Connect with us

Otomotif

Apa Itu EREV? Cara Kerja dan Bedanya dengan Hybrid, PHEV, EV

Apa itu EREV? Kenali cara kerja mobil EREV, perbedaannya dengan hybrid, PHEV dan EV, serta kelebihan dan kekurangan teknologi range extender.

Logompn

Published

on

Apa Itu EREV Cara Kerja dan Bedanya dengan Hybrid, PHEV, EV
Apa Itu EREV Cara Kerja dan Bedanya dengan Hybrid, PHEV, EV. Gambar: Dok. Cnevpost

MPN Indonesia 27 September 2026 - EREV adalah Extended-Range Electric Vehicle, kendaraan elektrifikasi yang mengandalkan motor listrik sebagai penggerak utama dan menggunakan mesin pembakaran internal untuk membantu menghasilkan listrik ketika dibutuhkan.

Teknologi EREV semakin menjadi perhatian seiring perkembangan kendaraan elektrifikasi.

Sistem ini menawarkan karakter berkendara menggunakan motor listrik, tetapi tetap memiliki mesin berbahan bakar sebagai range extender untuk membantu memperpanjang perjalanan.

EREV mulai banyak dibicarakan setelah sejumlah produsen mengembangkan teknologi tersebut, terutama untuk pasar China.

Toyota menjadi salah satu pabrikan yang dilaporkan akan memulai produksi EREV di China pada April 2027.

Namun, bagaimana sebenarnya cara kerja EREV? Apa bedanya dengan mobil hybrid, plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), dan battery electric vehicle (BEV)?

Apa itu EREV?

EREV merupakan kependekan dari Extended-Range Electric Vehicle atau kendaraan listrik dengan sistem untuk memperpanjang jarak tempuh.

Pada konfigurasi seri, motor listrik menjadi komponen utama yang memberikan tenaga penggerak ke roda.

Kendaraan juga memiliki baterai yang menyimpan energi listrik. Selain itu, terdapat mesin pembakaran internal yang dapat digunakan untuk menjalankan generator dan menghasilkan energi listrik ketika diperlukan.

Alternative Fuels Data Center milik U.S. Department of Energy (DOE) menjelaskan bahwa pada konfigurasi series plug-in hybrid, motor listrik digunakan untuk menggerakkan roda, sedangkan mesin pembakaran menghasilkan listrik bagi motor.

DOE menyebut kendaraan dengan konfigurasi tersebut sering disebut sebagai extended-range electric vehicles.

Hal ini membuat pengalaman berkendara EREV berbeda dibandingkan mobil bermesin bensin konvensional.

Mobil tetap mengandalkan motor listrik dalam sebagian besar pengoperasiannya, sementara mesin memiliki fungsi utama membantu menyediakan energi listrik.

Bagaimana Cara Kerja EREV?

Cara kerja EREV dimulai dari energi yang tersimpan di dalam baterai.

Energi listrik dari baterai dialirkan menuju motor listrik. Motor kemudian menghasilkan tenaga yang digunakan untuk menggerakkan kendaraan.

Selama kapasitas baterai masih mencukupi, kendaraan dapat berjalan menggunakan energi listrik tersebut.

Ketika daya baterai berkurang hingga level tertentu atau sistem membutuhkan energi tambahan, mesin pembakaran dapat diaktifkan.

Mesin kemudian menghasilkan tenaga untuk generator. Generator mengubahnya menjadi energi listrik yang dapat digunakan untuk memasok motor listrik maupun mendukung sistem baterai.

Baca Juga:  Tiga Mobil Plug-in Hybrid Chery Bakal Hadir di Indonesia pada 2025

Secara sederhana, alurnya dapat dipahami seperti berikut:

Baterai → motor listrik → roda

Ketika energi tambahan diperlukan:

Bahan bakar → mesin → generator → energi listrik → motor listrik

Inilah konsep yang membuat EREV disebut sebagai kendaraan listrik dengan range extender.

Oleh karena itu, konstruksi teknis setiap EREV tetap perlu melihat spesifikasi yang diberikan masing-masing produsen.

Apa Bedanya EREV dan Hybrid?

Perbedaan utama EREV dan Hybrid Electric Vehicle (HEV) terletak pada cara mesin pembakaran dan motor listrik digunakan.

Pada HEV, kendaraan menggunakan kombinasi mesin pembakaran dan motor listrik sebagai sumber tenaga.

Toyota Indonesia menjelaskan HEV sebagai kendaraan yang menggunakan dua sumber energi, yakni listrik dari baterai dan bahan bakar minyak.

Sementara pada konfigurasi EREV seri, motor listrik menjadi penggerak roda, sedangkan mesin pembakaran terutama digunakan untuk menghasilkan listrik.

Perbedaan lainnya adalah pengisian baterai.

HEV umumnya tidak membutuhkan pengisian melalui sumber listrik eksternal. Baterai mendapatkan energi dari mesin dan proses regenerative braking.

EREV yang menggunakan arsitektur plug-in dapat mengisi baterainya dari sumber listrik eksternal, selain mendapatkan energi dari mesin dan proses regeneratif.

Dengan demikian, perbedaan sederhananya adalah HEV mengombinasikan mesin dan motor listrik dalam sistem penggerak, sedangkan EREV seri lebih berorientasi menggunakan motor listrik sebagai penggerak kendaraan.

Apa Bedanya EREV dan PHEV?

EREV dan PHEV menjadi dua istilah yang sering membingungkan karena keduanya sama-sama dapat memiliki baterai, motor listrik, mesin pembakaran, tangki bahan bakar, dan fasilitas pengisian daya eksternal.

PHEV atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle merupakan pengembangan kendaraan hybrid dengan kapasitas baterai yang lebih besar dan kemampuan mengisi baterai melalui sumber listrik eksternal.

Toyota Indonesia menjelaskan PHEV memiliki onboard charging dan kapasitas baterai lebih besar dibandingkan HEV.

Kendaraan tersebut dapat menggunakan tenaga listrik secara mandiri dalam jarak tertentu sekaligus tetap memiliki mesin pembakaran.

DOE mengelompokkan sistem PHEV berdasarkan cara mesin dan motor menggerakkan kendaraan, termasuk konfigurasi paralel dan seri.

Pada sistem paralel, mesin dan motor listrik dapat terhubung secara mekanis dengan roda sehingga keduanya dapat memberikan tenaga penggerak.

Sementara pada konfigurasi seri, motor listrik menggerakkan roda dan mesin digunakan untuk menghasilkan listrik. Kendaraan jenis inilah yang sering disebut EREV.

Apa Bedanya EREV, HEV, PHEV, dan BEV?

Teknologi Motor Listrik Mesin Pembakaran Bisa Dicas Eksternal Karakter Utama
EREV Ya Ya Umumnya ya Motor listrik menjadi penggerak utama, mesin berfungsi terutama sebagai range extender
HEV Ya Ya Umumnya tidak Mesin dan motor listrik bekerja dalam sistem hybrid
PHEV Ya Ya Ya Bisa menggunakan listrik dalam jarak tertentu dan tetap memiliki mesin pembakaran
BEV/EV Ya Tidak Ya Sepenuhnya menggunakan baterai dan motor listrik
Baca Juga:  Resmi Mengaspal di Indonesia, Berapa Harga Jetour T1?

BEV merupakan sistem yang paling sederhana untuk dibedakan.

Toyota Indonesia menjelaskan BEV sebagai kendaraan listrik murni yang tidak menggunakan proses pembakaran internal. Energi kendaraan berasal dari baterai yang dapat diisi kembali.

Dengan demikian, BEV tidak membawa mesin bensin yang digunakan sebagai sumber energi tambahan seperti EREV.

Apakah Mobil EREV Tetap Harus Dicas?

Mobil EREV dengan sistem plug-in dapat diisi menggunakan listrik dari sumber eksternal.

Keberadaan mesin sebagai range extender bukan berarti pengendara tidak perlu melakukan pengisian baterai.

Justru penggunaan listrik dari baterai secara optimal menjadi salah satu tujuan teknologi tersebut.

DOE menjelaskan bahwa pada PHEV, konsumsi bahan bakar sangat dipengaruhi oleh seberapa sering kendaraan mengisi baterai.

Jika perjalanan berada dalam jangkauan listrik kendaraan dan baterai kembali diisi setelah perjalanan, penggunaan tenaga listrik dapat dimaksimalkan.

Mesin range extender kemudian memberikan fleksibilitas tambahan apabila energi baterai berkurang ketika kendaraan masih harus melakukan perjalanan.

Apa kelebihan mobil EREV?

Salah satu keunggulan utama EREV adalah kemampuannya memadukan karakter penggerak listrik dengan fleksibilitas sumber energi tambahan.

Pengendara dapat menggunakan energi dari baterai untuk perjalanan sehari-hari, tetapi masih mempunyai mesin pembakaran dan generator ketika membutuhkan perjalanan lebih jauh.

Konsep tersebut dapat mengurangi ketergantungan perjalanan jauh terhadap ketersediaan fasilitas pengisian daya dibandingkan kendaraan listrik murni.

EREV juga dapat mempertahankan penggunaan motor listrik sebagai penggerak utama pada konfigurasi seri.

Oleh karena itu, karakter akselerasi dan respons kendaraan lebih dekat dengan kendaraan listrik dibandingkan mobil bermesin konvensional.

Teknologi ini berpotensi menarik untuk wilayah yang penggunaan kendaraan listriknya berkembang lebih cepat dibandingkan pemerataan fasilitas pengisian daya.

Apa Kekurangan Mobil EREV?

EREV tidak otomatis menjadi teknologi terbaik untuk semua kebutuhan.

Berbeda dengan BEV yang tidak memiliki mesin pembakaran, EREV masih membawa lebih banyak komponen seperti mesin, generator, sistem bahan bakar, baterai, dan motor listrik.

Keberadaan komponen tersebut membuat arsitektur kendaraan lebih kompleks.

EREV juga masih membutuhkan bahan bakar ketika mesin range extender digunakan. Artinya, kendaraan masih dapat menghasilkan emisi dari proses pembakaran ketika mesin beroperasi.

Efisiensinya juga bergantung pada cara pemakaian. Pengguna yang rutin mengisi baterai dan menjalankan sebagian besar perjalanan menggunakan energi listrik dapat memiliki pola konsumsi yang berbeda dengan pengguna yang lebih sering mengandalkan mesin sebagai sumber listrik.

Apakah EREV Sama dengan Mobil Listrik?

EREV mempunyai banyak karakter kendaraan listrik karena roda terutama digerakkan oleh motor listrik pada konfigurasi seri.

Namun, EREV bukan BEV atau mobil listrik murni karena masih memiliki mesin pembakaran dan menggunakan bahan bakar.

Baca Juga:  Jetour T1 i-DM Siap Mengaspal di Indonesia, Intip Spesifikasinya!

BEV sepenuhnya bergantung pada energi yang disimpan di dalam baterai dan tidak memiliki mesin pembakaran internal.

Sebaliknya, EREV memiliki sumber energi tambahan yang dapat membantu menghasilkan listrik.

Karena perbedaan tersebut, istilah EREV sebaiknya tidak disamakan begitu saja dengan BEV.

Kenapa EREV Banyak Dikembangkan di China?

China menjadi salah satu pasar kendaraan elektrifikasi terbesar dan memiliki berbagai teknologi kendaraan energi baru, termasuk BEV, PHEV, dan EREV.

Data yang dikutip CnEVPost dari China Passenger Car Association menunjukkan penjualan ritel EREV di China mencapai sekitar 616.000 unit selama Januari-Agustus 2026.

EREV menyumbang sekitar 8 persen dari penjualan ritel kendaraan energi baru pada Agustus 2026.

Besarnya pasar tersebut membuat sejumlah produsen terus mengembangkan kendaraan dengan teknologi range extender.

Toyota juga telah memperkuat pengembangan kendaraan elektrifikasi secara lokal di China.

Perusahaan sebelumnya menyatakan pengembangan lokal mencakup BEV, PHEV, HEV, dan FCEV sebagai bagian dari strategi multi-pathway.

Toyota juga siapkan mobil EREV.

Toyota menjadi salah satu produsen yang kini dikaitkan dengan pengembangan EREV.

Berdasarkan laporan Nikkei Asia yang dikutip CnEVPost, Toyota berencana memulai produksi EREV di China pada April 2027.

Produksi disebut akan dimulai dalam skala beberapa ratus unit per bulan sebelum meningkat menjadi sekitar 200.000 unit sepanjang 2027 dan sekitar 400.000 unit pada 2028.

Namun, informasi tersebut masih berasal dari laporan media.

Hingga kabar tersebut beredar, Toyota belum mengumumkan secara lengkap model, spesifikasi baterai, mesin, jarak tempuh, maupun konfigurasi teknis EREV pertamanya.

Langkah tersebut sejalan dengan pendekatan multi-pathway Toyota yang selama ini menyediakan berbagai teknologi elektrifikasi sesuai kebutuhan konsumen dan karakter setiap wilayah.

Toyota secara resmi menyatakan strategi elektrifikasinya tidak hanya bergantung pada satu teknologi, tetapi menyesuaikan pilihan kendaraan dengan kebutuhan konsumen dan kondisi masing-masing pasar.

FAQ seputar EREV

Apakah EREV Menggunakan Bensin?

Ya. EREV masih memiliki mesin pembakaran dan tangki bahan bakar. Mesin tersebut dapat digunakan untuk menghasilkan energi listrik ketika sistem membutuhkannya.

Apakah EREV Bisa Dicas?

Ya, EREV dengan sistem plug-in memiliki baterai yang dapat diisi menggunakan sumber listrik eksternal.

Apa Perbedaan Utama EREV dan hybrid?

HEV menggunakan mesin pembakaran dan motor listrik dalam sistem hybrid, sedangkan konfigurasi EREV seri menggunakan motor listrik sebagai penggerak utama dan mesin terutama sebagai penghasil listrik.

Apa Perbedaan EREV dan PHEV?

PHEV merupakan kategori kendaraan plug-in hybrid yang dapat memiliki berbagai konfigurasi.

Series PHEV yang menggunakan motor listrik sebagai penggerak dan mesin sebagai penghasil listrik sering disebut EREV.

Apa Perbedaan EREV dan EV?

BEV atau EV murni hanya menggunakan baterai dan motor listrik tanpa mesin pembakaran.

EREV masih mempunyai mesin dan menggunakan bahan bakar sebagai sumber energi tambahan.

Apakah EREV Tetap Menghasilkan Emisi?

Ya, ketika mesin pembakaran bekerja, kendaraan tetap menggunakan bahan bakar dan menghasilkan emisi dari proses pembakaran.

Ketika berjalan hanya menggunakan energi baterai, mesin tidak perlu bekerja.

Apakah EREV Lebih Baik dari Hybrid atau EV?

Tidak ada satu teknologi yang selalu lebih unggul untuk semua pengguna.

Kesesuaiannya bergantung pada pola perjalanan, akses terhadap fasilitas pengisian daya, kebutuhan jarak tempuh, biaya penggunaan, dan desain kendaraan masing-masing.

 (AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Daftar 7 Pemain Diaspora yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
Olahraga7 minutes ago

Jelang Piala Asia 2027, Ini Daftar 7 Pemain yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong
Berita26 minutes ago

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Kebakaran Pemukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus
Berita33 minutes ago

Kebakaran Permukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita58 minutes ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti1 hour ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi1 hour ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal1 hour ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga2 hours ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional2 hours ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi3 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi3 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga4 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral4 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Sassuolo vs Lazio 2 6 Lazio Pesta Gol, Puncaki Klasemen Sementara Serie A
Olahraga4 hours ago

Sassuolo vs Lazio 2-6: Jay Idzes Tak Dimainkan, Lazio Puncaki Klasemen Sementara Serie A

Torino vs Como 1 3 i Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang
Olahraga4 hours ago

Torino vs Como 1-3: I Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang

Trending