Connect with us

Berita

Sedang Hamil 2 Bulan, Mahasiswi UTM di Bangkalan Dibunuh dan Dibakar Kekasihnya

Mahasiswi UTM tewas dibunuh kekasihnya di Bangkalan. Konflik soal kehamilan berujung tragedi keji. Pelaku ditangkap, polisi pastikan hukum berlaku tegas.

Actress 1299250

Published

on

Sedang Hamil 2 Bulan, Mahasiswi UTM di Bangkalan Dibunuh dan Dibakar Kekasihnya
Sedang Hamil 2 Bulan, Mahasiswi UTM di Bangkalan Dibunuh dan Dibakar Kekasihnya. Gambar : X @kyanaaariz/ Tangkapan Layar X @hiburandimedsos

MPN Indonesia 3 Desember 2024 - Sebuah kasus pembunuhan brutal mengguncang Kabupaten Bangkalan. Korban, seorang mahasiswi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) berinisial EJ, warga Tulungagung, ditemukan tewas mengenaskan di tangan kekasihnya, M, seorang pria asal Lantek Timur, Bangkalan.

Peristiwa tragis ini terjadi pada akhir November 2024, saat hubungan keduanya yang telah berlangsung lama berakhir dengan tragedi.

Pertemuan yang Berujung Tragedi

Kejadian bermula pada Sabtu (30/11), ketika EJ merencanakan pertemuan dengan M yang sedang mengikuti program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).

Setelah berkomunikasi melalui WhatsApp, mereka bertemu di sebuah kamar kos di Jalan Singosastro, Kraton, Bangkalan, pada dini hari Minggu.

Pada pagi harinya, M membawa EJ ke kamar kos lain di kawasan Bancaran. Hubungan mereka semakin memanas setelah diketahui bahwa EJ tengah hamil dua bulan, hasil hubungan mereka. Hal ini diduga menjadi pemicu utama konflik yang berakhir tragis.

Cekcok Tentang Kehamilan

Pada sore harinya, sekitar pukul 17.00 WIB, EJ menemui M setelah bekerja di sebuah warung kopi.

Keduanya berangkat bersama menggunakan sepeda motor menuju Desa Lantek Barat, Kecamatan Galis, dengan tujuan membawa EJ ke tempat pijat untuk menggugurkan kandungannya.

Namun, diskusi soal kehamilan berubah menjadi perdebatan sengit. EJ mengancam akan melaporkan M ke pihak berwajib dan kepada senior kampus jika M tidak bertanggung jawab. Ancaman tersebut memicu kemarahan M hingga ia kehilangan kendali.

Aksi Keji di Jalan Sepi

Ketika melewati jalan sepi di Desa Banjar, M menghentikan sepeda motornya. Ia menyerang EJ secara brutal menggunakan senjata tajam jenis celurit sepanjang 50 cm yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Baca Juga:  Kepala SMK di Brebes jadi Tersangka usai Gudang Sekolah jadi Tempat Oplos Elpiji

EJ berusaha melarikan diri, tetapi M mengejarnya dan membacok kepala korban beberapa kali hingga tersungkur.

Tidak berhenti di situ, M menggorok leher EJ hingga nyaris putus untuk memastikan korban tewas.

Setelah itu, ia menyeret tubuh EJ ke dalam bangunan bekas pabrik, membeli bensin, dan membakar tubuh korban untuk menghilangkan jejak.

Penyelidikan oleh Polisi

Polres Bangkalan langsung melakukan penyelidikan intensif atas kasus ini. Kapolres Bangkalan menegaskan bahwa tindakan pelaku sangat keji dan tidak berperikemanusiaan.

“Kami akan memproses pelaku dengan hukuman seberat-beratnya,” tegasnya.

Kasus ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menyelesaikan konflik dengan cara damai tanpa melibatkan kekerasan.

Keprihatinan Keluarga Korban

Keluarga korban mengaku sangat terpukul oleh kejadian ini. Mereka berharap pelaku mendapat hukuman yang setimpal dan keadilan dapat ditegakkan.

Tragedi ini juga menjadi peringatan akan pentingnya pendidikan moral serta penyelesaian konflik secara damai, terutama di kalangan muda.

Trending