Connect with us

Berita

Turis China Kehilangan Perhiasan Sekitar Rp179 Juta saat Liburan di Bali

Turis China kehilangan perhiasan senilai Rp179 juta saat liburan di Bali. Polisi menyelidiki dugaan pencurian setelah kode kombinasi koper korban berubah.

Actress 1299250

Published

on

Turis China Kehilangan Perhiasaan Rp179 Juta saat Liburan di Bali
Turis China Kehilangan Perhiasaan Rp179 Juta saat Liburan di Bali. Gambar: Dok. Ilustrasi Canva

Bali, MPN Indonesia 13 Oktober 2026 - Wisatawan asal China bernama Xu Li melaporkan dugaan kehilangan perhiasan senilai 10.000 dolar AS atau sekitar Rp179 juta saat berlibur di Bali.

Perhiasan tersebut diduga hilang dari dalam koper yang ditinggalkan di mobil perjalanan wisata ketika korban mengunjungi Nusa Penida.

Kehilangan tersebut diketahui pada Senin (5/10) sekitar pukul 22.00 WITA, ketika korban tiba di sebuah hotel di kawasan Lovina, Kabupaten Buleleng.

Xu Li melaporkan dugaan pencurian tersebut ke Polres Buleleng pada Selasa (6/10).

Polisi kemudian berkoordinasi dengan Polsek Denpasar Selatan karena lokasi dugaan pencurian diperkirakan berada di wilayah tersebut.

“Sudah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan awal terhadap saksi-saksi,” ujar Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, dikutip MPN Indonesia dari Kompas, Selasa (13/10).

Penyidik telah meminta keterangan awal dari sopir, pemandu wisata, dan staf hotel.

Pemeriksaan dilakukan untuk menelusuri dugaan kehilangan barang milik wisatawan tersebut.

Kronologi Turis China Kehilangan Perhiasan di Bali

Xu Li mengikuti perjalanan wisata bersama rombongan wisatawan asal China dari sebuah hotel di kawasan Kuta, Kabupaten Badung.

Rombongan menuju Pelabuhan Serangan, Denpasar Selatan, untuk menyeberang ke Nusa Penida.

Sebelum keberangkatan, Xu Li menyimpan kopernya di bagasi belakang mobil yang digunakan untuk perjalanan.

Menurut keterangan korban, perhiasan senilai Rp179 juta tersebut disimpan dalam sebuah kotak di dalam koper. Xu Li juga menyebutkan bahwa kunci mobil hanya dipegang oleh sopir.

Saat rombongan berwisata ke Nusa Penida, sopir berinisial MSA membawa kendaraan kembali ke garasi di kawasan Jalan Pulau Roti, Denpasar Selatan.

Baca Juga:  Dubes RI: Pelaku Penganiayaan WNI asal Sumbar di Malaysia Seorang Dokter

Mobil ditinggalkan dalam kondisi terkunci hingga sopir kembali mengambilnya sekitar pukul 14.30 WITA.

MSA kemudian menuju pelabuhan untuk menjemput rombongan dan mengaku tidak melihat adanya kejanggalan pada kendaraan.

Setelah penjemputan, sopir dan pemandu wisata mengantar seluruh peserta perjalanan menuju kawasan Lovina, Kabupaten Buleleng.

Kode Kombinasi Koper Berubah saat Tiba di Hotel

Xu Li mengetahui kehilangan barang berharganya ketika tiba di hotel sekitar pukul 22.00 WITA.

Saat memeriksa koper, ia menemukan bahwa kombinasi angka pada kuncinya telah berubah.

Setelah koper berhasil dibuka, Xu Li mendapati perhiasan yang disimpan di dalam kotak telah hilang. Korban juga menemukan perubahan kode kombinasi pada koper kecil lainnya.

Koper kecil tersebut masih dalam keadaan terkunci ketika ditemukan. Xu Li kemudian membawanya ke kantor polisi sebagai barang bukti dalam laporan kehilangan.

Menurut pengakuannya, empat wisatawan lain dalam rombongan juga mengalami perubahan kode kombinasi koper.

Namun, mereka memilih tidak membuat laporan polisi karena mengkhawatirkan keselamatan diri.

Xu Li juga mengungkapkan komunikasi dengan pemandu wisata sebelum keberangkatan.

Pada Sabtu (3/10), pemandu tersebut menambahkan akun WeChat pribadinya.

Melalui komunikasi itu, menurut Xu Li, pemandu wisata mengetahui bahwa dirinya membawa barang berharga selama perjalanan.

Polisi Selidiki Dugaan Pencurian Perhiasan Rp179 Juta

Setelah mengetahui barangnya hilang, Xu Li menghubungi layanan pelanggan agen perjalanan. Ia meminta pemandu wisata dan sopir memberikan keterangan kepada kepolisian.

Pihak penyedia perjalanan kemudian mengantar Xu Li bersama suaminya ke Polres Buleleng untuk melaporkan kejadian tersebut.

“Kedua tamu tersebut setuju untuk melapor. Selanjutnya saksi bersama driver menghantar ke Polres Buleleng untuk melaporkan kehilangan, karena tamu ngotot driver harus mengembalikan barang yang hilang yang baru ketahui saat tiba di Lovina sehingga melapor ke Polres Buleleng,” ujar Yohana.

Baca Juga:  Tiga Pria di NTT Bakar Burung Hantu Hidup-Hidup, Percaya Bisa Usir Ancaman Sihir

Polres Buleleng menerima laporan resmi korban pada Selasa (6/10). Laporan tersebut mencantumkan kerugian sekitar Rp179 juta.

Meskipun kehilangan diketahui di Lovina, polisi memperkirakan lokasi dugaan pencurian berada di Denpasar Selatan.

Oleh karena itu, Polres Buleleng berkoordinasi dengan Polsek Denpasar Selatan dan Polresta Denpasar.

Korban Laporkan Kejadian kepada Konsulat China

Selain menempuh proses hukum dan kriminal melalui kepolisian, Xu Li menyampaikan kejadian tersebut kepada Kementerian Luar Negeri dan Konsulat China di Denpasar.

Korban juga mengajukan pengaduan kepada Kementerian Pariwisata Indonesia. Pengalaman kehilangan tersebut dibagikannya melalui video yang kemudian beredar di media sosial.

“Saya juga telah mengajukan komplain ke Kementerian Pariwisata Indonesia. Di China, lebih dari 100.000 orang memantau perkembangan kasus ini,” ujar Xu Li dalam video penjelasannya.

Xu Li diketahui telah kembali ke negaranya setelah menjalani perjalanan wisata di Bali. Ia menyatakan tetap memperjuangkan hak wisatawan di Indonesia agar kejadian serupa tidak terulang.

 (AKM/NID/RAD)

Trending