Selebriti
Kronologi Influencer Sashfir jadi Korban Dugaan Pelecehan Seksual di Toilet Restoran Senopati
Sashfir atau Fira Assegaf mengungkap dugaan pelecehan seksual di toilet restoran Senopati.
MPN Indonesia 10 Oktober 2026 - Influencer hijab Fira Assegaf atau Sashfir mengaku mengalami dugaan pelecehan seksual di toilet perempuan sebuah restoran di Senopati, Jakarta Selatan, pada April 2026 lalu.
Pelecehan tersebut berupa dugaan perekaman diam-diam menggunakan ponsel yang diarahkan dari atas bilik toilet.
Sashfir menyadari tindakan tersebut dan langsung mencari pelaku hingga rekaman CCTV menunjukkan seorang pegawai restoran mengikutinya ke toilet perempuan.
“Selama beberapa bulan terakhir, aku memendam sesuatu yang mengubah hidupku. Pada bulan April lalu, aku menjadi korban pelecehan seksual berupa perekaman diam-diam (voyeurism) di area toilet perempuan sebuah restoran di Senopati. Dan hari ini, untuk pertama kalinya, aku merasa siap untuk bersuara,” tulis Sashfir melalui unggahannya, dikutip MPN Indonesia dari Instagram @sashfir, Sabtu (10/9).
Sashfir baru mengungkapkan kejadian tersebut setelah menyimpannya selama beberapa bulan.
Ia menyatakan kondisinya sudah lebih stabil ketika memutuskan untuk menceritakan pengalamannya kepada publik.
Kronologi Dugaan Pelecehan Seksual
Peristiwa bermula ketika Sashfir menggunakan toilet perempuan di restoran tersebut.
Saat berada di dalam bilik, ia melihat benda berbentuk kotak menyerupai ponsel muncul dari bagian atas.
Sashfir segera keluar dari toilet setelah menyadari adanya dugaan perekaman diam-diam. Ia berteriak dan melihat seseorang melarikan diri menuju lantai bawah restoran.
Sashfir kemudian mencari orang yang diduga merekamnya. Ia juga melaporkan kejadian tersebut kepada petugas keamanan dan meminta akses gedung dibatasi.
“Aku langsung keliling restoran cari pelakunya, lapor ke satpam juga bahwa aku direkam diam-diam, minta tolong diblokir gedungnya,” ujar Sashfir dalam keterangannya.
Menurut keterangannya, restoran saat itu tidak ramai pengunjung. Sashfir bersama teman-temannya berada di ruang VIP tertutup, sementara seorang pengunjung lainnya berada di area umum.
Ia mengingat sejumlah ciri orang yang diduga melakukan perekaman. Ciri-ciri tersebut meliputi tubuh tinggi, kulit kecokelatan, dan penggunaan iPhone berwarna hitam.
Sashfir kemudian mendatangi dapur restoran dan meminta sejumlah pegawai memperlihatkan ponsel mereka.
Pemeriksaan tersebut belum menemukan orang yang sesuai dengan ciri-ciri yang diingatnya.
Tak lama kemudian, seorang pegawai pria bertubuh tinggi memasuki dapur. Pria tersebut mengaku baru selesai merokok.
Sashfir menyampaikan bahwa dirinya baru mengalami dugaan pelecehan seksual di toilet. Ia mengaku semakin mencurigai pegawai tersebut setelah mendengar tanggapannya.
“Enggak ada simpatinya ketika mendengarkan bahwa aku tuh habis direkam, aku lapor. Di situ aku udah yakin banget insting aku, ‘Nih, ini orangnya,’ cuma aku enggak punya bukti,” ungkap Sashfir.
Rekaman CCTV Menunjukkan Pegawai Masuk ke Toilet Perempuan
Sashfir meminta pegawai yang dicurigainya memperlihatkan isi ponsel.
Namun, pria tersebut awalnya menolak dengan alasan privasi dan menyebut latar belakang pendidikannya sebagai sarjana hukum.
Setelah perdebatan berlangsung, pria tersebut akhirnya memperlihatkan ponselnya. Sashfir meminta akses ke folder Recently Deleted untuk memeriksa foto dan video yang telah dihapus.
