Connect with us

Berita

Mayat Pria Ditemukan di Pulau Enggano, Polisi Cocokkan DNA dengan 5 Jurnalis Hilang

Mayat pria ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu. Polisi mencocokkan DNA jenazah dengan keluarga lima jurnalis yang masih dilaporkan hilang.

Logompn

Published

on

Mayat Seorang Pria Ditemukan di Pulau Enggano, DNA Dicocokkan dengan 5 Jurnalis Hilang
Mayat Seorang Pria Ditemukan di Pulau Enggano, DNA Dicocokkan dengan 5 Jurnalis Hilang. Gambar: Dok. Ilustrasi Canva

Bengkulu, MPN Indonesia 16 September 2026 - Jenazah pria tanpa identitas ditemukan di kawasan pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, Bengkulu, pada Sabtu (12/9).

Polisi mengevakuasi jenazah ke RS Bhayangkara Bengkulu untuk diautopsi dan diambil sampel DNA.

Sampel tersebut dikirim ke Pusdokkes Polri untuk dicocokkan dengan DNA lima jurnalis yang hilang saat meliput Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Penemuan mayat tersebut menjadi bagian dari proses identifikasi yang masih berlangsung.

Proses Identifikasi Jenazah

Jenazah dievakuasi dari Pulau Enggano menggunakan pesawat menuju Polda Bengkulu.

Setelah itu, tim forensik melakukan autopsi dan pengambilan sampel DNA untuk pemeriksaan lanjutan.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea mengatakan proses pencocokan masih berlangsung.

“Kita menunggu pencocokan DNA yang sudah diambil dari keluarga teman-teman yang hilang kontak. Kita akan melakukan pencocokan, kami mohon waktu untuk bisa menjelaskan setelah keluar tes DNA dari Polda Bengkulu,” ujar Maruli Ahilies kepada awak media.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Polda Bengkulu, ciri-ciri jenazah yang ditemukan sebagai berikut:

  • Berjenis kelamin laki-laki.
  • Tinggi sekitar 165 sentimeter.
  • Diperkirakan berusia di atas 50 tahun.
  • Wajah mengalami kerusakan sehingga identifikasi visual belum memungkinkan.
  • Ditemukan tanpa identitas.

Kabid Humas Polda Banten mengatakan kondisi wajah jenazah membuat proses identifikasi tidak dapat dilakukan melalui pemeriksaan visual.

Oleh karena itu, pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA dilakukan untuk memastikan identitas jenazah.

Pencocokan DNA dengan Jurnalis Hilang

Sampel DNA jenazah telah dikirim ke Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Jakarta.

Pemeriksaan dilakukan untuk membandingkan DNA jenazah dengan keluarga lima jurnalis yang masih dalam pencarian.

Baca Juga:  Ojol Tolak Desakan MTI Soal Larangan Angkut Penumpang

Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Imam Wijayanto mengatakan identifikasi visual belum dapat dilakukan.

“Untuk identifikasi secara visual belum bisa dilakukan karena kondisi jenazah. Jenazah juga ditemukan tanpa identitas,” ujarnya.

Sementara itu, Dokter Forensik RS Bhayangkara Polda Banten dr. Donald Rinaldi Kusumaningrat mengatakan secara properti belum ditemukan kesesuaian antara jenazah dengan korban hilang.

“Iya, secara properti tidak sesuai (tidak ada persesuaian dengan korban hilang). Hari ini DNA dibawa ke Lab DNA di Biro Dokpol,” ujar Donald Rinaldi, Selasa (15/9) dikutip MPN Indonesia dari Kumparan, Rabu (16/9).

Ia mengatakan hasil pencocokan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua minggu.

“Bisa dua minggu (hasilnya). Jadi, sampel dari temu mayat di Bengkulu dicocokkan dengan keluarga dari korban,” ujarnya.

(AKM/NID/RAD) 



MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending