Connect with us

Berita

Pencarian Lima Jurnalis dan Tiga Kru yang Hilang di Selat Sunda Resmi Dihentikan

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru KM Arupadhatu 1 di Selat Sunda resmi dihentikan setelah 10 hari. Basarnas tetap melakukan pemantauan.

Logompn

Published

on

Pencarian Lima Jurnalis dan Tiga Kru yang Hilang di Selat Sunda Resmi Dihentikan
Pencarian Lima Jurnalis dan Tiga Kru yang Hilang di Selat Sunda Resmi Dihentikan. Gambar: Instagram/@sar_nasional

MPN Indonesia 18 September 2026 - Pencarian lima jurnalis dan tiga kru KM Arupadhatu 1 yang hilang di Selat Sunda memasuki babak baru setelah Tim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian pada Kamis (17/9).

Keputusan diambil setelah pencarian selama 10 hari, termasuk perpanjangan tiga hari, tidak menemukan tanda keberadaan kapal maupun delapan orang di dalamnya.

Operasi dihentikan berdasarkan hasil evaluasi efektivitas pencarian, tetapi pemantauan tetap dilanjutkan dan operasi dapat dibuka kembali apabila ditemukan petunjuk baru.

“Sejak pelaksanaan hari pertama operasi gabungan sampai dengan hari ke-10, setelah perpanjangan tiga hari, secara umum tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpang atau awak yang berada di kapal tersebut,” kata Gubernur Banten Andra Soni dalam keterangan resmi.

Keputusan tersebut diumumkan di Posko SAR Basarnas Pantai Marina, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang.

Operasi pencarian sebelumnya dilakukan melalui jalur laut, darat, dan udara dengan melibatkan berbagai instansi.

Pencarian Jurnalis Dihentikan

Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan keputusan pemberhentian pencarian di hadapan unsur SAR dan keluarga korban.

Ia mengatakan penghentian dilakukan berdasarkan kewenangan pihak terkait setelah mempertimbangkan hasil operasi di lapangan.

“Dan kemudian telah perpanjangan pihak Basarnas tadi menyampaikan bahwa karena sudah dinilai tidak efektif dalam pelaksanaannya, dalam pencarian dan pertolongan ini, maka dengan berat hati pelaksanaan operasi gabungan dan pertolongan ini oleh pihak yang berkepentingan atau pihak yang memiliki kewenangan dinyatakan dihentikan,” kata Andra.

Selama proses pencarian, petugas menemukan sejumlah material di area penyisiran.

Namun, seluruh temuan tersebut dipastikan tidak berkaitan dengan KM Arupadhatu 1.

Baca Juga:  Diskusi Buku 'Reset Indonesia' Dibubarkan Aparat, Begini Kronologinya

Andra menjelaskan terdapat 13 objek yang ditemukan selama operasi.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Polairud, seluruh objek dinyatakan tidak memiliki hubungan dengan kapal yang hilang.

“Bahwa kemudian ada beberapa temuan material atau objek dicatat ada 13 objek yang ditemukan selama operasi, dan itu sudah dikonfirmasi oleh Polairud. Setelah dicek dan diteliti, dinyatakan bahwa saat ini temuan tersebut tidak terhubung dengan Arupadhatu I,” ujarnya.

Objek yang ditemukan selama operasi pencarian, seperti life jacket, terpal, helm, galon, dan sembilan objek lainnya yang telah diperiksa oleh tim.

Operasi Melibatkan Berbagai Unsur dan Wilayah Pencarian

Operasi pencarian melibatkan Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta unsur terkait lainnya.

Area pencarian diperluas hingga perairan Selat Sunda yang mengarah ke Lampung.

Pada hari terakhir operasi, tim SAR mengerahkan 24 kapal, 1 helikopter, penyisiran di 10 sektor, dan luas area pencarian mencapai 8.509 mil laut persegi.

Selain Basarnas Banten, pencarian juga melibatkan Kantor SAR Lampung dan Kantor SAR Bengkulu.

Polda Bengkulu turut membantu proses identifikasi terhadap temuan jenazah di Pulau Enggano yang saat itu masih menunggu hasil uji DNA.

Kepala Basarnas Banten Al Amrad menjelaskan aturan operasi SAR menetapkan masa pencarian selama tujuh hari.

Namun, operasi diperpanjang tiga hari setelah mempertimbangkan permintaan keluarga korban dan Pemerintah Provinsi Banten.

“Dari semua yang kita evaluasi, diawal tadi tentang aturan kami di Basarnas ini, operasi SAR tujuh hari, ketujuh juga kita lakukan pencarian tidak ada tanda-tanda, objek juga, tadi sudah disampaikan Polair dan TNI AL juga. Kalau kami mengacu pada peraturan kami tersebut, seharusnya kita sudah closed,” ujar Al Amrad.

