Connect with us

Viral

Kebakaran di Gunung Rinjani Meluas hingga 723 Hektare, Jalur Pendakian Ditutup Sementara

Kebakaran Gunung Rinjani meluas hingga 723,7 hektare. Jalur pendakian Torean ditutup sementara untuk keselamatan dan mendukung pemadaman.

Logompn

Published

on

Kebakaran di Gunung Rinjani Meluas hingga 723 Hektare, Jalur Pendakian Ditutup Sementara
Kebakaran di Gunung Rinjani Meluas hingga 723 Hektare, Jalur Pendakian Ditutup Sementara. Gambar: Instagram/@btn_gn_rinjani

Nusa Tenggara Barat, MPN Indonesia 26 September 2026 - Pemerintah menutup sementara jalur pendakian Torean di kawasan Gunung Rinjani, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Penutupan dilakukan usai kebakaran hutan di Bukit Setampol terus meluas hingga diperkirakan mencapai 723,7 hektare pada Jumat (25/9).

Penutupan dilakukan untuk menjaga keselamatan pendaki sekaligus mendukung proses pemadaman yang masih berlangsung.

“Perkembangan hingga hari ini, luas areal yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 723,7 hektare. Sebagian titik di Bukit Setampol sisi timur telah berhasil dipadamkan dan dilakukan mop-up,” ujar Kepala Subbagian Tata Usaha Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Astekita Ardiaristo pada keterangannya.

Api di Bukit Setampol Merembet ke Puncak Sangkareang

Perkembangan terbaru menunjukkan kebakaran di Bukit Setampol terus meluas dan kini merembet ke arah Puncak Sangkareang.

Sebagian area di sisi timur Bukit Setampol telah berhasil dipadamkan, sementara petugas masih memantau titik api di lokasi lain.

Menurut Astekita, lokasi yang sebelumnya menjadi fokus pemadaman telah diperiksa secara menyeluruh.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

“Pemeriksaan dilakukan secara langsung dan manual pada material terbakar untuk memastikan tidak terdapat panas atau bara yang berpotensi kembali menimbulkan api,” jelasnya.

Meski demikian, api masih terpantau berkembang menuju Puncak Sangkareang. Tim patroli juga dikerahkan ke jalur pendakian Senaru guna mengantisipasi penyebaran api ke kawasan tersebut.

“Lokasi lainnya api masih terpantau dan berkembang ke arah Puncak Sangkareang dan sekitarnya. Tim patroli juga dikerahkan menuju jalur Pendakian Senaru untuk memantau perkembangan kebakaran dan mengantisipasi kemungkinan penyebaran api ke arah tersebut,” imbuh Astekita.

Baca Juga:  Gudang Ban di Bintaro Kebakaran, 60 Personel Damkar Dikerahkan

Jalur Pendakian Ditutup Sementara di Nusa Tenggara Barat

Kepala Balai TNGR, Budy Kurniawan, mengatakan penutupan jalur pendakian dilakukan sebagai langkah pengamanan selama proses penanganan berlangsung.

“Menyusul terjadinya kebakaran hutan di Bukit Setampol, Resor Torean, pada Selasa 22 September 2026, kami menetapkan penutupan sementara jalur wisata pendakian Torean, Kabupaten Lombok Utara,” kata Budy pada Rabu (23/9).

Bagi pendaki yang telah memiliki e-tiket melalui jalur Torean mulai 23 September, Balai TNGR memberikan pilihan.

Pilihan tersebut berupa menjadwalkan ulang pendakian atau mengalihkan pintu masuk dan keluar melalui jalur pendakian lain hingga jalur Torean dibuka kembali.

Sementara, pendaki yang masih berada di kawasan Gunung Rinjani dan sebelumnya memilih jalur Torean sebagai jalur keluar diarahkan untuk menggunakan jalur Sembalun atau Senaru.

Seluruh pengalihan dilakukan sesuai arahan petugas di lapangan selama masa penutupan berlangsung.

Kendala Pemadaman Kawasan Rinjani

Proses penanganan kebakaran hutan menghadapi sejumlah kendala di lapangan.

Angin kencang membuat api cepat berpindah dan meluas ke area lain.

Selain itu, vegetasi berupa savana pegunungan, semak, rumput, dan material organik dalam kondisi sangat kering sehingga mudah terbakar.

Lokasi titik api juga berada di kawasan pegunungan yang jauh, terjal, serta sulit dijangkau.

Kondisi tersebut membuat mobilisasi personel beserta peralatan dan logistik membutuhkan waktu lebih lama.

Faktor keselamatan petugas juga menjadi pertimbangan dalam menentukan metode pemadaman.

“Keselamatan personel tetap menjadi pertimbangan utama dalam penentuan waktu pergerakan, akses menuju titik api dan metode pemadaman yang dilakukan,” ujar Astekita.

Penanganan Awal Kebakaran Gunung Rinjani

Peristiwa kebakaran pertama kali dilaporkan terjadi di kawasan Puncak Setampol, Resor Torean, Gunung Rinjani, pada Selasa (22/9) sekitar pukul 18.50 WITA.

Baca Juga:  Gudang Tekstil di Cipadu Kebakaran, 150 Petugas Damkar Dikerahkan

Lokasi berada di luar jalur pendakian sehingga Balai TNGR menyiapkan tim pemadaman awal, yaitu 2 personel Manggala Agni Resor Torean dan 5 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA).

Tim tersebut ditugaskan melakukan pemadaman awal sekaligus menilai tingkat dan luas area terdampak.

Keberangkatan tim dijadwalkan pada Rabu (23/9) pagi dengan mempertimbangkan keselamatan personel karena kejadian berlangsung pada malam hari.

(AKM/NID/RAD)

Trending