Berita
Penjual Cermin Meninggal Dunia Imbas Kericuhan di Pejompongan
Bambang Setiyawan, penjual cermin di Pejompongan, meninggal setelah dievakuasi saat kericuhan.
MPN Indonesia 29 Agustus 2026 - Seorang penjual cermin, Bambang Setiyawan, meninggal dunia imbas kericuhan di Jalan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/8) malam hingga Jumat (28/8).
Korban merupakan warga Bendungan Hilir, Tanah Abang, yang sehari-hari berjualan di pinggir Jalan Pejompongan Raya.
Polisi menyatakan, korban sempat dievakuasi dalam kondisi pingsan ke rumah sakit sebelum dinyatakan meninggal dunia.
“Pada saat lokasi itu sudah diamankan, Biddokkes Polda Metro Jaya mengevakuasi seseorang laki-laki yang dalam kondisi pingsan,” kata Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto pada keterangan resmi.
Korban Keluar Rumah setelah Situasi Dianggap Lebih Aman
Bambang Setiyawan diketahui masih berjualan hingga sore hari bersama istrinya, Sudarsih.
Sekitar pukul 16.30 WIB, Sudarsih meminta suaminya menutup dagangan lebih awal karena melihat massa mulai memadati kawasan sekitar.
“Saya lihat massa udah dari sana udah banyak, akhirnya saya bilang sama bapaknya, ‘Itu massa udah banyak’, saya bilang tutup,” ujar Sudarsih, dikutip MPN Indonesia dari Kompas.com pada Sabtu (29/8).
Setelah menutup sebagian dagangan, Bambang sempat mengantar seseorang yang sakit ke RS Pelni bersama anaknya menggunakan sepeda motor.
Ia kemudian kembali ke rumah sekitar pukul 21.00—21.30 WIB ketika massa mulai terdorong masuk ke kawasan permukiman.
Menurut keluarga, setelah situasi dinilai lebih aman, Bambang kembali keluar menuju tokonya di pinggir jalan.
Sudarsih mengaku tidak melarang suaminya karena kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya.
“Dia itu biasanya cuma nonton. Kadang-kadang membantu mengucurkan air buat cuci muka orang-orang. Makanya saya biarkan saja,” ungkapnya.
Warga Sempat Melihat Situasi Kericuhan
Titin, istri Ketua RT 02/RW 06 Pejompongan, mengatakan Bambang keluar rumah sekitar pukul 22.00 WIB mengenakan pakaian serba hitam.
“Itu sekitar kurang lebih jam 10 malam, almarhum keluar dari sini pakai baju hitam-hitam, kaos hitam, celana hitam,” kata Titin.
Menurutnya, saat itu massa berlarian ke arah permukiman setelah terjadi penyemprotan gas air mata.
Kondisi tersebut membuat warga dan massa bercampur di gang-gang sekitar lokasi.
“Tiba-tiba tuh massa dilemparin gas air mata terus pada kabur ke sini anak-anak, ya, kebanyakan sih anak-anak. Terus, ya, campurlah,” ujarnya.
Keluarga Mencari Korban hingga Dini Hari
Bambang tidak kunjung pulang setelah keluar rumah.
Sekitar pukul 01.30 WIB, Sudarsih bersama keluarga mulai mencari keberadaan korban di sekitar lingkungan tempat tinggal.
Keluarga juga meminta teman-teman korban menyampaikan informasi apabila bertemu dengannya.
Pencarian juga dilakukan ke sejumlah rumah sakit sebelum akhirnya keluarga memperoleh informasi bahwa korban telah dibawa ke Rumah Sakit Polri.
Titik terang diperoleh setelah anak kedua Bambang kembali mendatangi RSAL Mintohardjo dengan membawa foto korban.
“‘Benar itu bapaknya,’ tapi sudah dibawa ke Rumah Sakit Polri,” kata Titin menirukan informasi dari petugas rumah sakit.
Korban Dikenali Melalui Video yang Beredar
Keluarga menyatakan, tidak menyaksikan secara langsung peristiwa yang menimpa Bambang.
Kepastian mengenai korban baru diketahui setelah anaknya mengenali wajah Bambang dalam video yang beredar di media sosial.
“Justru kita tahunya dari video. Kita enggak ada yang lihat jelas nih posisi mayat ini, posisi dia dipukulin, posisi dia dibawa, kita nggak tahu,” tutur Sudarsih.
Ketua RT tempat tinggal korban, Aban Sobandi, mengaku berada di lokasi saat kericuhan berlangsung.
Namun, ia tidak dapat melihat secara jelas kejadian yang dialami Bambang karena pandangannya terhalang kerumunan.
Aban kemudian meminta keterangan kepada perekam video yang merupakan tetangga korban.
Berdasarkan penuturan tersebut, Bambang disebut sempat diseret oleh sekelompok pria.
“(Bambang) digeret-geret,” ucap Aban.
Polisi Menjelaskan Proses Evakuasi
Polda Metro Jaya menyampaikan bahwa korban dievakuasi oleh petugas Biddokkes setelah situasi di lokasi dinyatakan aman.
Proses evakuasi sempat tertunda karena kondisi kericuhan yang masih berlangsung.
Sesampainya di RS Mintohardjo, petugas medis menyatakan Bambang telah meninggal dunia.
“Pada saat penanganan di rumah sakit, yang bersangkutan meninggal dunia,” kata Budi Hermanto.
Jenazah kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, penyidik Polda Metro Jaya masih meminta keterangan dari pihak keluarga untuk melengkapi penyelidikan.
Polisi juga menyampaikan, keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah untuk pengungkapan penyebab kematian korban pada peristiwa di daerah tersebut.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
