Connect with us

Berita

Bocah 7 Tahun di Batang Meninggal Dunia akibat Tersedak Bakso

Bocah perempuan 7 tahun di Batang meninggal setelah diduga tersedak bakso saat bermain. Simak kronologi kejadian dan keterangan polisi.

Logompn

Published

on

Bocah 7 Tahun di Batang Meninggal Dunia Akibat Tersedak Bakso
Bocah 7 Tahun di Batang Meninggal Dunia Akibat Tersedak Bakso. Gambar: Ilustrasi Canva

Jawa Tengah, MPN Indonesia 23 September 2026 - Seorang bocah perempuan 7 tahun berinisial GC, meninggal dunia setelah diduga tersedak bakso saat bermain bersama temannya di halaman rumah di Gang Jamban Kidul, RT 03/RW 02, Desa Wonobodro, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (17/9) sekitar pukul 17.30 WIB.

Korban sempat dibawa ke bidan desa sebelum dirujuk ke Puskesmas Blado I, tetapi dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di fasilitas kesehatan tersebut.

“Sesampainya di Puskesmas Blado I korban dinyatakan sudah meninggal dunia,” ujar Kasatreskrim Polresta Batang Kompol Bintoro Thio Pratama, dikutip MPN Indonesia dari Tribunjateng, Rabu (23/9).

Peristiwa bermula ketika GC bermain bersama temannya, Kayla, di halaman rumah.

Saat itu, korban juga sedang menyantap bakso yang dibungkus menggunakan plastik.

“Bahwa korban sebelum kejadian sedang bermain dengan temannya yaitu Kayla sambil makan bakso (dibungkus plastik),” ungkap Bintoro.

Kronologi Kejadian Bocah Tersedak Bakso

Menurut keterangan kepolisian, suasana bermain berubah ketika Kayla mengetahui korban mengalami tersedak.

Teman korban kemudian berteriak meminta pertolongan kepada orang yang berada di dalam rumah.

“Kemudian temanya yang sedang di dalam rumah mendengar teriakan anaknya dari luar rumah memberitahu bahwa korban tersedak,” ujar Bintoro.

Keluarga segera keluar rumah untuk melihat kondisi korban. Saat ditemukan, GC sudah dalam keadaan lemas dan bersandar kepada seseorang bernama Nilna.

Saudara korban kemudian berupaya memberikan pertolongan awal dengan menepuk-nepuk punggung korban. Setelah itu, ibu korban, Muindahwati, dipanggil untuk datang ke lokasi.

“Melihat keadaan korban bersandar kepada Nilna sudah dalam keadaan lemas. Kemudian saudaranya mencoba menolong korban dengan menepuk-nepuk punggungnya dan saudaranya memanggil orang tuanya Sdri. Muindahwati,” ujar Bintoro.

Baca Juga:  Damkar Evakuasi Anjing Liar usai Gigit Anak Kecil di Alun-alun Pondok Aren

Selanjutnya, Muindahwati membawa anaknya ke tempat praktik bidan desa. Namun, setelah memeriksa kondisi korban, bidan menyarankan agar korban segera dibawa ke puskesmas.

“Kemudian oleh Muindahwati korban dibawa ke tempat Bidan Desa dan kemudian disarankan untuk dibawa ke puskesmas karena melihat kondisi korban yang sudah lemas,” ucap Bintoro.

Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Blado I. Setibanya di sana, petugas medis menyatakan nyawanya sudah tidak tertolong.

Bintoro juga menyampaikan keterangan dari Kepala Puskesmas Blado I terkait kondisi korban saat tiba di fasilitas kesehatan.

“Keterangan dari dokter sekaligus Kepala Puskesmas Blado I, dr. Dian Permaisuri, kondisi keluar darah dari hidung dan mulut dikarenakan adanya kondisi kekurangan oksigen yang menyebabkan pecahnya pembuluh darah,” ujar Bintoro.

Keluarga Menerima Kejadian sebagai Musibah

Polisi menyatakan pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.

Tidak ada penolakan dari keluarga terhadap hasil penanganan yang telah dilakukan.

“Pihak keluarga korban menerima dan menyadari bahwa kejadian tersebut adalah sebuah musibah,” ujar Bintoro.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan oleh petugas Puskesmas Blado I kepada kepolisian.

Keterangan dari saksi, keluarga, serta tenaga kesehatan menjadi bagian dari penanganan yang dilakukan aparat setelah kejadian.

(AKM/NID/RAD) 

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending