ‘bruk’. Ngiranya apa gitu, batu atau apa,” jelas Een.

Tak lama kemudian, penjaga menyadari korban sudah tidak berada di pos.

“Eh, tiba-tiba yang jaga teriak ‘Eh Bang Saak (korban) ke mana’, enggak ada yang ngeh. Pas kereta berhenti aja baru ketahuan. Ternyata ketabrak,” ujarnya

Warga lain, Bang Jek, menyampaikan kondisi serupa. Menurutnya, perhatian seluruh orang saat itu tertuju ke arah datangnya kereta sehingga tidak ada yang melihat pergerakan korban.

“Dia (korban) lagi duduk aja di pos. Ada beberapa orang di sini, cuma posisinya kita lihatnya kan ke arah kereta. Tiba-tiba dia hilang, eh ketabrak ternyata,” jelas Bang Jek.

Korban Diduga Terpental

Berdasarkan keterangan warga, korban dikabarkan terpental sekitar 10 meter dari lokasi pos penjagaan.

“Mental itu ke sono nomor 9. Itu kereta kencang, kalau badannya utuh, cuma bagian kepalanya ya itu yang hancur,” ujar Bang Jek.

Proses penanganan di lokasi berlangsung selama beberapa jam sebelum jenazah dibawa menggunakan ambulans.

Petugas KAI Stasiun Cawang, Reynaldo, menjelaskan proses evakuasi dilakukan setelah berkoordinasi dengan aparat.

“Evakuasi kita menunggu dari polsek dan pihak mana ya tadi, sekitar jam 08.50. Baru si korban dievakuasi sama pihak Palang Hitam menuju ke Rumah Sakit RSCM,” kata Reynaldo.

Perlintasan Warga Dijaga secara Manual saat Kereta Melintas

Uta mengatakan penjagaan dilakukan dengan mengandalkan pengamatan langsung terhadap kereta yang melintas.

“Iya ini memang perlintasan dari warga sendiri. Memang ramai tiap hari di sini,” jelas Uta.

Lokasi tersebut memiliki lebar sekitar 1,5 meter dan digunakan pejalan kaki maupun pengendara sepeda motor untuk menghubungkan Kelurahan Kebon Baru dan Kelurahan Tebet Timur.

Baca Juga:  50+ Tempat Nobar di Jakarta Babak Perempat Final Piala Dunia 2026

Di sekitar perlintasan terdapat permukiman warga, ruko makanan, serta pos sederhana yang berada sekitar satu meter dari rel.

Perjalanan Commuter Line Sempat Terdampak

Peristiwa tersebut menyebabkan perjalanan commuter line lintas Bogor–Jakarta Kota mengalami keterlambatan.

Rangkaian KA 1183 sempat menjalani pemeriksaan di Stasiun Tebet setelah insiden terjadi.

Insiden kecelakaan itu terjadi di antara Stasiun Cawang dan Tebet sehingga perjalanan commuter line lintas Bogor–Jakarta Kota sempat mengalami keterlambatan.

“Kami mohon maaf atas keterlambatan perjalanan Commuter Line Bogor–Jakarta Kota sehubungan KA 1183 tertemper orang di antara Stasiun Pasar Minggu–Manggarai pada pukul 06.35 WIB, di Km 12+7 dekat Stasiun Tebet,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda dalam keterangannya.

Karina Amanda mengatakan penanganan dilakukan oleh petugas sebelum perjalanan kembali normal.

“Saat ini masih dalam penanganan petugas, dan terhadap rangkaian KA 1183 dilakukan pengecekan di Stasiun Tebet. Hal ini berdampak pada keterlambatan perjalanan Commuter Line lintas Bogor–Jakarta Kota,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna atas gangguan operasional tersebut.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan pengguna. Kami mengimbau kepada pengguna untuk mengikuti arahan dan informasi dari petugas kami. Kami akan terus menyampaikan pembaruan informasi perjalanan Commuter Line melalui kanal media sosial KAI Commuter,” kata Karina.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending