Connect with us

Viral

Maling Bobol Kantor Baznas Depok, Sempat Nongkrong 6,5 Jam dan Ganti Baju 3 Kali

Kantor Baznas Kota Depok dibobol maling. Tiga laptop, tiga HP, tablet, dan hard disk berisi data mustahik serta donatur dilaporkan hilang.

Logompn

Published

on

Kantor Baznaz Depok Dibobol Maling Sempat Ganti Baju 3 Kali
Kantor Baznaz Depok Dibobol Maling Sempat Ganti Baju 3 Kali. Gambar: X/@RadioElshinta

MPN Indonesia 25 September 2026 - Maling membobol Kantor Baznas Kota Depok di Perum Depok Mulya I Nomor 12 RT 04/15, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, pada Rabu (23/9) malam hingga Kamis (24/9) dini hari.

Seorang maling diduga masuk ke dalam kantor, berganti pakaian sebanyak tiga kali sebelum membobol pintu utama dan membawa sejumlah perangkat elektronik.

Aksi tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan kini menjadi bagian dari penyelidikan kepolisian.

“Jam 22.05 WIB dia sudah masuk, naik ke gerbang, terus sembunyi di pojok parkiran dekat gudang. Baru membongkar pintu depan sekitar jam 04.33 WIB. Jadi 6,5 jam dia sabar nongkrong,” ujar  Ketua Baznas Kota Depok Endang Ahmad Yani dalam keterangannya.

Pegawai bernama Abdul Rahman mengetahui kejadian itu saat membuka kantor sekitar pukul 09.00 WIB pada Kamis (24/9).

Ia menemukan pintu depan sudah terbuka dengan kondisi kunci selot bagian atas rusak.

“Saat saksi sampai di kantor kemudian membuka pagar dan setelah itu masuk lalu melihat pintu bagian depan Kantor Baznas dalam keadaan terbuka dan bagian kunci selot atas rusak. Setelah dicek ke dalam, ada beberapa barang berupa 3 HP dan 3 laptop hilang,” demikian pernyataan dari kepolisian. 

Kantor Baznas Terekam CCTV Saat Pelaku Beraksi

Rekaman CCTV memperlihatkan pelaku memanjat pagar kantor sekitar pukul 22.05 WIB.

Setelah masuk, pelaku lebih dahulu bersembunyi di area parkir dekat gudang sebelum mendobrak pintu utama beberapa jam kemudian.

Endang mengatakan pelaku beberapa kali berganti pakaian selama berada di area kantor. Pergantian pakaian dilakukan di titik yang tidak terjangkau kamera pengawas.

Baca Juga:  TNI AL Tangkap Kapal Berbendera Vietnam yang Selundupkan 780 Kg Sisik Trenggiling di Merak

“Ketika masuk pakai kaus hitam kombinasi merah, di samping gudang ganti jadi kemeja putih. Ketika mendobrak pintu, ganti lagi jadi kaus. Pas pulang, dirapikan lagi dan ganti jadi kemeja putih. Saya tidak tahu apakah itu ritual atau menghilangkan jejak,” ujarnya.

Menurut Endang, pelaku beraksi tanpa alas kaki, tidak mengenakan sarung tangan, dan tidak menggunakan penutup wajah.

Pelaku juga membutuhkan tiga kali percobaan untuk menjebol pintu hingga sempat terjatuh saat pintu berhasil terbuka.

Petugas Baznas lainnya menyebut pelaku sempat bolak-balik di tiga titik buta parkiran antara pukul 03.00 WIB hingga 04.00 WIB.

Pergerakan tersebut membuat pelaku terlihat seperti lebih dari satu orang.

Barang yang Hilang

Dalam aksi tersebut, sejumlah perangkat kerja milik lembaga dilaporkan hilang.

Barang yang dibawa pelaku meliputi:

  • 3 unit laptop
  • 3 unit telepon genggam (HP)
  • 1 unit tablet survei
  • 1 hard disk eksternal berisi data mustahik dan donatur

Kerugian akibat kasus kriminal tersebut diperkirakan mencapai Rp30 juta hingga Rp60 juta.

Endang menyebut kehilangan data menjadi dampak terbesar karena berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat.

“Laptop itu di bidang pengumpulan dan bidang program. Di pengumpulan ada database calon donatur. Di program ada data mustahik yang mengajukan permohonan. Sekarang datanya hilang, jadi harus buka lagi berkas dan input manual,” jelas Endang.

Selama delapan tahun menempati lokasi tersebut, kantor itu disebut belum pernah mengalami kejadian serupa.

Lokasi tidak memiliki petugas keamanan internal dan hanya mengandalkan penjagaan di gerbang kompleks.

“Gerbang utama saja yang diportal. Jalan kaki dan motor masih bisa masuk. Seharusnya data di server atau di cloud, ini jadi pembelajaran,” ucapnya.

(AKM/NID/RAD) 

Trending