Berita
Cagar Alam Merapi Ungup Ungup Kebakaran, TWA Kawah Ijen Terancam Ditutup Sementara
Kebakaran Kawah Ijen meluas dari kawasan Merapi Ungup-Ungup. Pendakian ditutup sementara setelah api mendekati jalur wisata di Banyuwangi.
Jawa Timur, MPN Indonesia 4 September 2026 - Kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup di Gunung Merapi kawasan Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, sejak Rabu (2/9) malam hingga Jumat (4/9).
Titik api terus meluas dan mengarah ke kawasan sekitar Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen sehingga BKSDA mempertimbangkan penutupan sementara destinasi wisata tersebut.
Hingga Jumat (4/9), petugas masih melakukan pemantauan dan mobilisasi tim karena lokasi sulit dijangkau.
“Informasi awal titik api berada di kawasan Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup, bagian dalam sebelah atas. Saat ini teman-teman di lapangan masih melakukan mobilisasi tim untuk mengakses lokasi dan melakukan pemadaman,” ujar Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jember Purwantono pada keteranganya.
Gunung Merapi di Banyuwangi Dilanda Kebakaran
Kebakaran pertama kali diketahui pada Rabu (2/9) sekitar pukul 23.59 WIB.
Titik api terlihat dari Pos Paltuding di kawasan TWA Kawah Ijen.
Kepala TWA Kawah Ijen BKSDA Jawa Timur, Rusdi, mengatakan api diduga berasal dari kawasan atas Pasewaran sebelum merambat ke arah Merapi Ungup-Ungup.
“Pertama kali diketahui pukul 23.59 WIB, kelihatan dari Pos Paltuding,” kata Rusdi.
Sementara itu, Purwantono menyampaikan titik api terdeteksi sekitar pukul 00.00 WIB pada Kamis (3/9).
Kobaran api terlihat dari kejauhan karena berada di kawasan puncak.
Petugas masih melakukan mobilisasi menuju lokasi.
Pendataan dampak dan proses pemadaman masih berlangsung.
Pemadaman Terkendala Medan Terjal
Upaya penanganan kebakaran menghadapi kendala karena lokasi berada di kawasan dengan topografi yang sulit dijangkau.
Petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan, mulai dari medan berupa tebing, jurang, dan jalur terjal hingga lokasi titik api yang licin dan berbahaya.
Selain itu, sinyal komunikasi di kawasan Merapi Ungup-Ungup sangat terbatas sehingga titik api belum dapat dijangkau secara langsung oleh petugas.
“Lokasi titik api tidak dapat dijangkau karena medan menuju lokasi berupa kawasan terjal, licin, dan berbahaya,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno.
Purwantono mengatakan musim kemarau meningkatkan risiko penyebaran api.
Vegetasi kering dan embusan angin di kawasan dataran tinggi membuat kobaran lebih cepat meluas.
“Musim kemarau ini sangat rawan. Vegetasi kering jika terkena pemicu api dan tertiup angin bisa langsung menyebar dengan cepat,” jelasnya.
Api Bergerak ke Arah Kawah Ijen
Hasil pemantauan menunjukkan api mulai menyebar ke beberapa arah dari kawasan puncak.
“Kalau dari kawah menghadap ke Merapi itu sudah menyebar ke kiri dan kanan. Kalau ke kiri itu ke arah Cangkringan Bondowoso, kalau ke kanan ke arah hutan lindung dan cagar alam (Ijen),” ujar Rusdi.
Sementara itu, titik api dilaporkan berada sekitar 1 hingga 1,5 kilometer di sebelah timur kawasan TWA Kawah Ijen.
Kobaran api belum mencapai zona destinasi wisata.
BPBD Banyuwangi menyebut luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 20 hektare.
TWA Kawah Ijen Diusulkan Ditutup Sementara
Perkembangan kebakaran membuat BKSDA mempertimbangkan penutupan sementara kawasan wisata Kawah Ijen.
“Kita masih menunggu surat penutupan dari pimpinan,” katanya.
Penutupan akan dipertimbangkan apabila asap mengarah ke kawasan wisata dan berpotensi mengganggu jarak pandang maupun kesehatan pengunjung.
Pada Kamis (3/9) malam, kawasan Ijen telah dijadwalkan tutup karena kegiatan bersih-bersih kawasan atau Ijen Rijig.
Informasi lanjutan mengenai operasional wisata akan disampaikan melalui kanal resmi BBKSDA Jawa Timur dan aplikasi pemesanan tiket.
Tim Gabungan Terus Melakukan Pemantauan
Demi mengantisipasi meluasnya kebakaran, tim patroli dibagi ke sejumlah titik pemantauan.
Lokasi pemantauan meliputi Blok Cangkringan, Puncak Merapi Ungup-Ungup, jalur pendakian Kawah Ijen, dan kawasan Paltuding.
BPBD Banyuwangi juga mendirikan tenda posko siaga di Bumi Perkemahan Paltuding sebagai pusat pemantauan perkembangan titik api.
Tim gabungan yang terdiri dari BKSDA, BPBD Banyuwangi, Perhutani, dan relawan masih melakukan penanganan di lapangan.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
