Connect with us

Olahraga

Raheem Sterling Didakwa Dugaan Kepemilikan Gas Tertawa usai Kasus Kecelakaan Tunggal

Raheem Sterling didakwa terkait kepemilikan nitrous oxide dan mengemudi berbahaya usai kecelakaan Lamborghini. Sidang dijadwalkan 15 September.

Logompn

Published

on

Raheem Sterling Didakwa Dugaan Kepemilikan Gas Tertawa usai Kasus Kecelakaan Tunggal
Raheem Sterling Didakwa Dugaan Kepemilikan Gas Tertawa usai Kasus Kecelakaan Tunggal. Gambar: Dok. The Standard

MPN Indonesia 28 Agustus 2026 - Mantan pemain timnas Inggris Raheem Sterling didakwa atas dugaan kepemilikan gas tertawa atau nitrous oxide.

Peristiwa tersebut menyebabkan kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah Lamborghini di jalan tol M3 arah selatan dekat persimpangan Minley pada 28 Mei.

Kepolisian Hampshire dan Isle of Wight mengajukan dakwaan terhadap pria berusia 31 tahun itu terkait dugaan mengemudi berbahaya.

Kepemilikan nitrous oxide untuk dihirup secara ilegal, serta penolakan memberikan sampel.

Sterling dijadwalkan menjalani sidang di Pengadilan Magistrat Basingstoke pada 15 September.

Dakwaan Muncul Setelah Kecelakaan Tunggal di Jalan Tol

Kasus ini bermula dari kecelakaan tunggal yang terjadi di jalan tol M3 arah selatan dekat persimpangan Minley pada 28 Mei.

Menurut Kepolisian Hampshire dan Isle of Wight, tidak ada kendaraan lain yang terlibat dalam insiden tersebut. Polisi juga menyatakan tidak ada laporan korban luka akibat kecelakaan itu.

Adapun dakwaan yang dikenakan kepada Sterling meliputi:

  • Mengemudi berbahaya.
  • Kepemilikan nitrous oxide atau gas tertawa untuk dihirup secara ilegal.
  • Menolak memberikan sampel.

Perkara tersebut akan diproses melalui sidang di Pengadilan Magistrat Basingstoke yang dijadwalkan berlangsung pada 15 September.

Perjalanan Karier Bersama Klub dan Timnas Inggris

Di luar proses hukum yang sedang berjalan, Raheem Sterling dikenal sebagai salah satu pemain yang memiliki pengalaman panjang bersama tim nasional Inggris.

Ia mencatatkan 82 penampilan dan mencetak 20 gol untuk Inggris. Kontribusinya membantu tim asuhan Gareth Southgate mencapai semifinal Piala Dunia 2018 dan final Euro 2020.

Baca Juga:  Karyawan Alice Norin jadi Korban Kecelakaan KA Argo Bromo vs KRL, Begini Kondisinya

Karier profesionalnya dimulai setelah menimba ilmu di akademi Queens Park Rangers (QPR). Selanjutnya, ia bergabung dengan Liverpool dan menjalani debut di tim senior klub tersebut.

Pada 2015, Sterling pindah ke Manchester City. Bersama klub itu, ia meraih sejumlah gelar, yaitu:

  • Empat trofi Premier League.
  • Lima Piala Liga.
  • Satu Piala FA pada 2019.

Sempat Membela Chelsea, Arsenal, dan Feyenoord

Setelah meninggalkan Manchester City, pemain kelahiran Kingston, Jamaika, itu bergabung dengan Chelsea pada 2022.

Seiring waktu, ia kehilangan tempat di tim utama. Pada musim 2024-25, ia dipinjamkan ke Arsenal.

Setelah tidak lagi bersama Chelsea, Sterling melanjutkan kariernya dengan bergabung ke klub Belanda, Feyenoord, melalui kontrak jangka pendek hingga akhir musim.

Berdasarkan data yang tersedia, saat ini ia tidak memiliki klub.

Pernah Menerima Gelar MBE

Pada 2021, Raheem Sterling menerima gelar Member of the Order of the British Empire (MBE) dalam daftar penghargaan Ulang Tahun Ratu.

Penghargaan tersebut diberikan atas jasanya dalam mendorong kesetaraan ras di bidang olahraga.

Ia dikenal memimpin kampanye anti-rasisme dan diskriminasi serta menyuarakan penolakan terhadap rasisme di dalam maupun di luar lapangan selama beberapa tahun.

Pemberian penghargaan itu berlangsung ketika muncul kontroversi mengenai sebagian pendukung Inggris yang mencemooh aksi para pemain berlutut sebagai bentuk penolakan terhadap intoleransi.

(AKM/NID/RAD)

Trending