Delapan Orang Masih Belum Ditemukan

KM Arupadhatu 1 dilaporkan hilang kontak setelah berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9).

Baca Juga:  Satu Korban Ledakan di Pamulang Meninggal Dunia, Alami Luka Bakar Hampir 100 Persen

Kapal tersebut membawa lima jurnalis yang hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau bersama tiga awak kapal.

Delapan orang yang masih dinyatakan hilang terdiri atas 5 jurnalis dan 3 awal kapal.

Nama-nama jurnalis yang hilang, yaitu:

  • Muhammad Bagus Khoirunnas (Antara)
  • Ari Basuki (Merdeka)
  • Yudistiro (iNews)
  • Daus (Anadolu)
  • Donal (jurnalis lepas)

Nama-nama awak kapal yang hilang, yaitu:

  • Warta (kapten)
  • Surakman (anak buah kapal)
  • Haryanto (pemandu)

Selama 10 hari operasi, tim gabungan belum menemukan tanda keberadaan kapal maupun seluruh penumpangnya.

Di Posko SAR Nasional Carita, keputusan penghentian operasi disambut tangis keluarga yang telah menunggu kepastian selama proses pencarian berlangsung.

Sejumlah personel SAR dan instansi terkait kemudian memberikan dukungan kepada keluarga korban.

Istri salah satu korban, Muhammad Bagus Khoirunnas, yaitu Desi, meminta pemerintah mempertimbangkan kembali perpanjangan operasi.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah lokasi yang perlu diperiksa secara langsung.

“Saya memohon untuk proses pencarian ini dapat diperpanjang kembali. Saya berharap proses pencarian ini diperpanjang dan lebih dimaksimalkan lagi,” kata Desi.

Desi juga meminta penyisiran dilakukan tidak hanya di laut, tetapi hingga ke bagian dalam pulau-pulau yang berada di sekitar jalur pencarian.

“Untuk proses pengecekan pulaunya kami juga memohon dapat dilakukan langsung turun ke pulaunya, menyusuri setiap pulau, dicek ke dalam pulau-pulaunya,” ujarnya.

Lokasi yang diminta keluarga untuk diperiksa, yakni:

  • Pulau Tinjil Besar
  • Pulau Tinjil Kecil
  • Wilayah selatan Binuangeun
  • Pulau Panjurit
  • Pulau Pandang Runik
  • Pulau Pandang Balak
  • Pulau Penyu
  • Pulau Panaitan
  • Pulau Sangiang
  • Pulau Buku
  • Pulau Handelem

Pemantauan Tetap Dilanjutkan

Meski operasi pencarian resmi dihentikan, Basarnas memastikan pemantauan tetap dilakukan bersama berbagai unsur yang beraktivitas di perairan.

“Operasi SAR ini tidak berhenti sampai di sini, setelah pencarian ini kita hentikan, kita lakukan dengan pemapelan melalui SROP VTS, termasuk Lanal, termasuk dari Polairud yang melakukan patroli, yang melakukan pencarian, termasuk aktivitas kapal yang melintas di Selat Sunda yang akan menjadi ujung tombak apabila menemukan informasi lebih lanjut,” kata Al Amrad.

Baca Juga:  Seorang Ayah Minta Maaf usai Diduga Tinggalkan Anaknya di Tenda untuk Summit

Ia mengatakan operasi dapat kembali dibuka apabila muncul informasi atau petunjuk baru mengenai keberadaan KM Arupadhatu 1 maupun para penumpangnya.

“Dan apabila itu ada tanda-tanda, operasi SAR akan dinyatakan dibuka kembali,” imbuhnya.

(AKM/NID/RAD)

BPOM Buka Suara usai Video Viral Ikan Asin yang Diduga Disemprot Baygon
Viral1 minute ago

BPOM Buka Suara usai Video Viral Ikan Asin yang Diduga Disemprot Baygon

MPN Studio Hadirkan Perjalanan MT Harjono Lewat Film Pendek, Ceritakan Perjuangannya untuk Indonesia
Film13 minutes ago

MPN Studio Hadirkan Perjalanan M.T. Harjono Lewat Film Pendek, Ceritakan Perjuangannya untuk Indonesia

Kadus di Deli Serdang Bakar Sendiri Barak Diduga Markas Narkoba
Berita24 minutes ago

Kadus di Deli Serdang Bakar Sendiri Barak Diduga Markas Narkoba

Daftar 7 Pemain Diaspora yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
Olahraga39 minutes ago

Jelang Piala Asia 2027, Ini Daftar 7 Pemain yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong
Berita58 minutes ago

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Kebakaran Pemukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus
Berita1 hour ago

Kebakaran Permukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita2 hours ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti2 hours ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi2 hours ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal2 hours ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga2 hours ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional2 hours ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi4 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi4 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga4 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

Trending