Connect with us

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 September 2026 usai Iran Minta AS Kembali ke Kesepakatan Damai

Harga minyak dunia hari ini 28 September 2026 menguat. Brent naik mendekati US$106 per barel, sedangkan minyak mentah AS berada sekitar US$93.

Logompn

Published

on

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 September 2026 setelah Iran Minta AS Kembali ke Kesepakatan Damai
Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 September 2026 setelah Iran Minta AS Kembali ke Kesepakatan Damai. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 28 September 2026 - Harga minyak dunia pada Senin (28/9) bergerak melemah setelah Iran meminta Amerika Serikat kembali ke kesepakatan damai sementara yang sebelumnya gagal mengakhiri perang pada musim panas.

Dikutip MPN Indonesia dari Trading Economics, minyak mentah Brent turun menjadi sekitar 104,5 dolar AS per barel pada perdagangan Jumat.

Sementara itu, minyak mentah acuan Amerika Serikat berada di kisaran 92 dolar AS per barel pada hari yang sama.

Permintaan itu disampaikan melalui usulan pembukaan kembali Selat Hormuz dan kelanjutan pembicaraan nuklir dalam tujuh hari apabila pemerintahan Presiden Donald Trump memenuhi sejumlah persyaratan.

Iran Dorong Pembukaan Kembali Jalur Diplomasi dengan AS

Perkembangan tersebut terjadi ketika pasar masih mencermati prospek perdamaian dan pemulihan arus energi di kawasan Timur Tengah.

Pergerakan minyak dunia dipengaruhi sinyal baru dari Iran terkait pembukaan kembali jalur diplomasi dengan Amerika Serikat.

Usulan tersebut disebut menyerupai nota kesepahaman yang pernah dicapai kedua negara pada pertengahan Juni.

Kesepakatan sebelumnya menghasilkan gencatan senjata yang rapuh.

Namun, kesepakatan itu runtuh beberapa pekan kemudian sehingga konflik kembali berlanjut.

Usulan Iran mencakup Selat Hormuz

Menteri Luar Negeri Iran mengusulkan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Selain itu, Iran juga menawarkan kelanjutan pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat dalam waktu tujuh hari.

Usulan tersebut disampaikan dengan sejumlah syarat yang harus dipenuhi pemerintahan Presiden Donald Trump, yakni mengangkat blokade laut, mencairkan aset Iran yang dibekukan, serta mengakhiri perang di seluruh front.

Permintaan tersebut muncul ketika aktivitas pengiriman minyak melalui Selat Hormuz tetap menjadi perhatian pasar internasional.

Baca Juga:  Harga Minyak Dunia Hari Ini 15 Oktober 2026 Turun, Trump Longgarkan Sanksi Kapal

Arus Minyak melalui Selat Hormuz Tetap Stabil

Aliran minyak melalui Selat Hormuz mencapai 33,7 juta barel pada pekan ini. Volume ekspor tersebut tercatat relatif sejalan dengan tingkat pada pekan sebelumnya.

Stabilnya arus distribusi menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar.

Kondisi itu muncul bersamaan dengan perkembangan diplomasi yang masih berlangsung.

Di sisi lain, pasar tetap menghadapi sinyal yang beragam mengenai kemungkinan tercapainya perdamaian. Situasi tersebut menjaga pergerakan harga tetap berfluktuasi.

Selain perkembangan diplomatik, pasar juga memperhatikan tanda-tanda pemulihan aliran energi dari Timur Tengah.

Spekulasi mengenai kemungkinan Amerika Serikat membatasi ekspor diesel turut memengaruhi pergerakan pasar.

Meski mengalami pelemahan pada perdagangan Jumat, minyak mentah Brent masih tercatat lebih dari 1% lebih tinggi secara mingguan.

Sebaliknya, patokan minyak mentah Amerika Serikat masih berada sekitar 7,4% lebih rendah dalam sepekan.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending