Viral
Viral! Nama Dokter Meninggal Diduga Masih Digunakan untuk Layani Pasien di Klinik Semarang
Polisi menyelidiki kabar klinik di Semarang yang diduga masih menggunakan nama dr Agus Sukamto meski dokter tersebut meninggal pada Juni 2025.
Jawa Tengah, MPN Indonesia 26 September 2026 - Dugaan pelayanan kesehatan menggunakan nama dr. Agus Sukamto, Sp.KK, setelah dokter tersebut meninggal dunia menjadi perhatian publik di Semarang, Jawa Tengah.
Informasi itu ramai dibahas sejak unggahan akun X Kang Bahar pada September 2026.
Polisi kini mulai menelusuri informasi tersebut, sementara pihak apotek menyatakan sudah tidak lagi menerima pasien.
“Ada modus baru. Seorang dokter kulit senior ternyata sudah meninggal, tapi pasien-pasiennya nggak tahu. Banyak pasien yang masih datang buat periksa dan ketemu asistennya,” tulis akun tersebut, dikutip MPN Indonesia dari X @Smash1014314 pada Sabtu (26/9).
Dalam unggahan akun X Kang Bahar disebutkan bahwa pasien yang datang diduga diarahkan untuk memperlihatkan kondisi kulit kepada seseorang yang berada di lokasi.
Unggahan tersebut menyebut kondisi kulit pasien kemudian difoto dan disebut akan dikirimkan kepada dr. Agus.
“Terus asistennya bilang, ‘Dokternya masih sakit. Saya fotokan kondisi kulitnya, nanti saya kirim ke dokternya. Nanti Ibu/Bapak dapat obatnya, ya. Bayarnya ke saya.’ Ternyata almarhum dr. Agus Sukamto, Sp.KK, senior kami semua, sudah berpulang pada Juni 2025,” tulis akun tersebut.
Polrestabes Semarang kemudian melakukan pengecekan langsung ke lokasi setelah informasi tersebut viral.
Hasil pengecekan sementara polisi belum menemukan bukti adanya kegiatan praktik dokter setelah dr. Agus meninggal dunia.
Pasien Mengaku Datang pada 2026
Di tengah informasi yang beredar, seorang pasien berinisial NH (31) mengaku pernah mendatangi tempat tersebut sekitar satu minggu sebelum Lebaran 2026 untuk berkonsultasi mengenai masalah kulit.
NH mengaku tidak bertemu langsung dengan dr. Agus. Menurut keterangannya, orang yang berada di apotek saat itu menyampaikan bahwa dokter belum dapat menjalankan praktik karena baru selesai menjalani operasi.
NH kemudian menerima salep tanpa memperoleh resep tertulis. Ia mengatakan salep tersebut disebut sebagai “salep dokter Agus” oleh pihak yang melayaninya.
Pasien tersebut baru mengetahui dr. Agus telah meninggal setelah membaca informasi yang beredar di media sosial.
Pengakuan NH menjadi salah satu informasi yang kini masih didalami kepolisian.
Polisi belum menyimpulkan apakah pelayanan yang diceritakan pasien tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran hukum.
Polisi Cek Langsung Lokasi Praktik dr. Agus
Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang AKP Jumani mengatakan polisi telah mendatangi lokasi dan meminta keterangan sejumlah pihak.
Berdasarkan pengecekan awal, polisi tidak menemukan kegiatan praktik dokter seperti yang ramai disebut di media sosial.
“Jadi untuk menindaklanjuti adanya berita viral adanya klinik yang masih melayani pasien, itu faktanya tidak benar,” kata Jumani.
Menurut keterangan pihak apotek kepada polisi, kegiatan praktik dokter telah berhenti sejak dr. Agus meninggal dunia.
Polisi juga menegaskan lokasi tersebut merupakan apotek umum dan bukan klinik kecantikan seperti yang disebut dalam sejumlah informasi yang beredar.
Meski demikian, polisi masih mendalami keterangan pasien yang mengaku mendatangi lokasi setelah dr. Agus meninggal.
Penyelidikan dilakukan untuk memastikan apakah benar terdapat pelayanan kepada pasien menggunakan nama dr. Agus setelah dokter tersebut meninggal dunia.
Apotek Ajukan Penutupan Izin
Dalam pengecekan tersebut, polisi memperoleh informasi bahwa pihak apotek telah mengajukan penutupan dan pengembalian izin apotek kepada Dinas Kesehatan pada 10 September 2026.
Papan praktik dr. Agus juga disebut telah dicopot pada awal September 2026 karena kegiatan praktik dokter sudah tidak berlangsung.
Polisi turut memeriksa obat-obatan yang berada di lokasi.
Obat yang dinilai sudah tidak layak atau kedaluwarsa telah diperiksa dan dimusnahkan pada 23 September 2026, sedangkan obat yang masih berlaku akan dialihkan ke apotek lain.
Sebelumnya, pantauan media di lokasi menunjukkan bagian dalam apotek dalam kondisi sepi dan sejumlah etalase telah kosong.
Pihak apotek juga menyatakan sudah tidak menerima pasien untuk praktik dokter dan sedang melakukan pemberesan barang.
Dinkes Semarang Verifikasi Pelayanan dan Perizinan
Dinas Kesehatan Kota Semarang juga melakukan pemeriksaan setelah informasi tersebut menjadi perhatian publik.
Kepala Dinkes Kota Semarang Abdul Hakam mengatakan verifikasi dilakukan untuk memastikan status perizinan, keberadaan pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan, serta kemungkinan penggunaan identitas dokter yang telah meninggal.
Dinkes belum menyimpulkan adanya pelanggaran karena pemeriksaan terhadap fakta dan dokumen terkait masih berlangsung.
Pemeriksaan juga dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat memenuhi ketentuan dan memperhatikan keselamatan pasien.
Polisi Masih Dalami Pengakuan Pasien
Polrestabes Semarang masih mendalami informasi dari sejumlah pihak terkait dugaan pelayanan setelah dr. Agus meninggal dunia.
Polisi menyatakan hasil pengecekan awal di lokasi tidak menemukan adanya praktik dokter.
Namun, keterangan pasien yang mengaku pernah mendapatkan pelayanan masih menjadi bagian dari pendalaman.
Hingga Sabtu (26/9), polisi belum menetapkan adanya pelanggaran hukum terkait kasus tersebut.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
