Connect with us

Berita

Aksi Penolakan Indomaret di Pamekasan Berujung Pembongkaran Sebagian Bangunan

Ratusan warga membongkar sebagian bangunan minimarket di Pamekasan menggunakan alat berat.

Actress 1299250

Published

on

Massa Tolak Pembangunan Minimarket di Pamekasan, Kirim Sejumlah Alat Berat
Massa Tolak Pembangunan Minimarket di Pamekasan, Kirim Sejumlah Alat Berat. Gambar: TikTok/@ray787785

MPN Indonesia 10 Oktober 2026 - Ratusan warga menggelar aksi penolakan pembangunan minimarket Indomaret di Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura, pada Rabu (7/10).

Massa menggelar aksi penolakan hingga mendatangkan alat berat jenis backhoe loader untuk membongkar sebagian bangunan toko modern tersebut.

Aksi pembongkaran paksa itu terjadi setelah pembangunan gerai ritel modern mendapat penolakan dari warga.

Aparat kepolisian berupaya mengendalikan massa secara persuasif sehingga bangunan tidak sampai roboh seluruhnya.

Kasihumas Polres Pamekasan, Ipda Yoni Evan Pratama, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti kejadian tersebut apabila menerima laporan resmi dari pihak yang merasa dirugikan.

“Pihak kepolisian akan melakukan tindak lanjut dan proses hukum sesuai prosedur yang berlaku apabila terdapat laporan resmi dari pihak yang dirugikan,” ujar Evan, dikutip MPN Indonesia dari tvOneNews pada Sabtu (10/10).

Kronologi Penolakan hingga Pembongkaran

Aksi massa bermula dari penolakan warga terhadap pembangunan toko modern di Desa Panaan.

Ratusan orang mendatangi lokasi pembangunan untuk menyampaikan penolakan terhadap keberadaan gerai tersebut.

Massa awalnya menggelar aksi penolakan di sekitar bangunan. Situasi kemudian memanas hingga massa mendatangkan alat berat untuk melakukan pembongkaran.

Alat berat jenis backhoe loader digunakan untuk merusak sebagian struktur bangunan yang telah berdiri.

Namun, pembongkaran tersebut tidak menyebabkan seluruh bangunan minimarket roboh.

Camat Palengaan, Hasyim Abdurrahim, berada di lokasi saat aksi berlangsung.

Ia mengatakan kehadirannya bertujuan untuk menjaga keamanan dan memastikan situasi tetap kondusif.

Satpol PP Sebelumnya Meminta Pengelola Menghentikan Pembangunan

Sebelum peristiwa di daerah Pamekasan tersebut terjadi, persoalan pembangunan gerai modern telah dibahas melalui mediasi dan musyawarah.

Baca Juga:  Jumlah Kendaraan di Indonesia Tembus 168 Juta, Jawa Timur Mendominasi

Menurut keterangan kepolisian, proses penyelesaian telah dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten.

Pembahasan tersebut melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pamekasan.

Selain melalui proses mediasi, Satpol PP Kabupaten Pamekasan sebelumnya telah mengimbau pengelola untuk menghentikan kegiatan pembangunan.

Imbauan tersebut disampaikan karena pembangunan toko modern itu mendapat penolakan warga sejak awal.

Meski telah melalui sejumlah tahapan penyelesaian, penolakan terhadap keberadaan gerai Indomaret terus berlanjut hingga terjadi aksi pembongkaran pada Rabu (7/10).

 (AKM/NID/RAD)

Trending