Ia tidak menemukan rekaman toilet dalam folder tersebut. Namun, ia melihat sejumlah foto perempuan yang menurutnya tampak seperti gambar hasil pengolahan kecerdasan buatan.
Petugas keamanan kemudian datang membawa rekaman CCTV di sekitar pintu masuk toilet.
Rekaman tersebut memperlihatkan pegawai pria yang dicurigai mengikuti Sashfir menuju toilet perempuan.
“Sampai akhirnya aku mendapatkan rekaman CCTV dari pihak gedung dan ternyata benar bahwa cuma dia yang masuk ke kamar mandi tersebut gitu mengikuti aku,” tutur Sashfir.
Setelah melihat rekaman CCTV, Sashfir kembali meminta pemeriksaan ponsel pegawai tersebut.
Namun, sejumlah foto yang sebelumnya terlihat di folder Recently Deleted sudah tidak ditemukan.
Pegawai lain kemudian ikut meminta pria tersebut menjelaskan kejadian sebenarnya.
Menurut Sashfir, pria itu akhirnya mengakui perbuatannya dan meminta maaf sebelum polisi tiba.
Sashfir mengatakan pria tersebut juga menyebut keberadaan istri dan anaknya ketika meminta belas kasihan. Ia tetap memilih melanjutkan persoalan tersebut melalui jalur hukum.
Kasus Pelecehan Ditangani Polres Metro Jakarta Selatan
Polisi dari Polres Metro Jakarta Selatan kemudian mendatangi restoran dan membawa pria tersebut. Menurut keterangan Sashfir, pria itu sempat ditahan selama 24 jam.
Setelah itu, pria tersebut berstatus tahanan kota dengan kewajiban melapor setiap Senin hingga Jumat.
Penyidik disebut belum menetapkannya sebagai tersangka karena bukti dinilai belum cukup kuat.
Sashfir menyebut penyidik masih berupaya memulihkan berkas yang telah dihapus dari ponsel pria tersebut.
Pemulihan data diperlukan untuk memperoleh rekaman yang diduga dibuat di dalam toilet.
“Saat ini buktinya baru ada CCTV, saksi lain-lain, dan dia sudah mengakui dia memang merekam aku diam-diam, tapi dia men-delete-nya. Jadi di sini rentannya hukum di Indonesia, kalau videonya sudah ke-delete, satu-satunya jalan adalah me-restore HP itu,” tutur dia.
Menurut Sashfir, penyidik menyampaikan adanya antrean penanganan perkara siber.
Kondisi tersebut membuat waktu pemeriksaan dan pemulihan data belum dapat dipastikan.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, menyatakan pihaknya sedang memeriksa data laporan terkait perkara tersebut.
Sashfir Serahkan Penanganan Kasus kepada Polisi
Sashfir menyatakan telah menyerahkan penanganan kasus kriminal tersebut kepada pihak berwajib.
Ia berharap proses hukum dapat berjalan dan pihak yang bertanggung jawab mendapat tindakan tegas.
“Aku berharap pelaku dapat ditindak dengan tegas agar memberikan efek jera dan tidak ada lagi korban selanjutnya. Aku juga ingin mengapresiasi pihak restoran yang sudah kooperatif dan turut menindak pegawainya karena menyadari bahwa tindakan tersebut merupakan sesuatu yang salah. Semoga langkah mereka menjadi contoh bahwa kasus seperti ini merupakan persoalan yang serius,” tulisnya.
Sashfir juga mengungkapkan bahwa pria yang diduga merekamnya merupakan seorang suami dan ayah dari anak perempuan.
Identitas pria tersebut tidak disampaikan secara terbuka dalam unggahan Sashfir.
Dalam unggahannya, Sashfir turut menyampaikan pesan kepada orang-orang yang pernah mengalami pelecehan seksual.
“Aku percaya, keberanian untuk bersuara adalah salah satu langkah untuk melindungi diri sendiri, sekaligus harapan agar tidak ada yang mengalami hal serupa. Untuk siapa pun yang pernah mengalaminya, semoga kamu tahu bahwa kamu tidak sendirian,” tulis Sashfir.
(ELG/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
